<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512</id><updated>2012-01-10T08:27:58.811+07:00</updated><title type='text'>Renungan Harian, Cerita Iman dan Kisah Inspirasi Kristen</title><subtitle type='html'>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari Surabaya (e-Mail : gia.jemursari.sby@gmail.com)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>321</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4427080396018935818</id><published>2012-01-10T08:26:00.001+07:00</published><updated>2012-01-10T08:27:58.969+07:00</updated><title type='text'>Mana Bisa Sembunyi ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenny tergesa-gesa mencuci tangannya. Segera setelah itu, ia berlari ke kelas meninggalkan teman-temannya. Bocah berusia empat tahun ini membenamkan kepalanya ke dalam tas ransel besarnya. Tak lama kemudian, suaranya yang lantang membuat saya, yang saat itu berjalan melewati kelasnya yang terbuka, tercengang melihat ulahnya. "Ibu guru, aku sedang sembunyi!" Jenny berpikir jika kepalanya tidak terlihat, maka seluruh tubuhnya pun tidak akan terlihat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Jenny lakukan mengingatkan saya tentang Tuhan Yang Mahatahu. Tuhan mengenal dan menyelidiki kita (ayat 1). Dia tahu apa yang kita lakukan, yang juga dapat diketahui orang lain. Dia tahu keseharian hidup kita: duduk, berdiri, berjalan, berbaring (ayat 2-3). Ia bahkan tahu apa yang orang lain tidak tahu: sesuatu yang tersimpan dalam pikiran kita (ayat 2) serta perkataan yang belum keluar dari mulut kita (ayat 4). Benarlah apa yang pemazmur katakan bahwa kita tidak mungkin dapat bersembunyi dari hadapan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, mungkin adakalanya Anda dan saya bertingkah seperti Jenny. Kita berusaha menyembunyikan rapat-rapat kesalahan kita dari hadapan Tuhan. Kita berlari menjauh dari-Nya, berpikir bahwa kita dapat hidup tanpa berurusan dengan Tuhan. Betapa sia-sia hidup seperti itu! Pemahaman bahwa Tuhan Mahatahu seharusnya membuat kita tidak lagi berlari dan bersembunyi dari Tuhan, tetapi justru membawa diri kita untuk senantiasa dikenal dan diselidiki oleh Tuhan. Membuka diri untuk ditegur, diperbaiki, dan dibentuk semakin serupa dengan Kristus --SWS&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;source: http://www.alkitabku.com/id/daily-devotional?date=2012-01-10&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4427080396018935818?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4427080396018935818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4427080396018935818' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4427080396018935818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4427080396018935818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2012/01/mana-bisa-sembunyi.html' title='Mana Bisa Sembunyi ?'/><author><name>Ronny Wibowo Lie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14521141129262495067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kvnBx6wY7JE/SOm3R1gMIGI/AAAAAAAAAAU/znDP5gQ7_D0/S220/ronnyw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2867431995393828221</id><published>2012-01-04T15:13:00.003+07:00</published><updated>2012-01-04T15:18:46.657+07:00</updated><title type='text'>Busuknya Kebencian</title><content type='html'>Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan “permainan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang  dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa … tergantung  jumlah orang-orang yang dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang disepakati  masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang  berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut  kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid  mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya  juga tidak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Guru: “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka  tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke  manapun mereka pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru pun menjelaskan apa arti dari  “permainan” yang mereka lakukan. Ibu Guru: “Seperti itulah kebencian  yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2867431995393828221?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2867431995393828221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2867431995393828221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2867431995393828221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2867431995393828221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2012/01/busuknya-kebencian.html' title='Busuknya Kebencian'/><author><name>Ronny Wibowo Lie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14521141129262495067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kvnBx6wY7JE/SOm3R1gMIGI/AAAAAAAAAAU/znDP5gQ7_D0/S220/ronnyw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-7909276934508441883</id><published>2011-12-23T10:07:00.002+07:00</published><updated>2011-12-23T10:13:28.726+07:00</updated><title type='text'>Kita Adalah Tamu Di Dunia</title><content type='html'>Karena kita tamu maka kehadiran kita hanyalah sementara.&lt;br /&gt;Kaya atau miskin hanyalah sementara.&lt;br /&gt;Segala kejayaan atau kegagalan hanyalah sekian puluh tahun.&lt;br /&gt;Jabatan, kedudukan, popularitas &amp;amp; kemuliaan tidak selamanya.&lt;br /&gt;Tidak ada presiden atau raja selamanya.&lt;br /&gt;Tidak ada direktur atau manager yang abadi, sebab kita semua hanya tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tamu, begitu waktunya tiba, kita semua harus beranjak pergi...&lt;br /&gt;Semua harta benda, emas permata, rumah &amp;amp; kendaraan hanyalah pinjaman.&lt;br /&gt;Walaupun semua aset adalah hasil jerih payah keringat kita,&lt;br /&gt;Walaupun kita mempunyai surat kepemilikan yg sah &amp;amp; semua harta benda atas nama kita secara hukum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semuanya hanyalah kepemilikan sementara,&lt;br /&gt;Hanyalah pinjaman!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pinjaman, begitu waktunya tiba, harus dikembalikan.&lt;br /&gt;Semua yg ada di badan kita,&lt;br /&gt;yang terkalung di leher, terselip di jari, yang dikenakan di pergelangan tangan, yang tersimpan di saku, semua harus dikembalikan sama seperti ketika kita belum memilikinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika lahir dua tangan kita kosong, ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu datang kita tidak membawa apa-apa,&lt;br /&gt;Waktu pergi kita juga tidak membawa apa pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sombong karena kaya &amp;amp; berkedudukan, jangan minder karena miskin dan hina, bukankah kita semua hanyalah tamu &amp;amp; semua milik kita hanyalah pinjaman !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita...&lt;br /&gt;TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita.....&lt;br /&gt;Dan TETAPLAH BERSYUKUR&lt;br /&gt;dalam segala keadaan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-7909276934508441883?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/7909276934508441883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=7909276934508441883' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7909276934508441883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7909276934508441883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/12/kita-adalah-tamu-di-dunia.html' title='Kita Adalah Tamu Di Dunia'/><author><name>Ronny Wibowo Lie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14521141129262495067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kvnBx6wY7JE/SOm3R1gMIGI/AAAAAAAAAAU/znDP5gQ7_D0/S220/ronnyw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4489073419245502629</id><published>2011-12-23T10:04:00.001+07:00</published><updated>2011-12-23T10:05:59.084+07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan</title><content type='html'>Luk 11:54&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membanjiri-Nya dengan berbagai pertanyaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa saja bisa dipertanyakan.&lt;br /&gt;Ada yang sangat suka bertanya.&lt;br /&gt;Ada yang memahirkan dirinya&lt;br /&gt;untuk menjebak orang dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sebaiknya jangan ditanya.&lt;br /&gt;Sebab Ia bersabda&lt;br /&gt;dan sabda-Nya adalah jawaban pula.&lt;br /&gt;Asal direnungkan, dipelihara,&lt;br /&gt;dihayati, dan dijadikan kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin seseorang mempertanyakan Tuhan,&lt;br /&gt;semakin ia tidak percaya pada-Nya.&lt;br /&gt;Sebab percaya pada-Nya&lt;br /&gt;searti dengan menjadi telinga&lt;br /&gt;untuk mendengarkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang&lt;br /&gt;yang mendengarkan sabda Tuhan&lt;br /&gt;dan melakukannya.&lt;br /&gt;Ia pasti takkan disebut “celaka”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4489073419245502629?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4489073419245502629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4489073419245502629' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4489073419245502629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4489073419245502629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/12/pertanyaan.html' title='Pertanyaan'/><author><name>Ronny Wibowo Lie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14521141129262495067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_kvnBx6wY7JE/SOm3R1gMIGI/AAAAAAAAAAU/znDP5gQ7_D0/S220/ronnyw.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6143747293331602804</id><published>2011-11-18T15:42:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T15:42:16.049+07:00</updated><title type='text'>Semangkuk Nasi Putih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi di negri Tiongkok.  Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda  yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir  didepan sebuah rumah makan&amp;nbsp; cepat saji di kota metropolitan, menunggu  sampai tamu direstoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan  malu-malu dia masuk kedalam restoran tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pemuda itu berkata: “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih”; dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda  ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun,  lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar lalu  berkata dengan pelan: “dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi  saya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum:”Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir:” kuah sayur gratis.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;” Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda  ini tentu dari keluarga miskin di luar kota, demi menuntut ilmu datang  kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu  sudah pasti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong  daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus  nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan  memberikan kepada pemuda ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu  pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur  disembunyikan dibawah nasi?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Suaminya kemudian membisik kepadanya :”Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di nasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain  kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli  semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.&lt;br /&gt;“Terima kasih, saya sudah selesai makan.”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemuda ini pamit kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !” katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap  sore pemuda ini singgah ke rumah makan mereka, sama seperti biasa setiap  hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus  untuk bekal keesokan hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda  yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun  pemuda ini tidak pernah muncul lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih,  pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus  digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka  yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat  suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.&lt;br /&gt;“Apa kabar? Saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya  diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di  perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya  perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan  dibagi 2 dengan perusahaan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapakah direktur diperusahaan kamu ? Mengapa begitu baik terhadap  kami? Saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !”&amp;nbsp; sepasang  suami istri ini berkata dengan terheran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami  paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya  tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya  kepadanya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul,  setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat  membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang  sukses.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang  suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan  dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan  kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan  membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka:”bersemangat ya !  dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu  besok !”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah  suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;a href="http://www.ceritakristen.org/semangkuk-nasi-putih"&gt;http://www.ceritakristen.org/semangkuk-nasi-putih&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6143747293331602804?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6143747293331602804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6143747293331602804' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6143747293331602804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6143747293331602804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/11/semangkuk-nasi-putih.html' title='Semangkuk Nasi Putih'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6329264506170654033</id><published>2011-11-18T15:10:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T15:10:37.129+07:00</updated><title type='text'>Kesaksian Welyar Kauntu</title><content type='html'>&lt;div style="color: purple; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;Lebih Merdu&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesaksian dari Bpk Welyar Kauntu (composer ‘Walau Seribu Rebah’, and  many more) yang sangat berkesan dlm batin saya dan mempengaruhi cara  saya menyembah Tuhan…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Beliau bercerita dalam satu kunjungan ke panti asuhan, saat pujian  penyembahan dinaikkan, beliau memainkan gitar dan menaikkan suatu pujian  bersama-sama anak panti asuhan tersebut. Siapa dong yang tidak kenal  the &lt;i&gt;golden voice&lt;/i&gt;-nya beliau…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi Tuhan menyuruh beliau untuk memperhatikan seorang anak di  pojokan yang sedang berusaha ikut menyembah Tuhan. Anak ini gagu,  bicaranya tidak jelas, mungkin penderita bisu tuli. Kalimatnya……..hanya  terdengar seperti kumpulan huruf vokal saja tanpa konsonan “aaa…uuua  …iiiiaaa…aauu.” dengan nada yang fals habis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi dia menyanyi segenap hati, bahkan airmata pun menetes membasahi wajahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu Tuhan berbicara kepada&amp;nbsp; Bapak Welyar Kauntu….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”&lt;i style="color: blue;"&gt;di telingaKu apa yang anak ini nyanyikan sangat merdu sekali, jauh  lebih merdu dari apa yg engkau nyanyikan&lt;/i&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Bagi manusia, perkataan anak  itu tidak dapat dimengerti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi Tuhan sangat mengerti… &lt;i&gt;every single word&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di telinga manusia anak ini jelek sekali menyanyinya dan tidak ada merdu-merdunya sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di telinga Tuhan suara anak ini merdu sekali. Karena ia menyanyi dgn hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kalau ada kontes “&lt;i&gt;Heaven Idol&lt;/i&gt;” dan Tuhan menjadi jurinya, anak ini akan menjadi pemenangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;For the Lord sees not as man sees…&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;Mari kita belajar memandang seperti Tuhan memandang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;Bagi Tuhan, ‘&lt;i&gt;hati&lt;/i&gt;’ itu adalah segalanya. Bukan kemasannya. Oleh sebab  itu mari kita menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan, karena dari  situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;Tuhan Yesus memberkati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;a href="http://www.ceritakristen.org/category/kesaksian"&gt;http://www.ceritakristen.org/category/kesaksian&lt;span id="goog_1466120448"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1466120449"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6329264506170654033?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6329264506170654033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6329264506170654033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6329264506170654033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6329264506170654033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/11/kesaksian-welyar-kauntu.html' title='Kesaksian Welyar Kauntu'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5355400986501963997</id><published>2011-11-18T14:55:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T14:55:57.714+07:00</updated><title type='text'>Cermin Yang Retak</title><content type='html'>&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Anda berharga di mata-Nya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Ibrani 11:31&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa  bersama-sama dgn orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut  pengintai-pengintai itu dengan baik.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Robert Schuller dalam buku Kisah Kasih Allah bercerita tentang sebuah  karya &lt;i&gt;mozaik &lt;/i&gt;di istana kerajaan Teheran. Karya &lt;i&gt;mozaik &lt;/i&gt;itu adalah salah  satu karya terindah di dunia. Namun, siapa menduga bahwa &lt;i&gt;mozaik &lt;/i&gt;itu  terbuat dari sebuah cermin pecah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulanya, seorang arsitek memesan cermin dari Paris untuk dipasang di  tembok istana. Ketika pesanan itu datang, alangkah kecewanya mereka  karena cermin itu sudah pecah. Sang kontraktor bermaksud membuang  pecahan cermin itu, tetapi si arsitek justru menggunakan pecahan-pecahan  cermin itu untuk membuat mozaik indah yang terdiri dari serpihan kaca  yang berwarna perak, berkilau dan memendarkan cahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah Rahab juga serupa &lt;i&gt;mozaik &lt;/i&gt;indah. Ia adalah perempuan kafir dan  seorang pelacur. Namun, karena imannya kepada Tuhan dan tindakannya yang  berani menyelamatkan para pengintai, Rahab diselamatkan. Ketika itu  seluruh Yerikho dicekam rasa takut terhadap Israel (ayat 9-11), tetapi Rahab tidak membiarkan ketakutan  maupun masa lalunya yang kelam menghambatnya. Ia berpaling kepd Tuhan.  Tuhan pun menghargai iman Rahab. Ia dan seisi keluarganya tidak hanya  terhindar dr pemusnahan (Yosua 6:25).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Setiap kita pernah membuat kesalahan pada masa lalu. Bahkan mungkin,  kita punya masa lalu yang begitu kelam. Mungkin kita merasa hidup kita  sudah hancur. Namun, kisah Rahab mengingatkan kita; Tuhan sanggup  mengubah hidup yang hancur sekalipun, menjadi baru. Seperti apa pun  hidup kita, jika dibawa ke hadapan-Nya, akan diubah menjadi karya seni  yang indah dan&amp;nbsp; berharga.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #0c343d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Di tangan Tuhan Yesus, kerikil bisa menjadi mutiara. Karena kita berharga di mata Tuhan…!!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;a href="http://www.ceritakristen.org/cermin-yang-pecah"&gt;http://www.ceritakristen.org/cermin-yang-pecah &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5355400986501963997?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5355400986501963997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5355400986501963997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5355400986501963997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5355400986501963997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/11/cermin-yang-retak.html' title='Cermin Yang Retak'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8660757343249499470</id><published>2011-11-18T14:49:00.001+07:00</published><updated>2011-11-18T14:50:43.546+07:00</updated><title type='text'>Duka dan Suka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa yang sama, &lt;i&gt;Rick Warren&lt;/i&gt;, penulis buku &lt;i&gt;Purpose Driven Life&lt;/i&gt;,  mengalami dua hal yang bertolak belakang. Ia menuai kesuksesan besar  karena bukunya tercetak hingga 15 juta eksemplar. Namun bersamaan dengan  itu, hatinya merasa berat karena istrinya, Kay, diserang kanker.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyikapi hal bertentangan ini, Rick berkata, “Saya terbiasa berpikir  bahwa hidup adalah deretan gunung dan lembah-kita berjalan melalui  saat-saat gelap, mencapai puncak gunung, kemudian kembali lagi, begitu  terus-menerus. Kini saya tidak percaya itu lagi. Hidup ini lebih seperti  dua jalur kereta api yang menyatu di ujung, dan di sepanjang waktu Anda  akan menjumpai hal baik dan juga hal buruk. Sebanyak apa pun hal baik  yang Anda terima, Anda tetap akan menghadapi hal buruk yang mesti  diatasi. Sebaliknya, seburuk apa pun hidup yang Anda jalani, selalu ada  hal baik yang dapat disyukuri.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyadari bahwa manusia tak dapat menghindar dari hidup yang  berdinamika seperti dua “jalur kereta”, Paulus mengungkap tiga nasihat  sederhana tetapi sangat penting untuk selalu dilakukan, dalam segala  keadaaan-baik dan buruk-yakni: &lt;b&gt;BERSUKACITA, BERDOA, MENGUCAP SYUKUR&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar ketika suka datang, manusia tak menjadi takabur. Atau, ketika  duka menyapa, manusia tak menjadi habis harapan. Sebab, sesungguhnya  melalui jalan ini Tuhan menolong manusia untuk selalu melihat hidupnya  secara seimbang. Bahwa hidupnya terselenggara bukan karena kekuatannya  sendiri, tetapi selalu ada Tuhan yang berdaulat. Dan, bahwa manusia  hidup bukan hanya untuk menikmati dunia, tetapi bahwa ada urusan  kekekalan yang harus dipersiapkan sekarang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;MEMANG DUKA DAN BAHAGIA KADANG DATANG BERSAMAAN, TETAPI TETAP BERTAHAN KARENA ANDA DAN SAYA DITETAPKAN SEBAGAI PEMENANG.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;source: &lt;a href="http://www.ceritakristen.org/dua-jalur-kereta-api%20"&gt;http://www.ceritakristen.org/dua-jalur-kereta-api &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8660757343249499470?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8660757343249499470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8660757343249499470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8660757343249499470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8660757343249499470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/11/duka-dan-suka.html' title='Duka dan Suka'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-424800136855523582</id><published>2011-10-19T11:38:00.000+07:00</published><updated>2011-10-19T11:38:26.551+07:00</updated><title type='text'>Pesan &amp; Peringatan Tuhan Di Akhir Zaman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="text_exposed_root text_exposed" id="id_4e9e506fc896a1c63266520"&gt;Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apap&lt;span class="text_exposed_show"&gt;un.  Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina.  Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi  daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya  dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil  menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja  untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa  terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari  ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"&lt;br /&gt;Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu  menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.&lt;br /&gt;Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."&lt;br /&gt;Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"&lt;br /&gt;Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya  bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk  mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.&lt;br /&gt;Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk,  tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya.  Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue  ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing  malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya..  lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang  terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau  tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku  tetap dapat pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TuhanKu kata orang-orang kami  akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa  temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah  lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali,  tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit  ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau  mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas  lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan  kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah  mengapa dia memukulku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh  cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu  apakah dia akan menyukaiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..bagaimanapun juga aku tahu  bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun  untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei.. Tuhan  temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira?  Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap  Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan  Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap  hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang  murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti  yang dimiliki Andoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton  jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah  sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak  pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang  diperbuat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita  tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak  menyapa Sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'&lt;br /&gt;4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi  jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja.  tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari  ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Andoy  hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari  keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy  sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan  lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus  melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi  hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus  tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti  mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus  besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya  berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria  berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia  memeluk tubuh Andoy dan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh  didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan  orang tersebut semakin penasaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, Pendeta Agaton  menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy.  Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya;  "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab  sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang  membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‎"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak  mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy  dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan  mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia  membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan  sesuatu" Jawab ayah Andoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan  segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah  melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku  menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia  meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu  puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah  katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari  di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana  setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut  gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa..  kecuali dengan Tuhan Yesus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda dimana Andoy berada  sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita  sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang  dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus  sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan  Yesus datang menjemputnya ke sorga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="text_exposed_root text_exposed" id="id_4e9e506fc896a1c63266520"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;SILAHKAN  DIBAGI-BAGIKAN KEPADA SIAPAPUN SAJA KEPADA TEMAN SAHABAT SAUDARA DAN  HANDAI TAULAN... SAMPAIKANLAH KEPADA DUNIA BIAR MEREKA MELIHAT DAN  MENGERTI BAHWA TUHAN SUDAH DEKAT DAN BIARLAH KITA DENGAN IMAN PERCAYA  YAKIN TURUT MENGAMBIL BAGIAN MENJADI PENJALA-PENJALA MANUSIA DI AKHIR  JAMAN INI,,,, HALELUYA TERPUJILAH NAMA YESUS DAN MARI TERUS KITA  TINGGIKAN DAN MULIAKAN DIA,, HANYA BAGI YESUS SEGALA HORMAT DAN  KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA...♥♥♥   dengan kasih saya kepada anda  semua sahabat-sahabat didalan YESUS,,, =)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;source: &lt;span class="uiAttachmentDetails" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:12}"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/syella.floura"&gt;Syella Floura Tanos&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-424800136855523582?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/424800136855523582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=424800136855523582' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/424800136855523582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/424800136855523582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/10/pesan-peringatan-tuhan-di-akhir-zaman.html' title='Pesan &amp; Peringatan Tuhan Di Akhir Zaman'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3225495989928262092</id><published>2011-09-15T11:20:00.000+07:00</published><updated>2011-09-15T11:20:37.551+07:00</updated><title type='text'>Selalu Ada Harapan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;anak ke 2 pada musim SEMI,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;anak ke 3 pada musim PANAS,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan yang ke 4 pada musim GUGUR.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yg menebarkan bau yang harum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bhw pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian sang ayah berkata bahwa  kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ketika kamu sedang mengalami masa-masa  sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa  kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ingatlah, kamu berharga di mata TUHAN, tdk ada istilah “nasib sial” bagi orang percaya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang  mengusir kegelapan.”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Bersama Tuhan selalu ada pengharapan yang baru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3225495989928262092?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3225495989928262092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3225495989928262092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3225495989928262092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3225495989928262092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/09/selalu-ada-harapan.html' title='Selalu Ada Harapan'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3410326760632405034</id><published>2011-09-15T11:16:00.000+07:00</published><updated>2011-09-15T11:16:32.484+07:00</updated><title type='text'>Kasih, Iman Dan Kebijaksanaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan Tuhan berdiri mengamati pertandingan baseball. Tim Tuhan melawan tim iblis. Score sangat ketat 0-0 dan ini adalah putaran terakhir. Kami memperhatikan seorang pemukul bernama Kasih masuk ke lapangan. Kasih mulai memukul dan berhasil mencetak &lt;em&gt;score single&lt;/em&gt; karena Kasih tak pernah gagal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemukul selanjutnya bernama Iman, yang juga berhasil mencetak &lt;em&gt;score&lt;/em&gt; karena Iman selalu bersama-sama dengan Kasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu masuk seorang pemukul bernama Bijak. Iblis melakukan lemparan pertama dan Bijak hanya membiarkannya. Tiga kali lemparan dan Bijak hanya melangkah pergi karena Bijak tidak pernah mengambil apapun yang Iblis lemparkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Tuhan melihat ke arahku dan berkata bahwa Ia akan mengeluarkan pemain andalanNya. Lalu datanglah Karunia. Aku berkata: sepertinya ia tidak terlalu hebat…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim Iblis sangat santai begitu mereka melihat Karunia. Berpikir bahwa mereka hampir memenangkan pertandingan, Iblis pun melempar bola dgn sekuat tenaga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sangat mengejutkan semua orang, Karunia memukul bola kencang sekali melebihi pemain-pemain sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi Iblis tidak khawatir..pemain tengah mereka jarang gagal menangkap bola. Iblis berlari mengejar bola, tapi bola malah lepas dari tangan, menghantam kepalanya dan iblis pun jatuh tersungkur ke tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karunia bersama Kasih, Iman dan Bijak terus berlari sampai &lt;em&gt;home-run&lt;/em&gt;. Tim Tuhan menang!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Tuhan bertanya kepadaku mengapa Kasih, Iman dan Bijak tidak bisa &lt;em&gt;home-run&lt;/em&gt; tanpa Karunia? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menjawab tidak tahu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan menjelaskan: “Kalau kasihmu, imanmu dan kebijaksanaanmu yang memenangkan pertandingan, engkau akan berpikir bahwa engkaulah yang melakukan semuanya. Kasih, Iman dan Kebijaksanaan akan mengantarmu mencapai semua hal-hal yg baik, tapi hanya KaruniaKu sajalah yang akan membawamu ke dalam kemenangan, sampai di rumah Bapa dengan selamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KaruniaKu adalah satu-satunya yang tidak dapat dicuri Iblis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.ceritakristen.org/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.ceritakristen.org&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3410326760632405034?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3410326760632405034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3410326760632405034' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3410326760632405034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3410326760632405034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/09/kasih-iman-dan-kebijaksanaan.html' title='Kasih, Iman Dan Kebijaksanaan'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1208205527433113522</id><published>2011-09-15T11:10:00.001+07:00</published><updated>2011-09-15T11:12:08.676+07:00</updated><title type='text'>Mau Menjadi Wortel, Telur Atau Kopi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang wanita yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami: keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dsb. Wanita muda itu berharap orangtuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di gelas pertama ia masukkan TELUR. Di gelas kedua, ia masukkan WORTEL. Dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS, dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu sang ibu menjelaskan: “Nak, MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita bisa menjadi:&lt;br /&gt;Lembek seperti wortel. Mengeras seperti telur. Atau harum seperti kopi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air … mereka malah berubah oleh air, sementara kopi malah mengubah air, membuatnya menjadi harum.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Tuhan seolah tidak kunjung datang?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini kita belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang. Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri. Ada yang mengeras, marah dan berontak pada Tuhan. Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada kalanya Tuhan sengaja menunda pertolonganNYA. Apa tujuannya??? Agar kita belajar percaya dan setia! Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa Tuhan selesaikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.ceritakristen.org/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.ceritakristen.org&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1208205527433113522?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1208205527433113522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1208205527433113522' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1208205527433113522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1208205527433113522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/09/mau-menjadi-wortel-telur-atau-kopi.html' title='Mau Menjadi Wortel, Telur Atau Kopi'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5726656057621903546</id><published>2011-08-06T12:49:00.000+07:00</published><updated>2011-08-06T12:49:44.498+07:00</updated><title type='text'>Hal Kecil Bisa Jadi Besar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepasang suami istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Seekor tikus memperhatikan makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?? Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia segera berlari menuju kandang, mendatangi ayam dan berteriak “ada perangkap tikus”. Sang Ayam berkata, “Tuan Tikus, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh padaku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata “Aku turut bersimpati, tapi tidak  ada yg bisa aku lakukan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. “Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata “Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yg terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun sang Suami sempat membunuh ular tersebut, sang Istri tetapi harus di bawa ke rumah sakit. Beberapa hari kemudian istrinya demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. Dengan segera ia menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi sakit sang Istri tak kunjung reda. Seorang teman menyarankan utk makan hati kambing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia lalu menyembelih kambing untuk mengambil hatinya. Istrinya tidak sembuh dan akhirnya meninggal dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan para pelayat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kejauhan sang Tikus menatap dgn penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tdk digunakan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;SUATU HARI, KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN   URUSAN ANDA… LEBIH BAIK PIKIRKANLAH LAGI!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.ceritakristen.org/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.ceritakristen.org&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5726656057621903546?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5726656057621903546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5726656057621903546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5726656057621903546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5726656057621903546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/08/hal-kecil-bisa-jadi-besar.html' title='Hal Kecil Bisa Jadi Besar'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-9058341060480267214</id><published>2011-08-06T12:39:00.000+07:00</published><updated>2011-08-06T12:39:29.995+07:00</updated><title type='text'>Sikap Rendah Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Filipi 2:8-11&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat diatas menunjukkan kepada kita bagaimana kerendahan hati mendahului kehormatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Supaya perkenanan dan rencana Tuhan dapat bekerja dalam hidup kita, syarat utamanya kita harus berjalan dalam kerendahan hati. Hal ini merupakan persyaratan bagi kita untuk lulus ujian kerendahan hati. Seperti yang kita lihat di sini, karena Yesus merendahkan diri-Nya, Allah sangat meninggikan Dia. Dan pada saat itu, tidak ada setan di neraka bisa melakukan apapun untuk mencegahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Tuhan mempromosikan Anda, tidak ada orang, tidak ada setan, tidak ada sistem apapun yang dapat menghambat Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kuasa Tuhan yang mempromosikan itu tidak dapat ditolak. Tidak bisa dipungkiri, dan tak terkalahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi sikap yang rendah hati harus ada terlebih dahulu. Sering dikatakan bahwa tidak ada seorangpun berdiri lebih tinggi daripada saat dia berlutut di hadapan Allah. Mari kita merendahkan hati dan taat kepada Tuhan dalam setiap area kehidupan kita. Jika kita merendahkan diri kita di hadapan-Nya, Allah akan mengangkat kita. Pekerjaan Tuhan adalah untuk mempromosikan kita, dan tugas kita adalah untuk memiliki sikap yang rendah hati di hadapan-Nya. Promosi adalah bagian Tuhan dan pekerjaan Tuhan bagi orang-orang percaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap yang rendah hati membuka jalan bagi promosi dari Tuhan dalam hidup kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.ceritakristen.org/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.ceritakristen.org&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-9058341060480267214?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/9058341060480267214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=9058341060480267214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/9058341060480267214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/9058341060480267214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/08/sikap-rendah-hati.html' title='Sikap Rendah Hati'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4470702649425616163</id><published>2011-08-06T12:36:00.001+07:00</published><updated>2011-08-06T12:37:13.183+07:00</updated><title type='text'>Pencuri Kue</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu malam, seorang wanita sedang menunggu di bandara. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di sebuah gerai toko di bandara, lalu menemukan tempat duduk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil duduk, wanita tersebut memakan kue sambil membaca buku yang baru dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua kue yg berada diantara mereka berdua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si “Pencuri Kue” yang pemberani itu menghabiskan persediaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia makin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (“Kalau aku bukan orang baik, tentu sudah kutonjok dia !”).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki itu juga mengambil satu. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia segera mengumpulkan barang-barang miliknya dan menuju pintu gerbang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari buku yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas karena kaget. Ternyata disitu ada kantong kuenya. Koq milikku ada di sini, jadi kue tadi adalah milik siapa. Milik lelaki itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, terlambat sudah untuk meminta maaf; ia tersandar dan sedih. Bahwa sesungguhnya akulah yang salah, tak tahu terima kasih dan akulah sesungguhnya sang pencuri kue itu; bukan dia!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dalam hidup ini, kisah pencuri kue seperti tadi seringkali terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri, dan tak jarang kita berprasangka buruk.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Orang lainlah yang selalu salah, orang lain yang patut disingkirkan, orang lain yang  tak tahu diri, orang lain yang berdosa, orang lain yang selalu bikin masalah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kita sering mengalami hal diatas, kita sering berpikir bahwa kita paling benar sendiri, kita paling suci, kita paling tinggi, kita paling pintar, dst.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sejak detik ini, bisakah kita memulai untuk rendah hati?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dan tidak lagi menjadi “pencuri kue” yang teriak “maling..!” kepada orang lain..!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: x-small;"&gt;source: &lt;a href="http://www.ceritakristen.org/"&gt;http://www.ceritakristen.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4470702649425616163?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4470702649425616163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4470702649425616163' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4470702649425616163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4470702649425616163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/08/belajar-bersikap-rendah-hati.html' title='Pencuri Kue'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-7805622482915914004</id><published>2011-08-06T12:31:00.000+07:00</published><updated>2011-08-06T12:31:13.857+07:00</updated><title type='text'>Kualitas Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah  mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah masing-masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, “Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus dan pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yang sangat keliru. Kualitas hidup kita ditentukan oleh “Apa yang ada di dalam” bukan “Apa yang kelihatan dari luar”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagian di dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Selamat menikmati secangkir kopi…kehidupan”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ceritakristen.org/"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://www.ceritakristen.org&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-7805622482915914004?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/7805622482915914004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=7805622482915914004' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7805622482915914004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7805622482915914004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/08/kualitas-kehidupan.html' title='Kualitas Kehidupan'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-323863205245130020</id><published>2011-07-12T09:55:00.001+07:00</published><updated>2011-07-12T09:56:07.601+07:00</updated><title type='text'>Dalam Tangan Siapa?</title><content type='html'>&lt;span style="color: blue;"&gt;Bola basket dalam tanganku berharga $19. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Tergantung ada dalam tangan siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Baseball dalam tanganku berharga $6. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Tergantung ada dalam tangan siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Tergantung ada dalam tangan siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tergantung ada dalam tangan siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Tergantung ada dalam tangan siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Lima roti dan dua ikan dalam tanganku menjadi beberapa potong roti isi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Lima roti dan dua ikan dalam tangan Yesus memberi makan ribuan orang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tergantung ada dalam tangan siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Paku-paku dalam tanganku menghasilkan sangkar burung.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Paku-paku dalam tangan Yesus Kristus menghasilkan keselamatan bagi segenap umat manusia. &lt;/span&gt;Tergantung ada dalam tangan siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa. &lt;br /&gt;Jadi serahkan segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu, &lt;br /&gt;harapan-harapanmu, impian-impianmu, &lt;br /&gt;keluargamu, kawan serta sahabat-sahabatmu &lt;br /&gt;dalam tangan Tuhan sebab... &lt;br /&gt;segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan ini sekarang ada dalam tanganmu. &lt;br /&gt;Apa yang hendak KAU lakukan dengannya? &lt;br /&gt;Tergantung ada dalam tangan siapa.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-323863205245130020?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/323863205245130020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=323863205245130020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/323863205245130020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/323863205245130020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/07/dalam-tangan-siapa.html' title='Dalam Tangan Siapa?'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-9097829455206992746</id><published>2011-07-12T09:51:00.000+07:00</published><updated>2011-07-12T09:51:19.977+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Menang Atas Dosa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pemabuk berat bertobat dan hidup dengan penuh kemenangan selama beberapa minggu. Suatu hari ketika ia melewati pintu terbuka sebuah kedai minuman, bau yang tajam membangkitkan selera lamanya untuk minum. Tetapi kemudian ia melihat tanda pada jendela dekat kedai itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Semua lemak susu dapat anda minum, $25 per gelas!” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan bersemangat ia masuk dan memesan satu sampai 3 lemak susu. Setelah selesai gelas yang ketiga, dia menjadi begitu kenyang sehingga begitu lewat warung minuman tadi ia tidak tergoda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DL Moody sekali waktu mendemonstrasikan prinsip ini, “Katakanlah, bagaimana saya dapat mengeluarkan udara dari gelas ini?” tanyanya di depan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hisaplah dengan pompa!” kata seorang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Itu akan menimbulkan kehampaan dan dapat menyebabkan gelas ini pecah”, jawab penginjil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah banyak saran, Moody mengambil sebuah kendi dan dengan perlahan, mengisi gelas itu dengan air.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Apakah sekarang udara sudah berpindah?” tanya Moody. Semua terdiam mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Tuhan akan berhasil menghilangkan kebiasaan dosa apabila ia mempersilahkan Roh Kudus memenuhinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Barang siapa percaya kepadaKu,…Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadanya. --- Yohanes 7:38-39&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atasmu dan kamu akan menjadi saksiKu… --- Kisah Para Rasul 1:8&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-9097829455206992746?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/9097829455206992746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=9097829455206992746' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/9097829455206992746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/9097829455206992746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/07/rahasia-menang-atas-dosa.html' title='Rahasia Menang Atas Dosa'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-365770456895477731</id><published>2011-07-12T09:48:00.000+07:00</published><updated>2011-07-12T09:48:03.702+07:00</updated><title type='text'>Kesaksian Dari Semangka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari ketiak William Jennings makan seiris semangka, ia berfikir, bahwa ia dapat menggunakan hal itu untuk ilustrasi khotbahnya. Setelah memperkirakan berat semangka itu seluruhnya, kira-kira 20 kg, ia mengumpulkan bijinya dan menimbangnya. Untuk mendapatkan berat setengah kilogram ia membutuhkan kira-kira 5000 biji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia duduk di meja dan menulis, “Baru-baru ini seseorang menanam biji semangka di tanah. Di bawah pengaruh sinar matahari dan hujan, biji itu membuka kulitnya dan bekerja mengumpulkan kira-kira 2.000.000 kali berat semula. Cobalah saudara hitung sendiri kalau ada 5000 biji (1/2 kg) berapa berat yang dihasilkan? Luar biasa. Ia memaksakan semuanya melalui biji yang kecil dan membentuk pohon semangka. Di luarnya kulit hijau dan didalamnya ada lapisan putih dan di dalamnya lagi ada daging berwarna merah dan  manis rasanya. Siapakah arsitek yang merencanakan itu semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana biji semangka itu memperoleh kekuatan yang luar bisa? Dari mana ia memperoleh zat pewarnanya dan rasa manis yang segar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini lain lagi, mengapa sapi hitam yang makan rumput hijau dapat menghasilkan susu yang putih? Cobalah juga saudara berjalan ke pegunungan atau ke pantai. Mengapa daun dan bunga bisa berwarna-warni? Langit dan laut bisa biru dengan pelangi yang indah? Kalau kita memperhatikan dengan teliti, tentu kita akan berkesan bahwa Tuhan adalah arsitek yang paling hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Betapa banyak perbuatanMu, ya Tuhan. Sekaliannya Kau jadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaanMu. --- Mazmur 104: 24&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-365770456895477731?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/365770456895477731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=365770456895477731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/365770456895477731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/365770456895477731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/07/kesaksian-dari-semangka.html' title='Kesaksian Dari Semangka'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4265961878469292126</id><published>2011-07-12T09:44:00.001+07:00</published><updated>2011-07-12T09:44:59.406+07:00</updated><title type='text'>Minyak Dalam Kerang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah dongeng tentang seorang pengeran di Timur yang mempunyai anak laki-laki yang senang berfoya-foya. Hal itu sangat memalukan keluarga kerajaan. Si ayah mengingatkannya pada kedudukannya dan menasihati supaya menjadi teladan yang baik. Anak itu menjawab, “Jalan sempit dan lurus terlalu sukar bagiku dan tidak mungkin bagiku untuk merubah cara hidupku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian raja mencari akal. Ia memerintahkan anaknya membawa kulit kerang yang berisi penuh minyak dan berjalan melalui jalan-jalan kota itu. Dua orang perwira mengikutinya dari belakang dengan pedang yang terhunus. Jika ada minyak yang tercecer, ia akan dibunuh seketika. Ketika anak muda itu menyelesaikan tugasnya dengan baik, ayahnya bertanya, “Apa yang kau lihat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada, kecuali minyak dalam kulit kerang,” jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Apakah pasar besar dan alun-alun tidak menarik perhatianmu?” tanya ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, aku hanya mengarahkan mata pada minyak. Aku tahu bahwa kalau akau tidak menjaganya terus, aku dapat kehilangan kepalaku,” kata anak itu menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesorang yang sudah masuk di dalam perlombaan iman, tidak perlu lagi memandang dunia sekelilingnya sebagai hal yang sangat menarik perhatiannya, karena matanya sudah terpaku pada mahkota surgawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;…, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya denga mata yang tertuju pada Yesus yang memimpin kita dalam iman,… --- Ibrani 12:1,2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4265961878469292126?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4265961878469292126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4265961878469292126' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4265961878469292126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4265961878469292126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/07/minyak-dalam-kerang.html' title='Minyak Dalam Kerang'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2839935376568676758</id><published>2011-07-12T09:41:00.000+07:00</published><updated>2011-07-12T09:41:55.775+07:00</updated><title type='text'>Berapa Banyak Saya Boleh Minum?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang gadis cilik dari sebuah keluarga yang amat miskin terpaksa harus dirawat di rumah sakit karna sakitnya yang cukup berat. Pada hari pertama, perawat membawakan segelas susu untuknya. Ia sangat gembira karena di rumah ia tidak pernah minum susu dan kalau sesekali pernah, itu pun harus dibagi-bagi dengan saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu berlalu, perawat kembali ke kamarnya untuk mengambil gelasnya, tetapi perawat mendapati gelas itu masih penuh. Dengan heran perawat bertanya, “Mengapa engkau tidak meminumnya? Apakah engkau memerlukan bantuan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak bu,”jawab gadis itu, “Ibu tidak mengatakan pada saya berapa banyak saya boleh minum!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat itu tahu kemiskinan gadis itu, sehingga ia menahan air matanya. “Minumlah semuanya, anak manis”, katanya dengan lembut. “Saya bawakan segelas penuh ini hanya untukmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar sessekali orang Kristen terhalang untuk minum sebanyak-banyaknya air dari sungai Tuhan, bukan karna tidak mengerti berapa banyak yang harus di minum, tetapi karena kesibukannya, kesuaman, merasa sudah cukup, merasa tidak perlu, dan sebagainya. Ingat, seberapa banyak saudara membuka hati untuk diisi, itu yang akan menjadi ukuran seberapa banyak saudara bisa menjadi berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Barang siapa yang minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barang siapa minum air yang kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air didalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai hidup yang kekal. ---&amp;nbsp;Yohanes 4:14&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2839935376568676758?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2839935376568676758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2839935376568676758' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2839935376568676758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2839935376568676758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/07/berapa-banyak-saya-boleh-minum.html' title='Berapa Banyak Saya Boleh Minum?'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-337831164411960389</id><published>2011-07-12T09:33:00.002+07:00</published><updated>2011-07-12T09:39:24.888+07:00</updated><title type='text'>Kurang Percaya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Thomas sering kita remehkan dan kita ejek sebagai murid yang kurang percaya. Namun demikian tidak sedikit dari antara kita yang bertindak sperti Thomas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat ketika berjalan menuju sekolah, di sudut jalan ada dinding tembok berkapur putih dengan tulisan “ Dilarang kencing disini ‘’. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang membuat heran adalah bahwa beberapa orang orang malah kencing di tempat itu. Maksud tulisan itu adalah supaya tempat itu tetap bersih, tidak berbau dan bebas dari polusi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah seminggu tulisannya ditambah “ Dilarang kencing di sini kecuali anjing “. Tapi masih ada anjing-anjing berkaki dua yang kencing di situ. Aneh tapi nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah saudara, melihat tulisan “cat masih basah” pada pagar atau pintu yang baru di cat? Pernahkah saudara melihat tulisan “baru disemen” pada bangku-bangku taman, teras atau tiang penyangga? Bagaimana pengalaman saudara, bukankah saudara lebih cenderung untuk memegangnya atau mencobanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, ada banyak orang yang memperlakukan firman Tuhan seperti contoh di atas. Mengapa? Karena kurang percaya sehingga manusia itu tetap mencerminkan sifat manusia yang selalu berkata “Tunjukkan padaku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“…Berbahagialah mererka yang tidak melihat namun percaya” --- Yohanes 20:29&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;source: &lt;a href="http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html"&gt;http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-337831164411960389?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/337831164411960389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=337831164411960389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/337831164411960389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/337831164411960389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/07/kurang-percaya.html' title='Kurang Percaya'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6516395362697392472</id><published>2011-07-12T09:30:00.000+07:00</published><updated>2011-07-12T09:30:42.520+07:00</updated><title type='text'>Belajar Mengemudi Mobil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia selalu cenderung mementingkan diri sendiri. Seorang filsuf pernah berkata, “Yang utama adalah perhatikanlah dirimu sendiri, sebab bila seseorang tidak memperhatikan dirinya sendiri, siapa lagi yang akan memperhatikannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendeta bercerita tentang seorang yang sedang belajar mengemudikan mobil di luar kota. Dalam waktu 1 jam saja, ia telah dapat menguasai kemudi dan menjalankan mobil ke depan dan ke belakang dengan tepat. Penguasaan gigi verseneling pun semakin lancar. Pelatihnya berkata, “Cukup, sekarang kita masuk ke kota!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia menjalankan mobilnya di tengah keramaian  kota. Baru beberapa menit setelah dia menjalankan mobil di jalan raya itu, ia menuju pinggir  dan memberhentikan mobilnya.  Pelatihnya bertanya, “Ada apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, bila semua kendaraan itu tidak ada, pasti akan mudah mengendarai mobil di jalan ini,” keluh pemuda yang baru belajar mengemudi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.., kita sering menjadi kesal karna keadaan di sekitar kita dan merasa terganggu dengan desakan kebutuhan orang lain, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan janganlah tiap-tiap orang memperhatikan kepentingan kepentingannya sendiri tetapi kepentingan orang lain juga. --- Filipi 2:4&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6516395362697392472?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6516395362697392472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6516395362697392472' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6516395362697392472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6516395362697392472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/07/belajar-mengemudi-mobil.html' title='Belajar Mengemudi Mobil'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2296616175707376371</id><published>2011-07-12T09:27:00.000+07:00</published><updated>2011-07-12T09:27:58.871+07:00</updated><title type='text'>Iri Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak kecil, penyemir sepatu sedang merenungi nasibnya di bawah sebuah pohon, di depan supermarket, dimana dia sering meminta sepatu tamu-tamu untukk disemirnya. Rupanya anak itu kecewa dengan keadaannya, dan itu menambah kesedihannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian masuklah seorang kaya dengan mobil Mercedez-nya. Anak itu mengikuti terus gerak  mobil orang kaya itu sambil berpikir, “Alangkah bahagianya jika aku yang ada didalam mobil itu, aku tidak akan menyemir sepatu lagi dan tentu pakaianku, makanku dan rumahku akan jauh lebih meyenangkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sopir sang kaya itu masuk ke supermarket, tetapi orang kaya itu tetap tinggal di dalam mobilnya. Tanpa sengaja, pandangan orang kaya dan anak kecil itu bertemu. Dalam hati si kaya berpikir “Alangkah bahagianya jika aku boleh bebas seperti anak itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja si kaya melambaikan tangan memanggil anak kecil yang tengah melamun itu. Setelah ia mendekat ke mobil itu, orang kaya itu bertanya, “Maukah kamu menggantikan saya duduk di dalam mobil ini dan saya akan menggantikanmu?” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditengah-tengah terkejutnya  anak itu si kaya membuka pintu mobilnya dan ia tambah terkejut lagi ketika melihat bahwa si kaya itu tidak mempunyai kedua kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya anak itu lari sambil menjawab, “Tidak…tidak, saya tidak mau, saya mau seperti sekarang  saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. --- Yakobus 3:16 &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2296616175707376371?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2296616175707376371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2296616175707376371' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2296616175707376371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2296616175707376371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/07/iri-hati.html' title='Iri Hati'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-7471651935535978208</id><published>2011-07-12T09:25:00.000+07:00</published><updated>2011-07-12T09:25:10.516+07:00</updated><title type='text'>Anak Ayam Diganti Roti Ayam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang perempuan Kristen mempunyai 2 ekor anak ayam. Anak ayam itu sering mencari makan di halaman rumah tetangganya  yang cepat naik darah. Suatu hari tetangganya  menangkap kedua anak ayam itu dan mencekik lehernya sehingga mati. Lalu anak ayam itu dilemparkannya kembali melalui pagar. Tentu saja  perempuan itu berduka tetapi dia tidak menjadi marah dan mencaci maki tetangganya. Sebaliknya ia mengambil anak ayam itu, mencabuti bulunya dan memasaknya menjadi roti ayam. Kemudian mengirimkan roti ayam tsb ke rumah tetangganya yg telah membunuh anak ayam itu. Perempuan itu meminta maaf karena tidak berhati-hati menjaga anak ayamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangganya  tidak bisa berkata apa-apa. Roti ayam dan permintaan maaf itu membuatnya malu. Sebenarnya bukan maksud perempuan itu untuk membuat dia malu tetapi motivasinya membalas kejahatan dgn kebajikan adalah untuk memperlihatkan kasih Kristen yang nyata kepada tetangganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Ingat :&lt;/u&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Membalas kasih dengan kebencian adalah kejahatan.&lt;br /&gt;Membalas kasih dengan kasih adalah manusiawi.&lt;br /&gt;Membalas kebencian dengan kasih adalah ilahi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? ( Matius 5:46)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://www.akupercaya.com/renungan-harian/6343-cerita-bijak.html&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-7471651935535978208?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/7471651935535978208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=7471651935535978208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7471651935535978208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7471651935535978208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/07/anak-ayam-diganti-roti-ayam.html' title='Anak Ayam Diganti Roti Ayam'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1934368365152845878</id><published>2011-05-23T10:06:00.000+07:00</published><updated>2011-05-23T10:06:11.490+07:00</updated><title type='text'>Potensi Seorang Anak</title><content type='html'>&lt;div class="hentry post post-2 even alt author-inspira6 category-cerita-inspirasi category-santapan-harian post_tag-louis-amstrong post_tag-mendidik-anak clear-block" id="post-1409"&gt; &lt;div class="post-content clear-block"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Louis Armstrong dikenal karena wajahnya yang penuh senyum, suara serak,  saputangan putih, dan permainan terompetnya yang mengagumkan. Namun, masa  kecilnya diwarnai dengan kekurangan dan penderitaan. Ia ditinggal ayahnya sejak  bayi dan dikirim ke sekolah pendisplinan ketika ia baru berusia 12 tahun.  Ajaibnya, ini justru menjadi titik balik yang positif baginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peter Davis, seorang guru musik, secara teratur mengunjungi sekolah tersebut  dan memberikan pelatihan musik untuk para anak laki-laki. Dengan segera,  terlihat keunggulan Louis dalam permainan terompet dan ia menjadi pemimpin band  anak laki-laki. Jalan hidup Louis tampaknya seperti diatur ulang untuk membawa  dirinya menjadi seorang pemain terompet yang terkenal di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah Louis dapat menjadi teladan bagi para orangtua Kristen. &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Didiklah orang  muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan  menyimpang dari pada jalan itu”&amp;nbsp;(Ams. 22:6).&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amsal ini dapat diterapkan lebih  dari sekadar aspek rohani dan moral dari kehidupan anak-anak kita. Kita perlu  juga menyadari bahwa bakat seorang anak seringkali menentukan minat yang ingin  ditekuninya. Dalam kasus Louis, sedikit pelatihan di bidang musik menghasilkan  seorang pemain terompet yang berbakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di saat kita dengan penuh kasih memberikan kepada anak-anak kita arahan yang  saleh dari firman Allah, kita patut juga memacu mereka untuk mendalami minat dan  bakat mereka sehingga mereka dapat menjadi pribadi-pribadi yang sesuai dengan  maksud Allah bagi hidup mereka. —HDF&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;Anak-anak kita adalah hadiah dari Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;em&gt;Dipinjamkan dari  surga sana,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;em&gt;Untuk dilatih dan dibina di dalam Tuhan,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;em&gt;Dan  diarahkan dengan kasih-Nya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;em&gt;—Sper&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;Menyelamatkan seorang anak berarti menyelamatkan satu  kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada  masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. —Amsal  22:6&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Sumber: &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.warungsatekamu.org/2011/01/potensi-seorang-anak/" target="_blank"&gt;http://www.warungsatekamu.org/2011/01/potensi-seorang-anak&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1934368365152845878?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1934368365152845878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1934368365152845878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1934368365152845878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1934368365152845878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/05/potensi-seorang-anak.html' title='Potensi Seorang Anak'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-697506424160618952</id><published>2011-05-23T10:01:00.000+07:00</published><updated>2011-05-23T10:01:17.420+07:00</updated><title type='text'>Burung Gagak dan Sebuah Kendi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu musim yang sangat kering, saat itu hampir semua binatang mengalami  kesulitan untuk mendapatkan air untuk diminum. Demikianlah juga dialami oleh  burung-burung, sekali pun&amp;nbsp; mereka dapat terbang ternyata sangat sulit  mendapatkan sedikit air untuk diminum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada seekor burung gagak yang menemukan sebuah kendi yang berisi sedikit air  di dalamnya. Tetapi ternyata kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang  bentuknya agak tinggi dan dengan leher kendi sempit. Bagaimana pun juga burung  gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, namun  dia tetap tidak dapat mencapainya. Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa  dan merasa akan meninggal karena kehausan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahukah Anda bahwa burung gagak memiliki kecerdikan tersendiri di banding  burung lain pada umumnya? Maka kemudian muncul sebuah ide dalam benak burung  gagak tersebut. Burung itu dengan tekun mulai mengambil batu-batu kerikil kecil  yang ada di samping kendi, kemudian menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu.  Setiap kali burung gagak itu memasukkan kerikil ke dalam kendi, permukaan air  dalam kendi pun berangsur-angsur naik dan bertambah tinggi hingga akhirnya air  tersebut dapat di capai oleh sang burung Gagak, dan ia pun selamat dari  kehausan. (Aesop)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Refleksi:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;Walaupun dengan pengetahuan sedikit namun &lt;a href="http://inspirasijiwa.com/?p=2207" target="_blank" title="Bangkit Dari Keterpurukan"&gt;jika dipergunakan dengan maksimal&lt;/a&gt;, pengetahuan tersebut dapat  menolong diri kita pada saat yang tepat. Bukankah banyak keberhasilan besar  terjadi karena ide-ide yang awalnya sangat sederhana namun jika dikembangkan  akan memberi dampak yang besar. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red; font-size: small;"&gt;Bukan dimana Anda mulai yang penting, tetapi jika Anda sudah memulai, itu  yang penting. Joe Sabath mengatakan “Anda tidak perlu menjadi hebat untuk  memulai, tetapi &lt;a href="http://inspirasijiwa.com/?p=2182" target="_blank" title="10 Tips Karir Melesat"&gt;Anda harus mulai untuk  menjadi hebat&lt;/a&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;source: http://inspirasijiwa.com/?cat=90&amp;amp;paged=2&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-697506424160618952?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/697506424160618952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=697506424160618952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/697506424160618952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/697506424160618952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/05/burung-gagak-dan-sebuah-kendi.html' title='Burung Gagak dan Sebuah Kendi'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2098007273749126247</id><published>2011-05-23T09:54:00.000+07:00</published><updated>2011-05-23T09:54:44.456+07:00</updated><title type='text'>Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih Sayang</title><content type='html'>&lt;div class="hentry post post-2 even alt author-inspira6 asides category-cerita-inspirasi post_tag-cerita-inspirasi-2 post_tag-ilustrasi-khotbah post_tag-inspirasi post_tag-kasih-sayang clear-block" id="post-1036"&gt; &lt;div class="post-content clear-block"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya  keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman  depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi  aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke  dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu  kembali”, kata pria itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua  kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata  pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh  masuk untuk menikmati makan malam ini”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir  bersamaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil  menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, “sedangkan yang ini bernama  Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri  bernama Kasih-Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami  yang boleh masuk ke rumahmu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.  Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu,  coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan  Kekayaan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita  tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk  membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan  siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si  Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan  kehangatan Kasih-sayang.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk  si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman  santap malam kita.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara  Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita  malam ini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata,  kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu  bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu  ikut juga?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si  Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun,  karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi,  kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini  buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa  menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh  bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Refleksi:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Banyak orang terlalu fokus pada pencarian  kekayaan dan terlalu sibuk pada aktivitas pekerjaan dan lupa untuk memperhatikan  hal-hal rohani yang sessungguhnya akan sangat bermanfaat bagi totalitas  kehidupannya. Di dunia ini juga banyak pilihan-pilihan, sebagian pilihan  menawarkan kesuksesan dan kekayaan, sebagian pilihan menawarkan kehadiran dan  pertolongan Tuhan. Namun kebanyakan orang kehilangan Allah ketika mereka hanya  memilih kesuksesan atau kekayaan. Padahal Tuhan telah berjanji, apabila orang  percaya memilih untuk mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maka semua hal-hal  yang diperlukan akan ditambahkan kepada mereka yang sungguh-sungguh  mencari-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: red;"&gt;“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya  itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2098007273749126247?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2098007273749126247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2098007273749126247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2098007273749126247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2098007273749126247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/05/kekayaan-kesuksesan-dan-kasih-sayang.html' title='Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih Sayang'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3262948324573764254</id><published>2011-04-20T10:10:00.000+07:00</published><updated>2011-04-20T10:10:39.018+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sebuah Benih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu kali, ada sebuah benih yang tercecer dan tidak dipedulikan orang. Karena merasa rendah diri, benih itu menganggap dirinya tidak penting. Hingga suatu hari, angin kencang datang dan membuat benih itu terbang – dia tidak tahu akan dibawa kemana – lalu tiba-tiba ia dilemparkan tanpa ampun ke sebuah tanah terbuka dan terpanggang di bawah sinar matahari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia merasa bingung, mengapa ia harus mengalami semuanya itu? Tetapi yang ia butuhkan bukanlah sebuah jawaban, tetapi air hujan sebagai gantinya terik matahari; kadang gerimis dan kadang hujan deras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara waktu berlalu dan tahun berganti, ia melihat seorang pengelana duduk di dekatnya, “Terima kasih Tuhan untuk ini. Saya sangat membutuhkan istirahat.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa yang kamu bicarakan?” benih itu bertanya. Pikirnya sang pengelana sedang mengolok-olok dirinya. Benih itu memang melihat beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak ada yang berbicara seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa itu?” orang tersebut terkejut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini aku, Benih..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Benih?” Pria itu melihat pohon raksasa itu. “Apa kamu bercanda? Kamu bukan benih. Kamu pohon. Sebuah pohon raksasa!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Benarkah?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya! Kamu pikir kenapa semua orang itu datang ke sini?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Untuk apa mereka datang kesini?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Untuk berasakan keteduhanmu! Jangan beritahu saya bahwa kamu tidak tahu telah mengalami pertumbuhan bersama berjalannya waktu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesaat hening ketika pengelana itu selesai mengucapkan kalimat tersebut, dan membuat benih itu sadar siapa dirinya sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benih itu sekarang telah menjadi sebuah pohon raksasa. Sambil berpikir, ia tersenyum untuk pertama kalinya. Tahun-tahun melelahkan berada dalam penyiksaan matahari dan hujan akhirnya masuk akal baginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oh! Itu artinya aku bukan benih kecil lagi! Aku tidak ditakdirkan untuk mati tanpa dikenali siapapun tetapi sebenarnya aku lahir untuk memberi keteduhan bagi orang-orang yang lelah. Wow! Sekarang hidupku seharga ribuan permata!” ucap benih yang telah menjadi sebuah pohon raksasa itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tahukah Anda, kehidupan manusia serupa dengan jalan hidup benih ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berharga, dan setiap kesukaran yang dialaminya dimasa lalu adalah sebuah proses untuk membuat mereka kuat dan bertumbuh menjadi pribadi yang besar yang dapat memberkati kehidupan banyak orang.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Ingatlah bahwa hidup Anda lebih berharga dari ribuan permata, karena Anda telah ditebus dengan darah Kristus yang mahal. Hari ini sadarilah, bahwa Anda bukanlah sebuah benih lagi. Anda adalah sebuah pohon dimana ada banyak orang yang bernaung.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3262948324573764254?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3262948324573764254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3262948324573764254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3262948324573764254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3262948324573764254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/04/kisah-sebuah-benih.html' title='Kisah Sebuah Benih'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-49908759750968698</id><published>2011-04-07T11:56:00.000+07:00</published><updated>2011-04-07T11:56:43.794+07:00</updated><title type='text'>Doa Tanpa Arti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu malam yang sangat dingin, seorang pemuda duduk di dekat perapian di rumahnya untuk menghangatkan badan. Saat pandangannya menatap jendela rumahnya, dilihatnya seorang kakek sedang berjalan ditengah salju yang putih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Pemuda kemudian berpikir, “Ah Malangnya kakek itu, dia harus berjalan ditengah badai salju seperti ini. Baiklah aku akan mendoakan dia saja agar dapat tempat berteduh.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemuda itu lalu berdoa kepada Tuhan : “Tuhan bantulah agar orang tua di depan rumahku ini mendapatkan tempat untuk berteduh. Kasihan Tuhan dia kedinginan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika si pemuda mengakhiri doanya dilihatnya sang kakek berjalan mendekati rumahnya dan diapun sempat mendengar suara rintihan sang kakek yang kedinginan ketika sang kakek bersandar di dekat jendela rumahnya. Mendengar itu sang pemuda berdoa lagi kepada Tuhan. “ Tuhan lihatlah sang kakek di luar rumah itu. Kasihan sekali dia Tuhan, biarlah Engkau membantunya agar dia tidak kedinginan lagi.bantulah agar dia mendapatkan tempat berteduh yang hangat.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu si pemuda pun tidur lelap. Keesokan harinya si pemuda terbangun karena suara gaduh masyarakat sekitarnya. Dia pun keluar rumah dan menemukan sang kakek telah meninggal bersandar di dekat jendela rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si pemuda kemudian berdoa lagi kepada Tuhan, “Tuhan mengapa Engkau membiarkan kakek itu meninggal kedinginan padahal aku sudah mendoakannya agar dia selamat.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan pun menjawab si pemuda itu, “Aku mendengar doamu hai pemuda. Aku sudah membimbing kakek itu agar mendekati rumahmu. Akan tetapi engkau tak menghiraukannya bahkan ketika kakek itu merintih di depan jendela rumahmu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2010/11/doa-tanpa-arti.html"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2010/11/doa-tanpa-arti.html&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-49908759750968698?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/49908759750968698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=49908759750968698' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/49908759750968698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/49908759750968698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/04/doa-tanpa-arti.html' title='Doa Tanpa Arti'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8296952903893873819</id><published>2011-04-07T11:48:00.000+07:00</published><updated>2011-04-07T11:48:40.767+07:00</updated><title type='text'>Allah Mempunyai Fotomu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang artis pencandu obat-obatan dan divonis oleh dokter bahwa dia terkena virus HIV, kini tergolek sekarat di rumahnya. Seorang teman datang untuk menghibur dan mencoba menguatkan imannya. Namun dosa-dosa yang telah diperbuat sang artis ini telah membutakan nya sehingga dia merasa sangat putus asa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku berdosa," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku telah menghancurkan hidupku sendiri dan kehidupan banyak orang di sekelilingku. Sekarang aku tersiksa dan tidak ada lagi yang bisa aku perbuat untuk memperbaikinya. Aku akan masuk neraka."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Temannya ini melihat ada sebuah potret gadis kecil yang cantik dan lucu dengan pigura indah di atas meja kecil di samping tempat tidur sang artis. Lalu dia bertanya, "Foto siapa ini ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar pertanyaan itu, si artis bangkit semangatnya dan menjawab dengan antusias, "Itu putriku. Dia adalah mutiara hidupku. Satu-satunya yang terindah yang aku miliki."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apakah kamu akan menolongnya jika dia mendapat kesulitan atau apakah kamu memaafkannya apabila dia melakukan kesalahan. Apakah kamu masih menyayanginya?" tanya sang teman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tentu saja," jawab sang artis. "Aku akan melakukan apapun demi dia. Mengapa kamu bertanya seperti ini ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya ingin kamu tahu bahwa Allah juga punya foto dirimu di atas mejanya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang artis tersentak. Sudah lama ia tidak mendengar kata Allah dan bahkan tidak pernah mengucapkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;Saudara, mengapa kita sering menghakimi diri kita sendiri dengan tuduhan-tuduhan yang kejam, dengan pikiran-pikiran yang jelek? Kalau kita saja menghakimi diri sendiri seperti itu, bagaimana dengan orang lain?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;Apakah kita lupa, bahwa kita ini milik kepunyaan Allah? Apakah kita lupa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk membuktikan kepada kita bahwa kita ini berharga dan mulia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;Kita sangat sangat dikasihi-Nya. Seburuk apapun kesalahan dan pelanggaran kita, Allah mau mengampuninya. Kasih-Nya menutupi semuanya. Kasih-Nya tulus, yang dibuktikanNya dengan datang sebagai bayi kecil, kemudian Dia mencurahkan darah-Nya untuk menebus kita dan menguduskan kita sekali untuk selamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;&lt;strong&gt;Dia bukan hanya mempunyai foto diri kita, tapi juga keseluruhan hidup kita. Kita harus bersyukur karena kita terpahat ditanganNya&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2010/11/allah-mempunyai-fotomu.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2010/11/allah-mempunyai-fotomu.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8296952903893873819?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8296952903893873819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8296952903893873819' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8296952903893873819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8296952903893873819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/04/allah-mempunyai-fotomu.html' title='Allah Mempunyai Fotomu'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1030127074000009242</id><published>2011-04-07T11:17:00.001+07:00</published><updated>2011-04-07T11:18:27.001+07:00</updated><title type='text'>Kehadiran Allah Selalu Nampak Di Sekitar Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Seorang Manusia berbisik, "Tuhan, bicaralah padaku."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan burung kutilang pun bernyanyi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Maka, Manusia itu berteriak, "Tuhan, bicaralah padaku !"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan guntur dan petir pun mengguruh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Manusia itu melihat sekelilingnya dan berkata, "Tuhan, biarkan aku melihat Engkau."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan bintang pun bersinar terang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Dan, Manusia berteriak lagi, "Tuhan, tunjukkan aku keajaiban-Mu !"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan seorang bayi pun lahirlah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, "Jamahlah aku, Tuhan!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini ...karenanya saya ingin menambahkan satu lagi: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Manusia itu berseru, "Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Dan datanglah pesan dengan berita-berita baik dan menguatkan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah....&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Berita baik itu adalah bahwa Anda masih dicintai orang lain !&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita. Jadilah peka dengan kehadiran Tuhan di sekitar kita. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;source: &lt;a href="http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011_02_01_archive.html"&gt;http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011_02_01_archive.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1030127074000009242?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1030127074000009242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1030127074000009242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1030127074000009242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1030127074000009242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/04/kehadiran-allah-selalu-nampak-di.html' title='Kehadiran Allah Selalu Nampak Di Sekitar Kita'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5037796381383723347</id><published>2011-03-28T16:07:00.001+07:00</published><updated>2011-03-28T16:09:26.370+07:00</updated><title type='text'>Mintalah, Maka Allah Akan Memberi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Saya minta kekuatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;DIA&amp;nbsp;beri aku kesulitan supaya aku menjadi kuat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Saya minta kebiasaan bijaksana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;DIA&amp;nbsp;beri aku masalah supaya aku memecahkannya dengan bijaksana&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Saya minta kekayaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;DIA&amp;nbsp;beri aku kekuatan otot dan otak supaya aku berkarya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Saya minta keberanian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;DIA&amp;nbsp;beri aku bahaya supaya aku mampu mengatasinya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Saya minta kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;DIA&amp;nbsp;beri aku anak yang bermasalah supaya aku dapat membantunya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Saya minta kesenangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;DIA&amp;nbsp;beri aku beberapa peluang supaya aku bisa memilih jenis kesenangan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Saya tidak memperoleh apapun yang saya mau,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Tetapi saya menerima segala-galanya yg saya butuhkan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5037796381383723347?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5037796381383723347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5037796381383723347' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5037796381383723347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5037796381383723347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/03/mintalah-maka-allah-akan-memberi.html' title='Mintalah, Maka Allah Akan Memberi'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3882899053634073971</id><published>2011-03-28T16:05:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T16:05:39.736+07:00</updated><title type='text'>Tangan Ibuku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya, pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yang mengalir keluar tanpa saya sadari. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan belanja telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya dan, yang membuatnya terkejut,memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata saya yang baru betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia ini memiliki banyak keajaiban, Segala ciptaan Allah yang begitu agung; Tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan ibu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Bev Hulsizer) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2010/03/tangan-ibuku.html"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2010/03/tangan-ibuku.html&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3882899053634073971?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3882899053634073971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3882899053634073971' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3882899053634073971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3882899053634073971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/03/tangan-ibuku.html' title='Tangan Ibuku'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4217672436908167474</id><published>2011-03-28T15:58:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T15:58:32.372+07:00</updated><title type='text'>Benih Kecil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Di bawahnya, tampak dua orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka dibawah pohon yang besar itu. Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan anaknya yang masih belia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kapan aku besar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sepertinya", lanjut sang bocah, "Aku tak akan bisa besar. Tubuhku ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar. Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap seperti ini."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah. Lalu, ia kembali melanjutkan, "Bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar-besar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, ia pun mulai berbicara, "Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini, ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari tempat yang sama." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diperhatikannya wajah sang anak yg tampak tertegun, "Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari yg cukup. Namun jangan lupakan waktu yg membuatnya terus bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah melatihnya menjadi makhluk yang sabar." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri, meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena Allah, menciptakan kita penuh dengan keistimewaan. Dan karena Allah, memang menyiapkan kita menjadi makhluk dengan berbagai kelebihan. Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan kita menjadi besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan, bilakah saatnya berhasil?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kapankah saat itu akan datang? Anda adalah layaknya benih kecil itu. Benih yang menyimpan semua kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang lebar. Dalam benih itu pula akar-akar yang keras dan menghujam itu berasal. Namun, akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa alpa dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar matahari? Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses, tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Akankah Allah lupa mengingatkan kita dengan hembusan angin "masalah", derasnya air "ujian" serta teriknya matahari "persoalan"? Tidak. Karena Allah Maha Tahu, bahwa setiap hamba-Nya akan menemukan jalan keberhasilan, maka Allah akan tak pernah lupa dengan itu semua. Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan dan dan kesuksesan itu telah ada dalam diri Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4217672436908167474?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4217672436908167474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4217672436908167474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4217672436908167474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4217672436908167474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/03/benih-kecil.html' title='Benih Kecil'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2248071969707211167</id><published>2011-02-28T14:40:00.000+07:00</published><updated>2011-02-28T14:40:45.798+07:00</updated><title type='text'>Harta Karun dan Ketamakan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah kisah tua yang telah beredar menembusi batas budaya dan telah diceritakan berulang kali. Dikisahkan, seorang pertapa tua, dalam perjalanan meditasinya menembusi hutan belantara, ia menemukan sebuah gua batu yang di dalamnya penuh berisikan harta karun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang pertapa yang tidak hanya tua tetapi juga bijaksana ini setelah melihat apa yang ada dalam gua tersebut serentak menyingsingkan sarung pertapaannya dan mengambil langkah seribu, berlari sekuat tenaga meninggalkan gua yang penuh harta karun tersebut. Namun di tengah jalan ia berpapasan dengan tiga serdadu yang nampak keheranan menyaksikan sang pertapa tua yang sedang ketakutan tersebut. Ketiga serdadu tersebut menghentikannya dan menanyakan alasan yang membuatnya kelihatan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya melarikan diri dari kejaran segerombolan setan," jawab sang pertapa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Didorong oleh rasa ingin tahu yang amat mendalam, ketiga serdadu itu mendesak, "Tunjukan hal itu kepada kami."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil memberontak dan protes keras, sang pertapa tua membawa ketiga serdadu itu menuju gua harta karun yang baru saja ditemukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Lihatlah!" kata sang pertapa, "Inilah setan, sang kematian yang sedang mengejar diriku."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga serdadu itu saling memandang dan merasa bahwa sang pertapa tua itu adalah seorang yang amat bodoh dan sedang dirasuki setan. Karena itu mereka melepaskannya untuk meneruskan perjalanannya. Kini mereka bersorak atas apa yang baru saja mereka temukan, dan memutuskan bahwa salah satu di antara mereka harus kembali ke kota untuk membeli bahan makanan yang cukup serta membawa alat-alat untuk menggali dan menumpulkan harta karun tersebut, sedangkan dua yang lain akan menunggu dan menjaga dalam gua sehingga harta karun tersebut tidak jatuh ke tangan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu di antara mereka menawarkan diri untuk menuju kota. Dalam perjalanannya ke kota ia mulai merancang suatu aksi yang akan dibuatnya agar harta karun dalam gua itu sepenuhnya menjadi miliknya. Apa yang akan dibuatnya? Ia akan meracuni makanan yang akan diberikan kepada kedua temannya. Bila keduanya mati keracunan maka harta karun itu akan menjadi miliknya tanpa harus dibagi-bagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat yang sama kedua serdadu yang menanti dalam gua juga sedang berembuk mencari jalan agar harta karun yang ada hanya dibagikan di antara mereka berdua. Keputusan mereka telah bulat, teman yang kini menuju kota itu harus dibunuh saat ia tiba kembali ke dalam hutan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka terjadilah!!! Ketika sang teman datang membawa makanan serta beberapa alat yang dibelinya dari kota, ia dengan segera dibunuh oleh dua teman lain yang menunggu di dalam gua. Setelah itu keduanya duduk berpesta pora menikmati makanan yang baru dibawa itu. Namun apa yang terjadi selanjutnya? Pesta pora kini berubah kelabu. Keduanyapun mati keracunan, dan harta karun yang ada dalam gua tersebut ditinggalkan sebagaimana adanya sejak sedia kala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang pertapa ternyata benar. Harta karun dalam gua tersebut ternyata telah berubah menjadi seumpama singa lapar yang siap menerkam dan membunuh. Ketamakan ternyata adalah suatu kekuatan yang bisa menghancurkan dan mematikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: #cc0000; color: white; font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Dan sang guru berkata; "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." (Luk 12:15). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011/02/harta-karun-dan-ketamakan.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011/02/harta-karun-dan-ketamakan.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2248071969707211167?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2248071969707211167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2248071969707211167' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2248071969707211167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2248071969707211167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/02/harta-karun-dan-ketamakan.html' title='Harta Karun dan Ketamakan'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-976854660559963917</id><published>2011-02-28T14:34:00.000+07:00</published><updated>2011-02-28T14:34:50.940+07:00</updated><title type='text'>Mengejar Bayangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak kecil bercucuran keringat. Ia telah berusaha cukup lama berlari dan terus berlari. Ia ingin mengalahkan sesuatu di depannya, ia ingin melampaui bayangannya sendiri. Namun semakin ia kejar, semakin yang dikejar itu menjauh mendahuluinya. Tak peduli berapa jauh ia mengejar, berapa cepat ia berlari, bayangannya selalu tetap saja berada di depannya, pada hal ia kini sudah kehabisan tenaga. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya orangtuanya tahu juga apa yang sedang diperbuat anaknya. Sang ibu dengan penuh kasih memberikan sebuah nasihat yang amat sederhana; 'Anakku sayang! Hanya ada satu tindakan sederhana yang perlu engkau perbuat untuk mengalahkan bayanganmu, yakni berjalan menghadap matahari. Karena dengan itu bayanganmu pasti akan berada di belakangmu. Hanya dengan itu engkau menjadi pemenangnya'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Anda mungkin pernah atau sedang berusaha sekuat tenaga untuk melampaui suatu &lt;em&gt;'bayangan'&lt;/em&gt; tertentu. Mungkin anda berhadapan dengan problema pekerjaan, studi, atau masalah perkawinan dan kehidupan rumah tangga.&amp;nbsp;Bila saat itu datang, mari kita berdiri menghadap Sang Matahari abadi yang memancar dalam setiap hati. &lt;strong&gt;Yesus&lt;/strong&gt;, adalah Matahari sejati kita. Seperti janji matahari untuk terbit menyinari kita...seperti itulah janji Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Segala rintangan tak akan menghadap kita, tetapi kita akan melaluinya dan kita akan melewatinya ketika kita berjalan menuju kepadaNya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011/02/mengejar-bayangan.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011/02/mengejar-bayangan.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-976854660559963917?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/976854660559963917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=976854660559963917' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/976854660559963917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/976854660559963917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/02/mengejar-bayangan.html' title='Mengejar Bayangan'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6335845613267066029</id><published>2011-02-28T14:23:00.000+07:00</published><updated>2011-02-28T14:23:49.041+07:00</updated><title type='text'>Puzzle</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak kecil, diberikan &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; oleh Ibunya. Ibunya berkata kepada anaknya, “Nak, kalau kamu merangkainya dengan benar kamu akan mendapatkan gambar anak panda kesenanganmu. “ &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang anak mulai merangkainya sedikit demi sedikit dan sang ibu melihat disampingnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Ibu memberikan nasihat-nasihat kepada anaknya tentang bagaimana merangkai &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; yang benar. Tetapi dasar sang anak yang bandel, ia seenaknya sendiri menaruh potongan &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; itu tidak pada tempatnya. Sedikit demi sedikit potongan itu dirangkai dengan seenaknya sendiri. Akhirnya &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; itu jadi, tetapi terangkai berantakan. Sang anak tidak melihat sedikitpun gambar anak panda pada rangkaian &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt;-nya itu........ Sang anak pun mulai marah kepada ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia berkata dengan kasar, “Ibu bohong, aku sudah lama merangkai &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; ini yang katanya dapat menjadi gambar anak panda kesayanganku tetapi lihatlah gambar apa ini??” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang ibu kemudian membongkar semua potongan &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; yang dirangkai salah oleh anaknya itu. Saat itu sang anak pun tambah marah kepada ibunya, “Ibu jahat, mengapa ibu menyia-yiakan hasil karyaku.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia kemudian membanting semua potongan &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; itu ke lantai. Ibunya sangat sedih melihat hal itu. Tetapi ia kemudian mulai membujuk anaknya lagi dengan lembut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak mari ibu bantu menyusun yang benar.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang anak pun sedikit demi sedikit menuruti ibunya. Memang kadang beberapa potongan dibongkar oleh ibunya dan sang anakpun mulai ngambek, tetapi karena ia mendengarkan nasihat ibunya maka ia pun mulai terhibur dan menyusun potongan-potongan itu sesuai dengan nasihat ibunya. Akhirnya jadilah &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt; itu. Sang anak melihat betapa indahnya gambar anak panda yang diberikan oleh ibunya yang terbentuk saat potongan puzzle terakhir diletakkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya sang anak memeluk ibunya dan berkata “Terima kasih mama, aku mencintaimu mama.........................” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;Teman-teman terkasih..... perjalanan hidup kita itu ibarat kita sedang menyusun sebuah &lt;em&gt;puzzle&lt;/em&gt;.. Terkadang kita merasa Tuhan membongkar semua rencana kita. Tuhan mengabaikan doa-doa permohonan kita atau kita menemukan diri kita patah hati, sedih, bangkrut, sakit, cacat, dan lain lain.&amp;nbsp;Walaupun kita telah berdoa kepada-Nya terus... tetapi percayalah teman, Tuhan akan membongkar semua jalan yang kita buat jika jalan itu akan membinasakan kita. Ia ingin kita selamat dan bersamanya di Surga. Percayalah bahwa Tuhan akan membantu kita menyusun gambar yang terbaik dalam hidup kita.....kita hanyalah anak kecil yang tak tahu apa-apa, dengarkanlah Dia yang membimbingmu selalu.... &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011/02/puzzle.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011/02/puzzle.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6335845613267066029?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6335845613267066029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6335845613267066029' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6335845613267066029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6335845613267066029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/02/puzzle.html' title='Puzzle'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6522098055449622302</id><published>2011-02-28T14:16:00.000+07:00</published><updated>2011-02-28T14:16:20.429+07:00</updated><title type='text'>Dua Kotak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada di tanganku dua buah kotak yang telah Tuhan berikan padaku untuk dijaga. Kata-Nya, "Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam. Dan masukkan semua kebahagiaanmu ke dalam kotak yang berwarna emas." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku melakukan apa yang Tuhan katakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap kali mengalami kesedihan maka aku letakkan ia ke dalam kotak hitam. Sebaliknya ketika bergembira maka aku letakkan kegembiraanku dalam kotak berwarna emas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi anehnya, semakin hari kotak berwarna emas semakin bertambah berat. Sedangkan kotak berwarna hitam tetap saja ringan seperti semula. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan penuh rasa penasaran, aku membuka kotak berwarna hitam. Kini aku tahu jawabannya. Aku melihat ada lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu, sehingga semua penderitaan yang aku masukkan ke sana selalu jatuh keluar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tunjukkan lubang itu pada Tuhan dan bertanya, "Kemanakah perginya semua penderitaanku?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan tersenyum hangat padaku. "AnakKu, semua penderitaanmu berada padaKu." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bertanya kembali, "Tuhan, mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak emas dan kotak hitam yang berlubang?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"AnakKu, kotak emas Kuberikan agar kau senantiasa menghitung rahmat yang Aku berikan padamu, sedangkan kotak hitam Kuberikan agar kau melupakan penderitaanmu." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ingat-ingatlah semua kebahagiaanmu agar kau senantiasa merasakan kebahagiaan. Campakkan penderitaanmu agar kau melupakannya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011/02/dua-kotak.html"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://kasih-yesus-dihidupku.blogspot.com/2011/02/dua-kotak.html&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6522098055449622302?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6522098055449622302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6522098055449622302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6522098055449622302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6522098055449622302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/02/dua-kotak.html' title='Dua Kotak'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3080637164594136008</id><published>2011-01-28T15:23:00.000+07:00</published><updated>2011-01-28T15:23:55.280+07:00</updated><title type='text'>Cinta Tulus Seorang Anak Kecil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu pagi yang sunyi, di suatu desa kecil di Korea, ada sebuah bangunan kayu mungil yang atapnya ditutupi oleh seng-seng. Itu adalah rumah yatim piatu dimana banyak anak tinggal akibat orang tua mereka meninggal dalam perang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba kesunyian pagi itu dipecahkan oleh bunyi mortir yang jatuh diatas rumah yatim piatu itu. Atapnya hancur oleh ledakan, dan kepingan-kepingan seng mental keseluruh ruangan sehingga membuat banyak anak yatim piatu terluka. Ada seorang gadis kecil terluka dibagian kaki oleh kepingan tersebut, dan kakinya hampir putus. Ia terbaring diatas puing-puing ketika ditemukan. Pertolongan pertama segera dilakukan kepada anak-anak yatim piatu itu dan seseorang segera dikirim ke rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika para dokter dan perawat tiba, mereka mulai memeriksa anak-anak yang terluka. Ketika dokter melihat gadis kecil itu, ia menyadari bahwa pertolongan yang paling dibutuhkan oleh gadis kecil itu secepatnya adalah darah. Ia segera melihat arsip yatim piatu untuk mengetahui apakah ada anak yang memiliki golongan darah yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perawat yang bisa berbicara bahasa Korea mulai memanggil nama-nama anak yang memiliki golongan darah yang sama dengan gadis kecil itu. Beberapa menit kemudian, setelah terkumpul anak-anak yang memiliki golongan darah yang sama, dokter berbicara kepada kelompok anak-anak itu dan perawat menerjemahkan, “Apakah ada diantara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk gadis kecil ini?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak itu tampak ketakutan, tetapi tidak ada yang berbicara. Sekali lagi dokter itu memohon, “Tolong, apakah ada diantara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk teman kalian? Karena jika tidak Ia akan meninggal!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya ada seorang bocah laki-laki di belakan mengangkat tangannya dan perawat segera membaringkannya di ranjang untuk mempersiapkan proses transfusi darah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika perawat mengangkat lengan bocah untuk membersihkannya, bocah itu mulai gelisah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tenang saja, “ kata perawat itu. “Tidak akan sakit kok.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu dokter mulai memasukkan jarum, ia mulai menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apakah sakit?” tanya dokter itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi bocah itu malah menangis lebih kencang. “Aku telah menyakiti bocah ini!” kata dokter itu didalam hati dan mencoba meringankan sakit bocah itu dengan menenangkannya, tetapi tidak ada gunanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa lama, proses transfusi telah selesai dan dokter itu minta perawat untuk bertanya kepada bocah itu. “Apakah sakit?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bocah itu menjawab, “Tidak, tidak sakit.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu kenapa kamu menangis?” tanya dokter itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Karena aku sangat takut untuk meninggal ,” kawab bocah itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dokter itu tercengang, “Kenapa kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan air mata dipipinya, bocah itu menjawab, “Karena aku kira untuk menyelamatkan dia, aku harus menyerahkan seluruh darahku…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dokter itu tidak bisa berkata apa-apa, kemudian dia bertanya lagi, “Lalu jika kamu pikir kamu akan meninggal, kenapa kamu bersedia untuk memberikan darahmu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil terisak ia berkata. “Karena dia adalah sahabatku, dan aku mengasihinya….”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak itu tahu bahwa karena kasihnya ia harus berkorban, namun ia tetap rela mati demi menyelamatkan seorang sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://artikelkristen.com/cinta-tulus-seorang-anak-kecil.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://artikelkristen.com/cinta-tulus-seorang-anak-kecil.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3080637164594136008?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3080637164594136008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3080637164594136008' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3080637164594136008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3080637164594136008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/01/cinta-tulus-seorang-anak-kecil.html' title='Cinta Tulus Seorang Anak Kecil'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4305334465096032501</id><published>2011-01-28T15:10:00.004+07:00</published><updated>2011-01-28T15:11:54.967+07:00</updated><title type='text'>Batu Kecil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat keatas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat dia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada dibawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya itu, ia mencoba melemparkan uang logam didepan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu, lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun mendapatkan hasil yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba ia mendapat ide, Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya kearah temannya tadi. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, sekarang temannya menengadah keatas. Dan pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;strong&gt;Tuhan kadang mengijinkan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan berkatNya, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu ingat akan Dia, Tuhan menjatuhkan “batu kecil” kepada kita.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;a href="http://artikelkristen.com/batu-kecil.html"&gt;http://artikelkristen.com/batu-kecil.html&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4305334465096032501?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4305334465096032501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4305334465096032501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4305334465096032501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4305334465096032501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/01/batu-kecil.html' title='Batu Kecil'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4615437677316162143</id><published>2011-01-28T15:07:00.001+07:00</published><updated>2011-01-28T15:08:19.690+07:00</updated><title type='text'>Seorang Pembajak dari Rumah Doa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada usia 27, wanita muda itu sedang menghadapi masa penjaranya yang keempat di Uni Soviet, tetapi agaknya penjara hanya memberi pengaruh sedikit tetapi malahan meningkatkan cintanya terhadap firman Allah dan kepentingannya terhadap imannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Di penjara, hal yang paling sukar adalah untuk hidup tanpa Alkitab.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aida berdiri di sudut menyerahkan kartu-kartu kecil dengan puisi – puisi di dalamnya. Pada tiap kartu terdapat puisi yang telah ia tulis sendiri. Tiap puisi menyatakan kasih dan sukacita yang ia peroleh dari pengenalan akan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa mengambilnya karena mereka tertarik dengan apa yang mungkin sedang ia bagikan, beberapa karena ia begitu cantik, tetapi kebanyakan mungkin mengambil kartu-kartunya karena sukacita dan kasih yang tampak di dalam senyumnya saat ia menatap ke dalam mata setiap orang dan memberikan kepada mereka sebuah kartu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ini ia ditahan dan dibawa ke pengadilan. Di hadapan pengadilan dengan berani Aida bersaksi, “Masyarakat yang sedang dibangun oleh kalian, para komunis, tidak pernah dapat menjadi adil karena kalian sendiri tidak adil.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ia dilepaskan, ia langsung kembali kepada pekerjaannya untuk gereja bawah tanah. Karena kecantikannya, kemauan kerasnya, dan keberaniannya, ia disebut “&lt;em&gt;pembajak dari rumah doa&lt;/em&gt;” oleh koran komunis Izvestia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu tulisan berani yang ia tulis adalah, “Kalian, para &lt;em&gt;atheis&lt;/em&gt;, dapat mengadakan pertemuan bersama setiap saat dan melakukan apa pun yang kalian inginkan — berbicara, membaca, bernyanyi. Jika demikan, mengapa kami tidak dapat saling mengunjungi? Hukum apa yang melarang hal ini? Mengapakah kami tidak boleh berdoa atau membaca Alkitab kapan pun kami ingin? Kami diizinkan untuk berbicara mengenai Allah hanya di gereja. Kalian pasti tidak akan setuju jika kalian diizinkan untuk berbicara mengenai teater hanya di teater atau mengenai buku-buku hanya di perpustakaan. Dengan cara yang sama, kami tidak dapat diam mengenai apa yang merupakan seluruh arti dari hidup kami — mengenai Kristus.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi ia dijatuhi hukuman empat tahun penjara, tetapi ia tidak bergeming.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu kali, sebuah Injil Markus diselundupkan kepadanya. Ketika para penjaga mengetahui bahwa aku memiliki sebuah Injil, mereka menjadi khawatir dan menggeledah seluruhnya. Pada pencarian kedua, mereka menemukannya. “Aku dihukum karena ini dan harus menghabiskan waktu sepuluh hari dan sepuluh malam di dalam tahanan sel yang dingin dan terasing. Tetapi dua minggu kemudian aku diberikan seluruh Perjanjian Baru yang dapat aku simpan nyaris hingga hari pembebasanku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Penjara sering kali digeledah, tetapi setiap kali Tuhan membantu aku. Aku tahu lebih dahulu mengenai penggeledahan sehingga aku dapat menyimpan buku berharga itu. Banyak tahanan lain yang menolongku menyembunyikan buku itu, walaupun mereka bukan orang Kristen.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para penjaga melakukan banyak hal untuk berusaha membuatnya kehilangan keberanian dan membuatnya menyangkal imannya, namun beberapa dari tindakan tersebut justru memberikan efek yang sebaliknya. “Satu kali seorang penjaga menunjukkan kepadaku bungkusan makanan. Ia mengatakan kepadaku bahwa isinya coklat dan berbagai hal lezat lainnya. Bungkusan itu tidak diberikan kepadaku [karena aku tidak mau menyangkal imanku], tetapi dengan menunjukkan bungkusan itu aku malah mendapatkan dorongan kekuatan karena mengetahui bahwa sahabat-sahabatku peduli akan diriku. Kenyataan tersebut jauh lebih berarti daripada makanannya. Pada kesempatan lain, aku diberitahukan bahwa sepuluh paket telah tiba untukku dari Norwegia, tetapi paket ini pun tidak diberikan kepadaku. Kami sangat bersukacita karena mengalami persekutuan roh yang nyata dengan sesama orang Kristen di bagian-bagian dunia yang berbeda. Hal ini memberikan kepada kami harapan di dalam penjara. Aku ingin mengirimkan sebuah ungkapan kasih dari kami semua kepada mereka yang telah peduli terhadap kami dan berdoa bagi kami.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ia dilepaskan dari masa penjaranya yang keempat, Aida telah berubah secara drastis. Kecantikan bagai bintang film yang ia miliki pada masa mudanya bukan saja lenyap, tetapi pada usianya yang baru tiga puluh tahun ia tampak seperti berusia lebih dari lima puluh. Ia kurus kering dan lusuh oleh tahun-tahun yang dihabiskannya di dalam penjara. Jika Anda melihatnya, Anda tidak akan pernah mengenalinya sebagai wanita yang sama, kecuali untuk satu hal: &lt;em&gt;senyumannya&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senyumannya masih mencerminkan kasih dan sukacita karena pengenalan akan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai masa penjaranya yang terakhir dan paling sukar, Aida menulis, “Aku semakin memahami ayat berikut, `Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.` (Matius 11:30) Yesus sendiri mengatakan kata-kata ini dan selama tiga tahun di dalam penjara itu aku menjadi mengerti betapa nyata dan benar kata-kata tersebut.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1991, sekitar 20 tahun setelah masa penjaranya yang keempat dan terakhir, Uni Soviet pecah karena kejatuhan Komunisme. Penganiayaan kaum Kristen oleh pemerintah pun berhenti, setidaknya untuk satu periode. Iman dan perjuangan dari Aida dan banyak lainnya di bawah tanah tidaklah sia-sia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1992, kurir-kurir dari The Voice of the Martyrs mendapati Aida — sakit, pucat, dan kurus — hidup di apartemen yang terawat baik di gedung tua yang nyaris roboh di St. Petersburg. Aida merupakan pulau yang bersih dan teratur di tengah-tengah kekacauan; itu merupakan gambaran makna hati dan rohnya. Jelas tampak bahwa ia tidak menyimpan kegetiran kepada penyiksa-penyiksa terdahulunya, hanya pengampunan. Ia terkejut mengenai perhatian yang telah ditarik oleh ceritanya dari seluruh dunia, tetapi ia amat bersyukur atasnya. Ia mengatakan, “Aku hanya mungkin bertahan karena banyak doa-doa dari seluruh dunia. Jika tidak aku tidak akan bertahan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;“Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan mereka yang diperlakukan sewenang-wenang; karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.” (Ibrani 13:3)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Diambil dan disunting seperlunya dari: sabda.org&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Judul buku: Jesus Freak&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Penyusun: Toby McKeehan dan Mark Heimermann&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Penerbit: Cipta Oleh Pustaka, 1995&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Halaman: 89 — 92&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;a href="http://artikelkristen.com/seorang-pembajak-dari-rumah-doa.html"&gt;http://artikelkristen.com/seorang-pembajak-dari-rumah-doa.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4615437677316162143?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4615437677316162143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4615437677316162143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4615437677316162143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4615437677316162143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/01/seorang-pembajak-dari-rumah-doa.html' title='Seorang Pembajak dari Rumah Doa'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2063663574664174749</id><published>2011-01-28T14:00:00.001+07:00</published><updated>2011-01-28T15:00:10.000+07:00</updated><title type='text'>Orang Miskin yang Kaya (Bai Fang Li)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namanya BAI FANG LI. Pekerjaannya adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang di jalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana ia biasa merebahkan tubuhnya beristirahat, di ruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, di ruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin diambilnya dari tempat sampah dimana biasa ia makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Di pojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang biasa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubuk tua itu bila malam telah menjelang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bai Fang Li tinggal sendirian di gubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apakah ia mempunyai sanak saudara sedarah. Tapi nampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya, karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong. Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkannya kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat di pundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar di mukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ke tempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu ke mulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya….,” jawab anak itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Orang tuamu dimana…?” tanya Bai Fang Li.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…,” sahut anak itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam&amp;nbsp;8 malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan membeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmm… tapi masih cukup bagus… gumamnya senang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, di tengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bai Fang Li berkata “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan….,” katanya dengan sendu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua guru di sekolah itu menangis….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 (kurs 1300, setara 455 juta rupiah, jika tidak salah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan ”Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luar biasa”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;Bila SESEORANG yang miskin menyumbang dari kekurangannya, maka ia adalah salah satu PENGHUNI SURGA yang diutus ke dunia, yang mengajarkan kita untuk selalu BERSYUKUR dan selalu BERBAGI kepada sesama.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;a href="http://artikelkristen.com/orang-miskin-yang-kaya-bai-fang-li.html"&gt;&lt;em&gt;http://artikelkristen.com/orang-miskin-yang-kaya-bai-fang-li.html&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2063663574664174749?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2063663574664174749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2063663574664174749' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2063663574664174749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2063663574664174749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2011/01/orang-miskin-yang-kaya-bai-fang-li.html' title='Orang Miskin yang Kaya (Bai Fang Li)'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8636648802286763618</id><published>2010-12-03T10:41:00.000+07:00</published><updated>2010-12-03T10:41:12.752+07:00</updated><title type='text'>Pendaki Gunung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada &lt;em&gt;ransel carrier&lt;/em&gt; dan beragam &lt;em&gt;carabiner&lt;/em&gt; (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan, tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga, ada badai salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah tali-temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih. Ia tak tahu dimana ia berada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. "Potong tali itu.... potong tali itu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku,dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #bf9000;"&gt;Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru membuatnya terhalang.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #bf9000;"&gt;Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban,masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang lurus, tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua halangan itu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #bf9000;"&gt;Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah latihan, adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua ujian dan latihan itu, ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA PERCAYA.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #bf9000;"&gt;Ya, asal kita percaya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #bf9000;"&gt;Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, sehingga mampu membuat kita "memotong tali pengait" saat kita tergantung terbalik? Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #bf9000;"&gt;Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam kalbumu. Karena rasa percaya tersimpan dalam hati, maka penuhilah nuranimu dengan kekuatan itu. Percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2007/08/pendaki-gunung.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2007/08/pendaki-gunung.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8636648802286763618?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8636648802286763618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8636648802286763618' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8636648802286763618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8636648802286763618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/12/pendaki-gunung.html' title='Pendaki Gunung'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1598702941406648484</id><published>2010-12-03T10:31:00.000+07:00</published><updated>2010-12-03T10:31:27.033+07:00</updated><title type='text'>Pencuri Keakraban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;I Yohanes 1:8-9&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang laki-laki tua bersahabat dengan seorang anak laki-laki remaja yang bekerja bersamanya di sebuah toko kerajinan kayu. Mereka sering bekerja bersama untuk memasang bagian-bagian rumit dari kerajinan kayu untuk di jual di toko-toko cinderamata lokal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, anak laki-laki itu mencuri beberapa pahatan kayu di tempat itu. Laki-laki tua yang menyaksikan kejadian itu dari dapur tidak mengatakan apa-apa tentang kejadian itu. Namun beberapa hari kemudian anak itu tidak masuk kerja. Bahkan ketika mereka bertemu, anak itu mulai menjauh dan merasa malu. Persahabatan mereka yang dulunya begitu akrab, kini terputus. Keduanya seperti dua orang asing yang baru bertemu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hal yang sama terjadi ketika kita berbuat dosa. Akibat paling berbahaya bukanlah kerugian akibat tindakan kita yang salah, namun rusaknya hubungan kita dengan Allah. Hubungan kita yang akrab dengan Bapa sorgawi terputus, bukan karena Tuhan tidak ingin bersekutu dengan kita, namun karena kita yang bersembunyi dan menjauhkan diri dari-Nya. Namun karena kasihnya yang begitu besar, Yesus hadir dalam hidup kita untuk menghapus semua rasa malu, rasa tertuduh dan juga menanggung semua dosa kita. Hal ini Yesus lakukan, agar hubungan kita dengan Allah Bapa dipulihkan kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jika hari ini Anda merasa ada yang menjadi penghalang hubungan Anda dengan Bapa, apakah itu rasa bersalah, kemarahan, kebencian atau dosa lainnya, datanglah kepada Yesus. Akuilah dengan kerendahan hati semua yang telah Anda lakukan dan alami. Mintalah Yesus untuk memulihkan Anda, dan mencairkan kebekuan yang ada dalam hubungan Anda dengan Bapa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah sedang menantikan Anda, Dia ingin berbincang akrab dengan Anda kembali. Jangan biarkan dosa mencuri keakraban Anda dengan Bapa Sorgawi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://gkpbkudussading.wordpress.com/2010/11/24/renungan-harian-pencuri-keakraban"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://gkpbkudussading.wordpress.com/2010/11/24/renungan-harian-pencuri-keakraban&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1598702941406648484?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1598702941406648484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1598702941406648484' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1598702941406648484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1598702941406648484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/12/pencuri-keakraban.html' title='Pencuri Keakraban'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1756711545082369455</id><published>2010-12-03T10:26:00.001+07:00</published><updated>2010-12-03T10:32:18.815+07:00</updated><title type='text'>Di Mana Perabot Anda ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;1 Petrus 2:11&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Saudara-saudaraku yang terkasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang pengembara tiba di sebuah negeri di Timur Tengah. Orang ini mendengar ada seorang bijaksana di negeri itu, dan ingin menemuinya. Pria bijaksana itu di kenal saleh, dan baik hati sehingga sangat dikasihi banyak orang. Untuk itu tidak sulit menemukan pria bijaksana itu. Ketika pengembara itu bertanya dimana rumahnya, setiap orang yang di temuinya langsung menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana berdiri sebuah gubuk reyot.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ia mengetuk pintu gubuk itu, muncul seorang pria tua yang mempersilahkan ia masuk. Pengembara itu sangat terkejut mendapati bahwa pria bijaksana itu tinggal di gubuk reyot yang isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena merasa tidak nyaman, pengembara itu bertanya, “Dimana perabot rumah Anda?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orangtua tadi balik bertanya dengan lembut, “Mana milik Anda?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tentu saja di rumah saya. Kan saya sedang merantau, tidak mungkin saya membawa perabotan saya,” jawab pengembara itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Saya juga,” jawab orangtua yang bijak itu. “Saya kan sedang merantau di dunia ini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Apakah Anda sadar bahwa kita sebenarnya perantau di dunia ini? Rumah kita adalah di sorga, dimana Yesus sedang menyiapkannya bagi kita. Namun banyak orang saat ini melupakan bahwa diri mereka adalah perantau sehingga yang mereka sibukkan adalah mengumpulkan harta di dunia ini. Padahal pada akhirnya semua harta dunia itu tidak dapat mereka bawa ketika tiba saat untuk pulang ke rumah Bapa di Sorga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #e69138;"&gt;Jangan lupakan bahwa Anda adalah perantau di dunia, gunakanlah harta duniawi ini untuk menghasilkan kekayaan sorgawi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://gkpbkudussading.wordpress.com/2010/11/28/renungan-di-mana-perabot-anda"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://gkpbkudussading.wordpress.com/2010/11/28/renungan-di-mana-perabot-anda&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1756711545082369455?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1756711545082369455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1756711545082369455' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1756711545082369455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1756711545082369455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/12/di-mana-perabot-anda.html' title='Di Mana Perabot Anda ?'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3290867940623348128</id><published>2010-12-03T10:16:00.000+07:00</published><updated>2010-12-03T10:16:06.667+07:00</updated><title type='text'>Apakah Tuhan Yesus Baik?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr. John Wilson pernah mengisahkan satu cerita sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;===========================================&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Booth Tucker sedang memimpin Kebaktian Penginjilan dalam suatu Salvation Army Citadel yang besar di kota Chicago. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu malam, setelah ia selesai menyampaikan khotbah dengan tema “&lt;em&gt;Simpatiknya Yesus kepada Manusia&lt;/em&gt;”, ada seorang pria maju ke depan dan bertanya pada tuan Tucker: “Bagaimana sampai ia membicarakan tentang Allah yang penuh kasih, penuh pengertian dan penuh simpatik ini, jika isterimu baru saja meninggal, seperti apa yang sedang saya alami ini? Sementara anak-anakmu sedang menangisi ibu mereka yang pergi dan tidak mungkin akan kembali lagi, engkau pasti tidak akan berkata lagi seperti apa yang baru saja engkau khotbahkan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari kemudian, isteri tuan Tucker meninggal akibat kecelakaan kereta api. Jenazah isterinya di bawa ke Chicago serta dikuburkan di Citadel. Setelah kebaktian duka, Pengkhotbah yang sedang kehilangan isteri tercinta itu menatap peti mati dengan tenang, Kemudian memandang ke arah semua hadirin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu ia berkata: “Beberapa hari yang lalu, ketika saya berada di kota ini, ada seorang pria mengatakan bahwa jikalau isteri saya baru meninggal dan anak-anak saya sedang menangisi mama mereka, maka saya pasti tidak sanggup mengatakan bahwa Yesus itu simpatik padaku atau Yesus itu cukup baik bagiku. Seandainya pria yang saya maksudkan itu ada di sini, saya ingin menyampaikan kepadanya bahwa Kristus itu cukup baik bagiku. Hatiku sekarang hancur, bahkan berkeping-keping, namun ini ada sebuah nyanyian dari Kristus yang sangat mengasihi saya. Saya ingin mengatakan kepada pria itu bahwa Yesus Kristus telah menghibur hatiku melalui firmanNya hari ini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pria yang dimaksud itu benar ada di situ dan ia datang menghampiri Tucker sambil berlutut serta menyatakan pada hari ini juga ia dan anak-anaknya mau menerima Yesus sebagai Juru Selamat mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;~ Gloria Cyber Ministries / Saumiman Saud&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/01/08/ilustrasi-dan-renungan-part-2-2/#more-135"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/01/08/ilustrasi-dan-renungan-part-2-2/#more-135&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3290867940623348128?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3290867940623348128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3290867940623348128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3290867940623348128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3290867940623348128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/12/apakah-tuhan-yesus-baik.html' title='Apakah Tuhan Yesus Baik?'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6087105619695632458</id><published>2010-11-06T10:25:00.000+07:00</published><updated>2010-11-06T10:25:40.458+07:00</updated><title type='text'>Perahu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku duduk menikmati senja dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh. Ku lihat Yesus di ruang kemudi, menatapku dan berkata: “Lepaskan tambatan perahumu dan biarkan Aku membawa engkau ke seberang. Bukan rencanaKu, untuk engkau tetap tertambat di sini”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan takut, gelisah dan khawatir aku menjawabNya, “Tuhan bukankah lebih baik aku tetap disini. Aku tidak akan melihat topan, badai dan angin ribut. Dan aku dapat kembali ke darat kapanpun aku mau.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lembut Yesus memegang tanganku, menatap mataku dan berkata, “Memang disini engkau tidak akan mengalami topan, badai dan angin ribut . Tapi engkau juga tidak akan pernah melihat Aku mengatasi semua itu. Engkau tidak akan melihat Aku berkuasa atas semuanya itu, karena Akulah TUHAN. Dalam pergumulan berat, aku memandangi tali yang mengikat perahuku. Di tali itu ku lihat ada rasa khawatir akan keuangan, pekerjaan, pasangan hidup dan lain-lain”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hati aku bertanya-tanya: tahukah IA akan apa yang aku inginkan? Mengertikah IA akan apa yang aku rindukan dan dambakan ? Yesus memelukku dan berbisik lembut. “Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kau inginkan, rindukan dan dambakan bahkan mungkin kebalikannya yang akan kau dapat, tapi maukah kau percaya. RancanganKu adalah rancangan damai sejahtera, masa depanKu adalah masa depan yang penuh harapan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia memeluk dan menangis bersamaku, dengan berat aku melepaskan tali perahuku. Ku lepaskan semua rasa khawatir itu dari hatiku, ku taruh hak atas masa depanku di tanganNya. Aku tidak tahu bagaimana masa depanku, sambil menangis aku menatapNya dan berkata: “Jadilah Nakhoda dalam perahuku dan marilah kita berlayar”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Teman maukah kau serahkan hak atas masa depanmu dalam tanganNya, tanpa engkau pernah tahu bagaimana Ia akan merancang semuanya itu, tapi hanya dengan satu keyakinan: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yer 29:11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;~ Mickey Felder&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/01/08/ilustrasi-dan-renungan-part-2-2/#more-135"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/01/08/ilustrasi-dan-renungan-part-2-2/#more-135&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6087105619695632458?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6087105619695632458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6087105619695632458' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6087105619695632458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6087105619695632458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/11/perahu.html' title='Perahu'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2416792331567715720</id><published>2010-11-06T10:22:00.000+07:00</published><updated>2010-11-06T10:22:00.152+07:00</updated><title type='text'>Bedil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah ada seseorang yang tak punya makanan apapun untuk keluarganya. Ia masih punya bedil tua dan tiga butir peluru. Jadi, ia putuskan untuk keluar dan menembak sesuatu untuk makan malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat menelusuri jalan, ia melihat seekor kelinci dan ia tembak kelinci itu tapi luput. Lalu ia melihat seekor bajing, dia tembak tapi juga luput lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ia jalan lebih jauh lagi, dilihatnya seekor kalkun liar di atas pohon dan ia hanya punya sisa sebutir pelor, tapi terdengar olehnya suatu suara yang berkata begini “Berdoalah dulu, bidik ke atas dan tinggallah tetap terfokus.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, pada saat bersamaan, ia melihat seekor rusa yang adalah lebih menguntungkan. Senapannya ia turunkan dan dibidiknya rusa itu. Tapi lantas ia melihat ada ular berbisa di antara kakinya, siap-siap untuk mematuknya, jadi dia turunkan lebih ke bawah lagi, mengarah untuk menembak ular itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetap, suara itu masih berkata kepadanya, “Aku bilang ‘berdoalah dulu,bidik ke atas dan tinggallah tetap terfokus.’”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi orang itu memutuskan untuk menuruti suara itu. Ia berdoa, lalu mengarahkan senapan itu tinggi ke atas pohon, membidik dan menembak kalkun liar itu. Peluru itu mental dari kalkun itu dan mematikan rusa. Pegangan senapan tua itu lepas, jatuh menimpa kepala si ular itu dan membunuhnya sekali. Dan, ketika senapan itu meletus, ia sendiri terpental ke dalam kolam. Saat ia berdiri untuk melihat sekelilingnya, ia dapatkan banyak ikan di dalam semua kantungnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seekor rusa dan seekor kalkun untuk bekal makanannya. Ular (Iblis) mati konyol sebab orang itu mendengarkan suara Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Makna :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Berdoalah sebelum kau lakukan apapun, bidik dan arahkan ke atas pada tujuanmu, dan tinggallah terpusat pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/01/08/ilustrasi-dan-renungan-part-2-2/#more-135"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/01/08/ilustrasi-dan-renungan-part-2-2/#more-135&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2416792331567715720?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2416792331567715720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2416792331567715720' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2416792331567715720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2416792331567715720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/11/bedil.html' title='Bedil'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4799669106554563532</id><published>2010-11-06T10:16:00.001+07:00</published><updated>2010-11-06T10:22:32.966+07:00</updated><title type='text'>Budaya Beribadah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Matius 15:2&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makan itu ada budayanya sendiri. Tiap daerah memiliki budaya yang berbeda. Pergilah ke daratan Cina, Anda harus bersiap-siap menggunakan sumpit sebagai ganti sendok dan jangan kaget atau merasa aneh kalau mereka yang duduk semeja dengan Anda bersendawa dengan bebasnya. Budaya Latin juga berbeda, kalau Anda menghabiskan semua makanan di piring Anda tanpa sisa, itu sama saja memberitahukan kepada tuan rumah bahwa Anda masih lapar. Di Italia, para bangsawan selalu meletakkan pisau dan garpu bersilang setelah selesai makan. Budaya Yahudi berbeda lagi. Ada aturan mutlak yang harus mereka patuhi soal makan, yaitu membasuh tangan lebih dulu sebelum makan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika murid-murid Yesus mengindahkan tata cara makan &lt;em&gt;ala&lt;/em&gt; Yahudi ini. Akibatnya, Yesus ditegur habis-habisan oleh orang-orang Farisi dan ahli taurat hanya karena para murid tidak membasuh tangan lebih dulu sebelum makan. Jawaban Yesus sungguh bijak menanggapi pertanyaan Farisi, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Saya mau beritahu, tapi jangan kaget. Kita seringkali bertindak seperti para Farisi dan ahli taurat itu. Kekristenan tak lebih dari sekedar tata cara dan aturan, bukan kehidupan. Kening kita mengkerut dan tidak suka kalau tata cara beribadah yang dilakukan tidak seperti aturan baku dalam gereja kita. Kita lebih memusingkan soal bertepuk tangan atau tidak. Kita lebih memusingkan antara memakai musik lengkap ataukah hanya menggunakan organ tua. Bagi yang biasa beribadah dengan tenang akan marah kalau suasana ibadah meriah dan hiruk pikuk. Bagi yang biasa beribadah dengan meriah akan mengecam kalau ibadah itu tidak ada urapan, seandainya dilakukan dengan cara yang tenang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kekristenan lebih penting hanya dari sekedar tata cara atau budaya saja. Kekristenan bukan hanya sekedar ritual belaka, tapi sungguh merupakan kehidupan nyata. Jadi, bagaimanapun beraneka ragam budaya saat beribadah itu tak terlalu penting, tak perlu dipusingkan, apalagi dipeributkan. Tuhan kita adalah Tuhan diatas segala budaya. Jadi, apakah kita akan memegahkan diri kalau merasa bahwa tata cara ibadah kitalah yang paling berkenan di hadapan Tuhan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Lebih fokus kepada gaya hidup kita sebagai orang Kristen daripada ritual yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/budaya_beribadah.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/budaya_beribadah.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4799669106554563532?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4799669106554563532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4799669106554563532' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4799669106554563532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4799669106554563532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/11/budaya-beribadah.html' title='Budaya Beribadah'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3474622056778618979</id><published>2010-10-21T07:53:00.000+07:00</published><updated>2010-10-21T07:53:50.100+07:00</updated><title type='text'>Kisah Anak Penyemir Sepatu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah seorang Bapak yang berprofesi sebagai pengusaha. Setiap hari Bapak ini harus menyeberang sungai dengan sebuah kapal kecil untuk menuju ke kantornya. Sebelum pergi, biasanya ia mampir di sebuah kedai yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan itu untuk minum kopi. Di sekitar kedai itu ada beberapa anak kecil yang menawarkan jasa semir sepatu kepada pria-pria yang sedang duduk menikmati hangatnya kopi pagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bapak inipun memanggil seorang anak kecil untuk menyemir sepatunya, "Nak, mari datang kemari. Tolong semirkan sepatu Bapak ya?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak kecil itupun datang menghampiri Bapak ini dan dengan penuh semangat mulai menyemir sepatunya. Dari mata anak itu terpancar betapa senangnya ia melakukan pekerjaan itu untuk Bapak ini. Setelah selesai, sejumlah uangpun diberikan kepadanya, dan anak itu mengucapkan terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya, ketika Bapak ini baru saja turun dari kapal kecil yang ditumpanginya, dari kejauhan anak itu segera berlari mendapatkan Bapak ini. Dengan senang hati ia membantu membawa tas Bapak ini sampai ke kedai kopi. Sementara Bapak ini menikmati hangatnya kopi pagi, anak kecil itu menyemir sepatunya sampai mengkilap. Seperti biasanya, setelah anak itu selesai menyemir sepatu, Bapak ini kemudian memberikan sejumlah uang kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian ini terus saja berulang sampai suatu pagi terjadi suatu hal yang tidak seperti biasanya. Pagi itu, ketika anak kecil ini melihat sang Bapak turun dari kapal, dengan sekuat tenaganya ia berlari mendapatkannya dan membawa tasnya sampai ke kedai kopi. Ia membuka sepatu Bapak ini dengan tangannya sendiri dan kemudian menyemir sepatunya sampai mengkilap. Dari sorot matanya yang polos, ia melakukannya dengan penuh antusias. Setelah selesai, Bapak ini kemudian mengeluarkan sejumlah uang dari kantongnya untuk memberikannya kepada anak itu. Tapi reaksinya sungguh berbeda. Anak itu menolak pemberian Bapak ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bapak ini kaget. ‘Apa yang terjadi? Apa ia tidak membutuhkan uang?' tanya Bapak itu dalam hatinya. Kemudian dengan lembut Bapak ini bertanya sambil menatap wajah anak itu, "Nak, kenapa kamu tidak mau mengambil uang ini? Apakah kamu tidak membutuhkannya?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan mata berkaca-kaca anak kecil tersebut menjawab, "Pak, saya ini anak yatim piatu. Saya hidup di jalanan. Kedua orang tua saya sudah lama meninggal. Saya belum pernah merasakan bagaimana kasih sayang orang tua. Tetapi ketika kita pertama berjumpa dan Bapak memanggil saya dengan sebutan, ‘Nak, mari datang kemari', sewaktu Bapak memanggil saya ‘Nak', saya merasa seperti anak Bapak. Saya merasa memiliki ayah lagi. Oleh sebab itu saya tidak mau lagi mengambil uang yang Bapak berikan kepada saya. Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian sambil menangis, sambil memegang bahu anak itu dan memandang wajahnya, Bapak itu bertanya, "Nak, maukah mulai saat ini juga kamu tinggal bersama saya dan menjadi anak saya?" Sambil memeluk erat Bapak itu anak ini menjawab, "Ya, Pak. Saya mau!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bukankah demikian dengan kita? Ketika kita sebagai anak yang terhilang, Tuhan datang sebagai Bapa yang baik menghampiri dan memanggil kita, "Nak, mari datang kemari!" Saat suara itu memanggil, kita merasakan kembali kasih Bapa. Ketika kita merasakan kasihNya yang besar, kasih tanpa batas dan tanpa syarat itu, kasih Bapa itu pula yang dapat membuat kita berkata seperti anak kecil itu, "Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3474622056778618979?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3474622056778618979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3474622056778618979' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3474622056778618979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3474622056778618979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/10/kisah-anak-penyemir-sepatu.html' title='Kisah Anak Penyemir Sepatu'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3539740683918293959</id><published>2010-10-01T15:24:00.000+07:00</published><updated>2010-10-01T15:24:07.336+07:00</updated><title type='text'>Kacamata Anda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;u&gt;Ya Tuhan :Bukalah kiranya matanya supaya ia melihat ...&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;II Raja-raja 6:17&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baik atau buruk itu tergantung dari cara kita memandang. Masalah bisa menjadi buruk tapi bisa juga menjadi baik, itu juga tergantung dari cara kita memandang. Lihatlah hal yang baik dengan cara pandang yang buruk, maka hal itu akan terlihat sedemikian negatif. Sebaliknya, lihatlah hal yang buruk dengan cara pandang yang baik, secara mengejutkan kita akan melihat hal-hal yang positif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dean Black&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menceritakan dua kisah nyata mengenai hal ini dalam buku &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Frogship Perspective&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Seorang pemain bola basket berbakat, ketika berusia 16 tahun kehilangan kedua kakinya dalam sebuah kecelakaan. Ini hal yang buruk bagi &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Curt Brinkman&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, pebasket muda tersebut yang akhirnya menjadi atlet kursi roda terkenal. Ia berkata, “Segera sesudah kecelakaan itu saya bangkit. Saya justru tidak tahu seperti apa kalau kaki saya masih ada.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pria setengah baya melihat kembali dari kebutaan matanya semenjak lahir. Lalu seorang psikolog yang menanganinya berkomentar tentang mantan pria buta ini, “Waktu buta, dia hebat sekali. Tapi waktu dia sembuh, prestasinya merosot drastis, bahkan seperti orang bodoh.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi kita kehilangan kedua kaki adalah masalah besar, tapi bagi &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Curt Brinkman&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; justru adalah kunci kesuksesan. Bagi kita mendapat kembali penglihatan adalah hadiah, tapi bagi pria separuh baya tersebut adalah masalah besar. Mengapa bisa demikian? Ini bukan soal masalahnya, tapi soal bagaimana kita melihat sebuah masalah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Perlu saya tekankan sekali lagi, lihatlah hal yang baik dengan cara pandang yang buruk, maka hal itu akan terlihat sedemikian negatif. Sebaliknya, lihatlah hal yang buruk dengan cara pandang yang baik, maka kita akan melihat hal-hal yang positif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Apakah hari ini kita sedang mengalami masalah? Bagaimana cara kita memandang masalah tersebut? Tuhan selalu mengajar agar kita melihat segala masalah dari sudut pandang yang positif. Ini seperti orang yang memakai kacamata. Memakai kacamata hitam akan membuat obyek yang paling terangpun akan terlihat gelap. Jadi jika hari ini hidup Anda terlihat begitu suram dan gelap untuk dijalani, jangan-jangan yang salah adalah kacamata Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Lihatlah setiap masalah yang paling buruk sekalipun dengan kacamata positif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/kacamata_anda.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/kacamata_anda.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3539740683918293959?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3539740683918293959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3539740683918293959' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3539740683918293959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3539740683918293959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/10/kacamata-anda.html' title='Kacamata Anda'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6338428341105067841</id><published>2010-10-01T15:18:00.000+07:00</published><updated>2010-10-01T15:18:33.692+07:00</updated><title type='text'>Mata Ganti Mata ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;u&gt;Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya."&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Amsal 24:29&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya membaca ulasan yang disampaikan oleh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Abe Chehebar&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, CEO Accessory Network Group &amp;amp; Ghurka, saya tersenyum geli sekaligus mengakui kebenaran di dalam kata-katanya. Ia berkata seperti ini, “Hasil akhir dari teori mata ganti mata, gigi ganti gigi adalah dua orang ompong yang buta. Balas dendam adalah hal yang tidak masuk, apalagi jika terjadi dalam dunia bisnis!” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dunia kerja kadangkala kita harus berhadapan dengan pihak lain yang sangat menjengkelkan kita. Kita merasa dirugikan. Kita merasa diremehkan, dihina, atau dipandang sebelah mata. Kita merasa dipojokkan, dijegal dan dijatuhkan. Itu hal yang sangat menyakitkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita seorang karyawan, ada kalanya kita berhadapan dengan rekan kerja yang penuh tipu daya dan intrik demi menjatuhkan kita. Lalu bagaimana reaksi kita menghadapi semuanya itu? Akankah kita membalas setimpal dengan apa yang telah dilakukannya kepada kita? Jika kita melakukan hal itu, kita telah melakukan teori mata ganti mata, gigi ganti gigi. Hasilnya, musuh kita memang jadi “buta dan ompong”. Namun jangan lupa bahwa kita sendiri pun jadi “buta dan ompong”!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Balas dendam jelas tidak ada habisnya. Mengijinkan kebencian menguasai hati kita hanya akan membuat hilangnya fokus terhadap pekerjaan kita sendiri. Semua waktu kita hanya dihabiskan untuk berpikir bagaimana kita bisa melakukan pembalasan yang setimpal. Meski akhirnya kita berhasil melakukan pembalasan yang setimpal, pekerjaan kita sendiri akhirnya terbengkalai dan kacau. Kita berhasil membuat musuh kita buta dan ompong, namun hal yang sama juga terjadi pada diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kunci keberhasilan Salomo ialah tidak membalas orang menurut perbuatannya. Dengan cara ini sebenarnya kita telah menghentikan permusuhan yang tidak ada habisnya. Yesus juga meneguhkan hal ini dengan hukum kasih, sehingga kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi sebaliknya membalas kejahatan dengan kebaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Hasil akhir dari teori mata ganti mata, gigi ganti gigi adalah dua orang ompong yang buta!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/mata_ganti_mata.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/mata_ganti_mata.html&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6338428341105067841?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6338428341105067841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6338428341105067841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6338428341105067841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6338428341105067841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/10/mata-ganti-mata.html' title='Mata Ganti Mata ?'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-163279596703438032</id><published>2010-10-01T14:59:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T15:04:09.239+07:00</updated><title type='text'>Kirimkan Kapal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Pengkhotbah 11:1&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.” Ini adalah salah satu kunci sukses yang dimiliki oleh Salomo. Beberapa orang menafsirkan ayat ini sebagai tindakan Salomo dalam memberi uang kepada orang-orang miskin. Namun ada kemungkinan juga bahwa Salomo sedang berbicara tentang mengambil resiko dalam kehidupan. Kata yang diterjemahkan sebagai “melemparkan” mungkin lebih cocok jika diterjemahkan “mengirimkan”. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu itu, Salomo memiliki kebiasaan mengirim kapal-kapalnya ke negeri-negeri asing untuk mengambil makanan atau harta karun yang tak ternilai harganya (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;I Raja-raja 9:26-28&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;). Salomo sendiri tidak bisa memastikan apakah semua kapalnya akan kembali lagi penuh dengan muatan, ataukah kembali dengan tangan kosong, atau bahkan tidak kembali lagi! Yang jelas, kalau ia terlalu takut menghadapi kegagalan, ia hanya akan mengutus satu kapalnya atau bahkan tidak pernah mengutus sama sekali. Namun yang dilakukan Salomo adalah mengirimkan sebanyak mungkin kapal, karena itu berarti semakin besar kesempatannya untuk berhasil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Hal yang sama juga berlaku bagi kesuksesan kita. Semakin banyak benih yang kita tabur, semakin banyak juga hasil yang akan kita tuai. Semakin banyak uang yang kita investasikan, semakin banyak juga uang yang bisa kita dapatkan. Semakin banyak pintu yang kita ketuk, semakin banyak juga pintu yang akan terbuka. Semakin banyak lamaran kerja yang kita kirim, semakin banyak juga kesempatan kita untuk mendapatkan pekerjaan. Pendek kata, semakin banyak kapal yang kita kirimkan, semakin besar kesempatan kita untuk berhasil!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Jangan pernah menunggu “kapal” kita akan kembali dengan penuh muatan, kalau kita tidak pernah mengirim kapal itu. Atau kita hanya mengirim satu kapal dan menaruh seluruh pengharapan kita kepada satu kapal itu saja. Pendek kata, keberhasilan yang kita dapatkan akan sebanding dengan pengorbanan yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Semakin banyak kapal yang kita kirimkan, semakin besar kesempatan kita untuk berhasil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/kiirmkan_kapal.html"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/kiirmkan_kapal.html&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-163279596703438032?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/163279596703438032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=163279596703438032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/163279596703438032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/163279596703438032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/10/kirimkan-kapal.html' title='Kirimkan Kapal'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2232263786620416515</id><published>2010-10-01T14:55:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T15:04:32.062+07:00</updated><title type='text'>Find and See</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak.&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Amsal 13:20&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelikan adalah burung penangkap ikan yang ulung. Tetapi di kota Monterey, California hal seperti ini tidak terjadi. Di kota ini, burung-burung pelikan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan ikan, karena banyak sekali pabrik-pabrik pengalengan ikan. Selama bertahun-tahun mereka berpesta dengan ikan-ikan yang berserakan. Tetapi hal yang menakutkan terjadi ketika ikan di sepanjang pesisir mulai habis, dan pabrik-pabrik pengalengan mulai tutup, burung-burung tersebut mengalami kesulitan. Karena sudah bertahun-tahun tidak menangkap ikan, mereka menjadi gemuk dan malas. Ikan-ikan yang dulu mereka dapatkan dengan mudah sudah tidak ada, sehingga satu persatu dari mereka mulai sekarat dan mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pencinta lingkungan hidup berusaha keras untuk menyelamatkan mereka. Berbagai cara dicoba untuk mencegah populasi burung ini agar tidak punah. Sampai suatu saat terpikirkan oleh mereka untuk mengimport burung-burung pelikan dari daerah lain, yaitu pelikan-pelikan yang berburu ikan setiap hari. Pelikan-pelikan tersebut lalu bergabung bersama pelikan-pelikan setempat. Hasilnya luar biasa. Pelikan-pelikan baru tersebut dengan segera berburu ikan dengan giatnya, perlahan-lahan pelikan-pelikan yang kelaparan tersebut tergerak untuk berburu ikan juga. Akhirnya pelikan-pelikan di daerah tersebut hidup dengan memburu ikan lagi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Les Giblin&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, seorang pakar hubungan manusia menjelaskan bahwa manusia belajar sesuatu dari panca inderanya. 1% dari rasa, 1½ % dari sentuhan, 3½ % dari penciuman, 11% dari pendengaran, dan 83% dari penglihatan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;John C Maxwel&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, seorang pakar kepemimpinan dalam sebuah surveinya membuktikan bahwa, “Bagaimana seorang menjadi pemimpin?” 5% akibat dari sebuah krisis, 10% adalah karunia alami, dan 85% adalah dikarenakan pengaruh dari pemimpin mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Demikian halnya jika Anda ingin semakin maju, maka salah satu cara terbaik adalah dengan bergaul dengan orang-orang yang berprestasi yang bisa anda temui. Perhatikan cara mereka bekerja, lihat hidup mereka, pelajari cara berpikir mereka, lihat bagaimana mereka mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup mereka. Memang benar kita dapat belajar dari Tuhan langsung atau melalui pimpinan Roh Kudus, tapi kita juga harus terbuka ketika Tuhan menempatkan orang-orang terbaik yang bisa memacu hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Carilah pergaulan yang dapat membangun kerohanian dan kehidupan Anda!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/find-and-see.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/find-and-see.html&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2232263786620416515?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2232263786620416515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2232263786620416515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2232263786620416515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2232263786620416515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/10/find-and-see.html' title='Find and See'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6797694837130167476</id><published>2010-09-04T08:33:00.001+07:00</published><updated>2010-09-04T08:35:31.804+07:00</updated><title type='text'>Prajurit, Atlit dan Petani</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila kita memperhatikan setiap Firman Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kepada kita pengertian dalam segala sesuatu, dan kita dapat melakukannya sehingga kitapun memperoleh kemenangan demi kemenangan. Allah menghendaki kita menjadi kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus, jangan kita menjadi orang Kristen yang biasa-biasa saja, tetapi harus memiliki suatu kekuatan ekstra, karena Allah kita kuat dahsyat, besar dan luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu kunci untuk dapat menjadi kuat adalah, setelah kita mendengar Firman Tuhan, jangan kita simpan hanya untuk diri sendiri saja, tetapi harus kemudian dibagikan dan diberitakan kembali kepada orang lain dengan pimpinan Roh Kudus. Bila kita terus menerus memberitakan Firman Tuhan, maka kita justru akan bertambah kuat, karena apa yang kita bicarakan bukan sesuatu yang kosong, tetapi tentang Injil yang adalah kekuatan Allah, suatu kebenaran Firman tuhan kepada orang lain dan menyalurkan serta mulai mempraktekkan karuni Roh kudus yang sudah kita terima. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kita menjadi kuat, maka kita akan dapat menjadi &lt;strong&gt;Prajurit&lt;/strong&gt; yang baik didalam Kristus Yesus, seperti seorang &lt;strong&gt;Atlit&lt;/strong&gt; dan seperti seorang &lt;strong&gt;Petani&lt;/strong&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;Prajurit yang baik didalam Kristus Yesus, II Timotius 2:3&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai seorang prajurit, tidak boleh memusingkan diri sendiri dengan hal-hal pribadi, tetapi harus taat kepada sang komandan. Apapun yang harus kita hadapi dalam kehidupan kita, kita harus maju terus karena seorang prajurit harus merelakan keinginan dagingannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;II Samuel 11:14-15&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, contoh seorang prajurit yang taat kepada atasannya, meskipun ia ditempatkan pada posisi yang berbahaya, tetapi ia melakukannya dengan nyawa sebagai taruhannya, dialah Uria. Kita sebagai prajurit-prajurit Allah, maka kitapun harus taat dan tunduk pada komandan kita, pemimpin kita yaitu Roh Kudus. Supaya kita dapat tunduk kepada Allah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai prajurit Allah kita harus menghadapi musuh kita, bukan musuh darah dan daging tetapi roh-roh jahat penguasa udara, iblis, dan untuk dapat mengalahkan musuh, kita harus memiliki seluruh perlengkapan senjata Allah. Musuh utama kita adalah diri sendiri, dan segala bentuk kedagingan kita, seperti malas, malas untuk berdoa, malas untuk merenungkan Firman Tuhan, malas beribadah, malas bekerja dan sebagainya, juga perasaan diri yang paling benar, membenarkan diri sendiri, tidak mau mengakui kesalahan untuk kemudian bertobat dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan biarkan iblis mampu dan menguasai kita dengan hal-hal yang tampaknya baik dan menyenangkan. Jagai hati dan pikiran kita dari tipu muslihat iblis dan roh-roh jahat, kita harus proaktif, jangan samapai setelah diserang baru kita melakukan reaksi tetapi harus terlebih dahulu maju menyerang si iblis sebelum dia menyerang kita. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila kita berdoa, memuji menyembah Allah dan membaca Firman Tuhan, lakukan dengan konsentrasi yang penuh, apabila kita di gerakkan Roh Kudus untuk bermanifestasi, ikuti saja, biarkan Roh Kudus beracara dalam hidup kita, Dia sebagai pribadi ingin dihormati oleh kita. Konsentrasi penuh dalam menyembah Allah, sampai pintu gerbang kerajaan si iblis pun terdobrak dan iblis dibuat gemetar. Kita sebagai prajurit Allah harus selalau siap bertempur dan mampu menggertak si iblis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Sebagai seorang&amp;nbsp;Atlit yang memperoleh mahkota sebagai juara, II Timotius 2:5&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Setiap kita yang sudah mengalami kelahiran baru, mau tidak mau kita harus masuk dalam gelanggang pertandingan dan tentu saja kita harus berusaha untuk dapat keluar sebagai juara dan memperoleh mahkota. &lt;em&gt;I Korintus 9:25-27&lt;/em&gt;, tiap-tiap orang yang kuat ambil bagian dalam suatu pertandingan harus menguasai diri dalam segala hal, kita harus menguasai diri kita, seluruh tubuh kita jangan dipergunakan untuk hal yang sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita harus mengontrol diri kita apakah sudah siap untuk berlari sampai pada tujuan dan memperoleh hadiah. Seperti seorang atlit kitapun harus mendisiplinkan diri seperti dalam hal makan, makanan kita adalah Firman Allah yang dapat membuat roh kita semakin besar. Makan Firman, tidak hanya membaca tetapi sampai Firman Allah itu sungguh-sungguh menjadi rhema bagi kita, kita harus mentaati peraturan yaitu Firman Tuhan dan hidup dipimpin Roh Kudus. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Seorang petani yang bekerja keras dan yang menikmati hasil usahanya, II Timotius 1:6 &lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;Sang petani adalah orang yang tekun dan merawat tanamannya dengan penuh kasih supaya menghasilkan buah yang lebat untuk dinikmati banyak orang. Demikian halnya dengan kita, harus menjadi orang yang penuh kasih, tidak egois, tetapi harus peduli pada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang petani dialah yang pertama kali menikmati hasil usahanya. Bila kita melayani Tuhan dan bekerja diladang Tuhan, kitapun yang pertama kali menikmati hasilnya, kita dapat mengerti dan merasakan betapa Allah kita luar biasa. Tuhan tidak hanya menyediakan berkat jasmani yang dapat kita nikmati, tetapi lebih lagi berkat rohani atau berkat surgawi yang sudah disediakan bagi kita orang-orang yang mengasihinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti seorang Prajurit,&amp;nbsp;Atlit dan Petani, mereka adalah tipe-tipe yang mau bekerja keras, militan dan tidak pernah takut gagal, rajin berlatih, punya tujuan yang jelas dan tidak terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya. Kitapun harus demikian dalam melayani Tuhan dan bekerja di ladangnya, jangan kita memilah-milah pelayanan hanya dari luarnya saja dan tampak seperti terhormat, padahal karya Allah bisa bekerja melalui apa saja, jangan pernah batasi pekerjaan Allah, ikuti saja kemana kehendak Allah dalam kita melayani-Nya, bersikap seperti prajurit yang diperintahkan oleh komandannya, untuk masuk dan maju dalam medan peperangan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #134f5c;"&gt;Andalkan Tuhan, jangan andalkan kekuatan sendiri, mengandalkan kekuatan dan kedagingan kita hanya akan menyebabkan kita makin terjembab pada masalah yang sama, Marilah kita mulai untuk mecoba taat kepada Tuhan dalam segala hal, bersungguh-sungguh, berlari dengan tujuan yang pasti mencapai garis finish, keluar sebagai pemenang dan memperoleh hadiah mahkota yang dari Allah sudah disediakan bagi kita.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;a href="http://www.gkr-gedong.org/"&gt;http://www.gkr-gedong.org/&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6797694837130167476?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6797694837130167476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6797694837130167476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6797694837130167476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6797694837130167476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/09/prajurit-atlit-dan-petani.html' title='Prajurit, Atlit dan Petani'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3312222135751672251</id><published>2010-09-04T08:19:00.000+07:00</published><updated>2010-09-04T08:19:43.035+07:00</updated><title type='text'>Perubahan Itu Dari Dalam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia berpikir, "Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana, Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata pada Maharaja, "Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut "&lt;em&gt;sandal&lt;/em&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan mengubah dunia itu. Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab seringkali dalam pandangan kita dunia adalah bayangan diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit, atau melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source:&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://jawaban.com/"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://jawaban.com&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3312222135751672251?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3312222135751672251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3312222135751672251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3312222135751672251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3312222135751672251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/09/perubahan-itu-dari-dalam.html' title='Perubahan Itu Dari Dalam'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1837258353025893205</id><published>2010-08-26T10:25:00.001+07:00</published><updated>2010-08-26T10:27:29.759+07:00</updated><title type='text'>Kritik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana- &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Amsal 24:16&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu kali seorang pemusik muda mengadakan konser perdana, namun setelah konser ia dicela habis-habisan oleh banyak kritikus. Rasa depresi segera melanda pemuda itu. Hingga Jean Sibelius, komposer Finlandia yang terkenal menghiburnya. “Ingat Nak, tidak ada satupun kota di seluruh dunia yang mendirikan patung penghargaan untuk kritikus.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kita juga pernah dicela dan dikritik oleh orang di sekitar kita. Apapun yang kita perbuat, sang kritikus siap “bernyanyi” dengan nada-nada sumbang. Tapi saya teringat pada &lt;strong&gt;Elvis Presley&lt;/strong&gt; yang pernah dipecat oleh manajer Grand Ole Opry dengan komentar, “Kamu tidak terkenal, Nak. Sebaiknya kamu kembali menjadi supir truk.” &lt;strong&gt;Clint Eastwood&lt;/strong&gt; juga pernah dipecat dari Universal Pictures hanya karena giginya cuwil. Decca Records pernah menolak 4 pemuda yang gugup ketika bermain untuk rekaman pertamanya. Mereka berkata, “Kami tidak suka mereka. Kelompok gitaris tidak begitu populer.” Keempat pemuda itu adalah &lt;strong&gt;The Beatles&lt;/strong&gt;. Itulah contoh dari orang-orang yang pernah dikritik, dicela bahkan ditolak. Tetapi dari kritik itu, mereka bangkit sehingga hari ini, kita pasti mengenal nama-nama di atas sebagai legenda dalam bidangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin saat ini sebagai karyawan atau usahawan yang baru dalam perintisan, Anda sudah mendapat kritikan. Satu yang bisa saya tulis untuk Anda, “Teruslah maju mencari peluang!” Percayalah Allah sedang mengerjakan rencana hebat untuk pekerjaan Anda. Saatnya kita melihat kritik sebagai dorongan orang lain agar kita tetap bersemangat dan mengembangkan potensi diri. Dari kritikan kita bisa melihat kelemahan-kelemahan yang mungkin belum kita sadari. Kritik juga melatih kita menjadi bermental unggul. Jangan lupa juga, seorang tokoh terbesar pun lahir di antara kritikan dan cemooh. Dialah &lt;strong&gt;Yesus&lt;/strong&gt; yang kini telah menebus dosa kita. Ia-lah yang akan menjadi pelatih mental kita agar dapat menggunakan kritik sebagai pemacu untuk meraih kesuksesan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;em&gt;Kritikan adalah satu rahasia kesuksesan. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;em&gt;Jangan bunuh suara-suara kritik tetapi peliharalah demi keberhasilan pekerjaan Anda. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;em&gt;Tetaplah optimis!&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;em&gt;Kritik bisa membuat kita melihat kelemahan yang sering belum kita sadari.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.renungan-spirit.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1837258353025893205?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1837258353025893205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1837258353025893205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1837258353025893205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1837258353025893205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/08/kritik.html' title='Kritik'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8557991389304672484</id><published>2010-08-26T10:18:00.002+07:00</published><updated>2010-08-26T10:26:35.656+07:00</updated><title type='text'>Kirimkan Kapal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.- Pengkhotbah 11:1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Ini adalah salah satu kunci sukses yang dimiliki oleh Salomo. Beberapa orang menafsirkan ayat ini sebagai tindakan Salomo dalam memberi uang kepada orang-orang miskin. Namun ada kemungkinan juga bahwa Salomo sedang berbicara tentang mengambil resiko dalam kehidupan. Kata yang diterjemahkan sebagai “melemparkan” mungkin lebih cocok jika diterjemahkan “mengirimkan”. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu itu, Salomo memiliki kebiasaan mengirim kapal-kapalnya ke negeri-negeri asing untuk mengambil makanan atau harta karun yang tak ternilai harganya (I Raja-raja 9:26-28). Salomo sendiri tidak bisa memastikan apakah semua kapalnya akan kembali lagi penuh dengan muatan, ataukah kembali dengan tangan kosong, atau bahkan tidak kembali lagi! Yang jelas, kalau ia terlalu takut menghadapi kegagalan, ia hanya akan mengutus satu kapalnya atau bahkan tidak pernah mengutus sama sekali. Namun yang dilakukan Salomo adalah mengirimkan sebanyak mungkin kapal, karena itu berarti semakin besar kesempatannya untuk berhasil. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;Hal yang sama juga berlaku bagi kesuksesan kita. Semakin banyak benih yang kita tabur, semakin banyak juga hasil yang akan kita tuai. Semakin banyak uang yang kita investasikan, semakin banyak juga uang yang bisa kita dapatkan. Semakin banyak pintu yang kita ketuk, semakin banyak juga pintu yang akan terbuka. Semakin banyak lamaran kerja yang kita kirim, semakin banyak juga kesempatan kita untuk mendapatkan pekerjaan. Pendek kata, semakin banyak kapal yang kita kirimkan, semakin besar kesempatan kita untuk berhasil!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;Jangan pernah menunggu “kapal” kita akan kembali dengan penuh muatan, kalau kita tidak pernah mengirim kapal itu. Atau kita hanya mengirim satu kapal dan menaruh seluruh pengharapan kita kepada satu kapal itu saja. Pendek kata, keberhasilan yang kita dapatkan akan sebanding dengan pengorbanan yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;&lt;strong&gt;Semakin banyak kapal yang kita kirimkan, semakin besar kesempatan kita untuk berhasil.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.renungan-spirit.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8557991389304672484?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8557991389304672484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8557991389304672484' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8557991389304672484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8557991389304672484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/08/kirimkan-kapal.html' title='Kirimkan Kapal'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6814089034513302749</id><published>2010-08-21T11:32:00.001+07:00</published><updated>2010-08-21T11:33:18.151+07:00</updated><title type='text'>Tiga Tipe Pemberi: Batu Api, Spon dan Sarang Lebah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya ...- Amsal 11:24&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon dan si sarang lebah. Untuk mendapatkan &lt;strong&gt;si batu api&lt;/strong&gt;, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. &lt;em&gt;&lt;u&gt;Pelit untuk memberi&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ada si spon&lt;/strong&gt;. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. &lt;em&gt;&lt;u&gt;Memberi karena terpaksa&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;. Memberi bukan dari hati. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang terakhir adalah pemberi &lt;strong&gt;tipe sarang lebah&lt;/strong&gt;. Sarang lebah senang memberi, tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dulu seseorang merengek-rengek kepadanya. Dia membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Uniknya, sarang lebah tidak akan pernah kehabisan. &lt;em&gt;&lt;u&gt;Ia akan selalu memberi, memberi dan selalu ada saja madu yang diberikannya, seolah tidak ada habisnya&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita pemberi macam bunga api yang selalu gembar-gembor ke sana kemari untuk mengumumkan kedermawanan kita? Apakah kita pemberi macam spon yang menunggu ditekan dan dipaksa dulu? Ataukah kita seperti sarang lebah yang memberi karena ketulusan? Memberi karena ada iman bahwa yang telah mereka berikan akan segera diganti dengan baru. Berharap bahwa kita semua adalah orang Kristen yang suka memberi. Memberi karena ketulusan dan ekspresi kasih. Hal yang paling unik soal memberi adalah kita tidak akan pernah kekurangan di saat kita memberi. Tak pernah ada orang yang jatuh miskin karena ia memberi. Mengapa? Karena Tuhan selalu menggantinya dengan berkat yang selalu baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Apakah kita sudah menjadi pemberi yang tulus?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.renungan-spirit.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6814089034513302749?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6814089034513302749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6814089034513302749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6814089034513302749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6814089034513302749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/08/tiga-tipe-pemberi.html' title='Tiga Tipe Pemberi: Batu Api, Spon dan Sarang Lebah'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8931127009718009097</id><published>2010-08-21T08:53:00.000+07:00</published><updated>2010-08-21T08:53:49.088+07:00</updated><title type='text'>Macan Dengan Nyali Tikus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, - II Timotius 1:7&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu alasan mengapa kita tidak bisa mengembangkan senyum lebih lebar adalah karena kita terlampau dicekam oleh ketakutan kita sendiri. Boleh percaya boleh tidak, namun fakta berkata bahwa ketakutan adalah seperti kanker ganas yang menggerogoti sukacita kita. Semakin kita mengijinkan ketakutan mempengaruhi kehidupan kita, maka semakin sulit kita merasakan sukacita. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita lama dari India menceritakan tentang tikus yang ketakutan karena melihat seekor kucing. Itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing. Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia dicekam rasa takut karena melihat anjing. Maka segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing. Setelah jadi anjing, lagi-lagi ia takut ketika bertemu dengan macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan. Tetapi ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, “Akan saya ubah kamu jadi tikus lagi, sebab, sekalipun badanmu macan, nyalimu masih tetap nyali tikus.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diubah menjadi manusia baru. Hanya sayang, kita seperti cerita klasik tersebut. Kita mengaku sudah menjadi manusia baru, tapi “nyali” kita tidak baru. Daripada mengijinkan Kristus menguasai kehidupan kita, kita lebih mengijinkan ketakutan yang menguasai kita. Bukan iman, tapi rasa kuatir. Bukan keberanian, tapi rasa cemas. Tak heran sukacita kita padam. Tak ada senyum. Tak ada keceriaan. Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terpancar dari hidup kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Seandainya kita memiliki nyali Kristus, tentu kita bisa bersukacita dalam segala keadaan. Paulus memiliki nyali Kristus, itu sebabnya penjara tak bisa membendung sukacitanya. Demikian juga situasi dan kondisi yang paling buruk sekalipun tak akan pernah bisa memadamkan sukacita kita, seandainya kita memiliki nyali Kristus. Sungguh ironis kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan tetapi tak mampu lagi bersukacita karena situasi dan keadaan yang menantang kita. Bukankah seharusnya kita berani menghadapi setiap tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita? Kalau tak bisa tersenyum di tengah tantangan hidup, itu seperti seekor macan dengan nyali tikus.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Hadapilah semua tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;http://www.renungan-spirit.com&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8931127009718009097?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8931127009718009097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8931127009718009097' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8931127009718009097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8931127009718009097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/08/macan-dengan-nyali-tikus.html' title='Macan Dengan Nyali Tikus'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6125894291005868481</id><published>2010-08-21T08:48:00.004+07:00</published><updated>2010-08-21T08:54:13.939+07:00</updated><title type='text'>Hal Kecil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan. - Amsal 30:24&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Benjamin Franklin&lt;/em&gt; pernah berkata, “Pukulan-pukulan kecil dapat menumbangkan pohon oak yang besar !” Memang mengherankan ketika melihat hal-hal yang penting dan temuan-temuan besar di dunia ini justru lahir dan berasal dari hal-hal yang kecil. Kita selalu punya kecenderungan untuk melihat sesuatu yang besar daripada memperhatikan sesuatu yang kecil. Hal-hal kecil biasanya kita lewatkan begitu saja, padahal melewatkan hal-hal kecil sebenarnya menutup pintu bagi kemungkinan-kemungkinan besar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa peduli dengan sarang laba-laba? Tidak ada yang suka dengan sarang laba-laba, kecuali Spiderman tentunya. Sarang laba-laba identik dengan tempat yang kotor, jorok dan jarang dibersihkan. Melihat sarang laba-laba membuat kita jadi tidak sabar lagi untuk segera mengambil sapu dan menghilangkan sarang laba-laba itu. Sementara banyak orang melewatkan hal-hal yang kecil, seorang yang peduli dengan hal-hal kecil justru terinspirasi dengan sarang laba-laba ini. Inspirasi dari sarang laba-laba inilah yang kemudian melahirkan gagasan untuk membuat jembatan gantung! Siapa peduli dengan suara ketel di atas kompor? Suara itu benar-benar mengganggu dan berisik. Membuat kita tak sabar untuk segera mematikan kompor agar suara ketel itu berhenti. Mempedulikan suara ketel adalah tindakan yang bodoh, tapi justru dari suara ketel itulah mesin uap kemudian diciptakan oleh seorang &lt;em&gt;James Watt&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Telah terbukti bahwa hal-hal besar selalu lahir dari hal-hal kecil. Seringkali kita melewatkan banyak hal kecil terjadi begitu saja. Kita terlanjur punya konsep bahwa hal-hal besar selalu lahir dari pemikiran yang rumit. Itu sebabnya kita selalu disibukkan dengan hal-hal besar dan hal-hal paling rumit, dan tidak pernah mempedulikan hal-hal kecil yang nampaknya terlalu sederhana untuk dipikirkan. Terbukalah dengan hal-hal kecil. Belajar peka dan kritis dengan hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kita. Jangan pernah membiarkan hal-hal kecil terlewatkan begitu saja, tanpa kita bisa belajar darinya. Jangan sampai suatu saat kita akan dipermalukan akibat kita selalu meremehkan hal-hal kecil. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Semua hal besar selalu berawal dari hal kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;source: &lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/"&gt;http://www.renungan-spirit.com/&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6125894291005868481?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6125894291005868481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6125894291005868481' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6125894291005868481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6125894291005868481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/08/hal-kecil.html' title='Hal Kecil'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5143907813893389695</id><published>2010-08-21T08:43:00.003+07:00</published><updated>2010-08-21T08:54:27.912+07:00</updated><title type='text'>Kisah Baut Kecil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;&amp;nbsp;- Filipi 2:3&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula. Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan, "Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu lepas kami juga akan lepas!" Teriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama. Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan. Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi keselamatan seisi kapal. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas. Kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja "jatuh", bahkan kita akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal dalam tanggung jawabnya. Jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri. Apa yang disebut gaya hidup seorang Kristen seakan tidak berlaku di tempat kerja. Padahal setiap tindakan yang kita lakukan akan selalu disorot oleh Sang Atasan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Bagaimana sikap kita dengan rekan kerja? Mungkin saat rekan kerja menghadapi masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri. Tapi sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada keseluruhan. Jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan? Bukankah hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan bekerjasama menghadapi persoalan? Kristus mengajarkan bahwa kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota mengalami masalah, yang lainnya harus mendorong dan menguatkannya. Jangan sampai masalah yang dialami rekan kerja malah membuat kita senang. Tapi baiklah kita berseru, "Berpeganglah erat-erat! Tanpa kamu, kami akan tenggelam!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kegagalan atau kesuksesan rekan sekerja akan selalu mempengaruhi diri kita juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.renungan-spirit.com/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.renungan-spirit.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5143907813893389695?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5143907813893389695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5143907813893389695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5143907813893389695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5143907813893389695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/08/kisah-baut-kecil.html' title='Kisah Baut Kecil'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2115772218517039054</id><published>2010-07-19T13:13:00.000+07:00</published><updated>2010-07-19T13:13:47.320+07:00</updated><title type='text'>Dia Membuat Segala Sesuatu Indah Pada WaktuNya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal angkatan darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawanya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Allah, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Allah dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan. Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan angkatan darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Allah yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan diatas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya. Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Allah. Ia tahu bahwa Allah ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Allah yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru. Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru. Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Allah mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan." Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah. Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Allah telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Untuk dapat melihat kehendak Allah digenapkan di dalam hidupmu, kamu harus mengikuti Allah dan bukan mengharapkan Allah yang mengikutimu...Apa yg kamu alami hari ini..mungkin kamu mengerti..Satu hal tanamkan di dalam hati...Yang Tuhan beri pastilah indah...Tuhan takkan memberi ular beracun pada yang minta roti...Tantangan, gangguan, hambatan, ancaman, cobaan hidup yang kamu alami takkan melebihi kekuatanmu...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2115772218517039054?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2115772218517039054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2115772218517039054' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2115772218517039054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2115772218517039054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/07/dia-membuat-segala-sesuatu-indah-pada.html' title='Dia Membuat Segala Sesuatu Indah Pada WaktuNya'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1903454576734501996</id><published>2010-07-07T08:23:00.000+07:00</published><updated>2010-07-07T08:23:01.285+07:00</updated><title type='text'>Mengucap Syukurlah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;em&gt;Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak kaya...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Dia menunjukkan seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian, dan tidak memiliki siapapun untuk berbagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak cantik...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Dia menunjukkan seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, tetapi memiliki karakter yang buruk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;em&gt;Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Dia menujukkan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karena kecelakaan mobil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak memiliki rumah besar...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Dia menunjukkan sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang, baru saja diusir dari rumah yang kecil sesak...dan terpaksa tinggal dijalanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku harus bekerja...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Dia menunjukkan seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun, karena tidak memiliki kesempatan untuk belajar membaca.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak menjadi orang terkenal...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Dia menunjukkan seseorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi ketika orang itu tidak memiliki harta lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;em&gt;Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak pintar...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Dia menunjukkan seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia lalu menunjukkan AlkitabNya...Dia menunjukkan AnakNya, yang telah mengambil alih tempatku di Kalvari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tahu sekarang betapa besar Ia mengasihiku...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan itu cukup bagiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;I TESALONIKA 5:18&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;'Mengucap syukurlah dalam segala hal, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1903454576734501996?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1903454576734501996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1903454576734501996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1903454576734501996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1903454576734501996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/07/mengucap-syukurlah.html' title='Mengucap Syukurlah'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-7516348713592285438</id><published>2010-07-03T09:03:00.000+07:00</published><updated>2010-07-03T09:03:26.259+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Jam Swiss Atau Sekedar Ganjal Pintu?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya membaca dari satu informasi bahwa satu pon (sekitar setengah kilo) plat baja saat ditambang punya harga sekitar 5 dollar (45.000 rupiah). Itu mungkin bisa untuk membuat ganjal pintu yang bagus. Jika anda membawa baja dengan berat yang sama untuk membuat sepatu kuda, kini harganya naik menjadi sekitar 50 dollar (450.000 rupiah). Bawalah baja itu dan dibuat jarum suntik kedokteran, nilainya menjadi 500 dollar (4.500.000 rupiah). Namun bila baja itu dibuat menjadi pegas atau per yang diperlukan dalam jarum buatan Swiss, maka satu pon baja itu menjadi senilai 5000 dollar (45.000.000 rupiah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaannya adalah pada apa yang dilakukan pada bahan mentah itu. Sekarang apa yang bisa anda lakukan dengan bahan mentah yang Tuhan telah berikan pada Anda? Saya melihat orang-orang yang terus menerus mengganti pekerjaan, rumah, pasangan hidup, gereja dan juga teman-temannya – mereka mencari satu bentuk kehidupan yang sempurna, namun mereka tidak pernah berpikir tentang merubah diri mereka sendiri. Apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat bahan mentah yang anda miliki menjadi lebih bernilai?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah menakjubkan bagi saya ketika melihat tangan manusia secara fisik bisa dipakai untuk menggenggam senjata dan merampok toko swalayan dan tangan yang sama bisa dilatih dan dibentuk untuk menggenggam pisau bedah untuk operasi untuk menyelamatkan jiwa seseorang. Satu batu bata bisa dipakai untuk melempar jendela rumah orang lain atau menjadi bagian dari katedral indah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah Anda telah melihat potensi lengkap yang telah diberikan pada diri Anda? Apa yang bisa Anda lakukan di waktu mendatang untuk membuka bungkusan potensi Anda dan terlibat lebih jauh dengan kapasitas Anda untuk membuat dunia lebih baik?. Apakah Anda membutuhkan training, pelatihan, peneguhan, inspirasi atau harapan?. Buatlah keputusan untuk menjadi Jam Swiss – bukan sekedar ganjal pintu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.jawaban.com/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;www.jawaban.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-7516348713592285438?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/7516348713592285438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=7516348713592285438' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7516348713592285438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7516348713592285438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/07/menjadi-jam-swiss-atau-sekedar-ganjal.html' title='Menjadi Jam Swiss Atau Sekedar Ganjal Pintu?'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6826245108703426312</id><published>2010-06-28T13:48:00.000+07:00</published><updated>2010-06-28T13:48:50.135+07:00</updated><title type='text'>Doa Yang Dijawab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang kakek yang sudah tua, tinggal di sebuah rumah di pinggiran desa. Kakek ini adalah seorang yang sangat saleh dan rajin beribadah kepada Tuhan. Si kakek dikenal di seluruh desa karena kebaikannya suka menolong orang dan taat beribadah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari turun hujan lebat di desa tersebut dan air dengan sangat cepatnya naik ke atas dan telah mencapai sebatas lutut. Orang-orang di desa tersebut telah diinstruksikan untuk mengungsi dan ramai-ramai mereka membawa barang-barangnya keluar dari rumah mereka masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si Kakek yang tinggal di pinggiran desa juga tidak luput dari situasi banjir tersebut dan menjadi cemas karenanya, tetapi sebagai orang yang beriman, dia berusaha berdoa memohon kepada Tuhan untuk menghentikan hujan yang lebat tersebut agar seluruh orang di desa tersebut bisa diselamatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lama setelah dia berdoa, datanglah kepala desa hendak menjemputnya dengan kendaraan jipnya, tetapi si kakek menolak dengan halus dan dia berkata bahwa dia percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan doanya dan segera menghentikan hujan lebat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pergilah segera sang kepala desa dengan perasaan cemas, tetapi karena dia percaya bahwa dia memang orang yang saleh, tentunya Tuhan juga pasti akan menolongnya juga. Hujan turun semakin lebatnya dan telah mencapai ketinggian satu meter dan seluruh penduduk desa telah mengungsi ke luar dan si kakek pun sudah berjongkok di atas lemarinya, dengan perasaan yang semakin cemas akhirnya dia berdoa dengan lebih keras lagi memohon kepada Tuhan untuk segera menghentikan hujan lebat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lama kemudian datanglah regu penyelamat dengan mengendarai perahu karet dan berteriak-teriak memanggil si kakek. Si kakek pun berteriak kepada regu penyelamat tersebut dan berkata bahwa dia telah berdoa kepada Tuhan dengan lebih bersungguh-sungguh dan Tuhan selama ini tidak pernah tidak mendengarkan doanya dan dia percaya bahwa kali inipun Tuhan pasti mendengarkan doanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya perahu karet itupun pergi dengan perasaan yang sangat khawatir akan keselamatan si kakek, tetapi karena merekapun merasa bahwa sang kakek memang memiliki iman yang lebih tebal daripada mereka maka merekapun tidak berani memaksa lebih keras lagi. Sepeninggal regu penyelamat dengan perahu karet, hujan malah turun semakin lebatnya dan lebih lebat dari sebelumnya dan kali ini si kakek sudah berdiri di atas atap rumahnya dan berteriak-teriak dengan sangat kerasnya berdoa memohon kepada Tuhan untuk segera menghentikan hujan lebat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari atas terdengar deru helikopter dengan keras dengan lampu sorotnya dan tampak beberapa orang berteriak dari atas helikopter kepada sang kakek untuk segera menangkap tali yang dilemparkan ke bawah. Dan kali inipun sang kakek menolak dan berkata dengan yakinnya bahwa dia telah berdoa dengan sangat sungguh-sungguh dan kali ini Tuhan pasti akan menghentikan hujan tersebut dan menolong si kakek. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan putus asa helikopter tersebut meninggalkan si kakek yang terus berteriak-teriak memohon kepada Tuhan untuk menghentikan hujan lebat tersebut dan mereka berharap bahwa semoga doa kakek terkabul dan mereka juga tahu bahwa kakek&amp;nbsp;adalah orang yang sangat beriman dan selalu menolong orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir kata, hujan tidak juga berhenti dan menenggelamkan si kakek dan dia pun meninggal. Karena selama hidupnya kakek tersebut sangat beriman dan tidak pernah sekalipun berbuat yang tidak baik dihadapan Tuhan, maka si kakek diijinkan masuk ke dalam surga. Di surga, kakek bertemu dengan Tuhan dan lalu menyatakan kekecewaannya karena doanya yang terakhir tidak dikabulkan oleh-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan pun berfirman kepadanya, "Kakek yang baik, engkau adalah anak-Ku yang baik dan sepanjang hidupmu engkau selalu menuruti firman-Ku, dan Aku pun selalu mendengarkan doa-doamu dan mengabulkannya. Pada waktu engkau berdoa yang pertama kalinya, Aku telah mengirim kepala desa untuk menjemputmu dengan mobil jipnya tetapi engkau tolak, lalu doamu yang kedua, Aku mengirimkan regu penyelamat dengan perahu karetnya dan itupun kau tolak dan terakhir engkau berdoa kepadaKu, Aku mengirimkan sebuah helikopter untuk menjemputmu tetapi masih engkau tolak juga. Aku selalu mendengarkan doamu anakKu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Inti cerita ini adalah mengenai sebuah kesempatan, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;dan bagaimana kita mengerti jawaban Tuhan atas doa-doa kita.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6826245108703426312?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6826245108703426312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6826245108703426312' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6826245108703426312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6826245108703426312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/06/doa-yang-dijawab.html' title='Doa Yang Dijawab'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4641105099218466536</id><published>2010-06-28T13:43:00.000+07:00</published><updated>2010-06-28T13:43:06.605+07:00</updated><title type='text'>Doa Siapakah Yang Lebih Berkuasa ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena badai, sebuah kapal tenggelam di lautan luas. Yang selamat hanyalah dua laki-laki yang berhasil berenang ke sebuah pulau terpencil. Di sana mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat, kecuali berdoa. Namun untuk mengetahui doa siapa yang lebih manjur, mereka memutuskan membagi pulau tersebut menjadi dua bagian. Kemudian mereka pun berpisah untuk menempati daerah masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama mereka berdoa untuk makanan. Paginya, orang pertama mendapati sebuah pohon dengan buah-buahnya yang bergelantungan. Sementara orang yang kedua tidak menemukan apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seminggu berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang pertama merasa kesepian sehingga ia berdoa memohon seorang istri. Tanpa diduga, keesokan harinya ada kapal karam. Hanya seorang wanita yang berhasil selamat dan sampai ke bagian pulau yang ditempati orang pertama. Segera setelah itu, si orang pertama berdoa minta rumah, pakaian dan lebih banyak lagi makanan. Dan, ajaib! Segalanya terkabul dengan segera. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ironisnya,tetap tidak terjadi apa-apa bagi orang kedua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, orang pertama berdoa meminta sebuah kapal agar ia dan istrinya bisa meninggalkan pulau tersebut. Lagi, esok harinya ia menemukan sebuah kapal terdampar di bagian pulau yang ditempatinya. Buru-buru ia dan istrinya naik ke kapal hendak meninggalkan orang kedua. Ia merasa bahwa orang kedua tidak layak menerima berkat Allah karena tidak satu pun doanya dikabulkan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika si orang pertama hendak meninggalkan pulau, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dari surga: "Mengapa kamu hendak meninggalkan temanmu sendirian di pulau?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Berkat ini hanya untukku," jawabnya. "Semua doanya tidak ada yang terkabul. Berarti ia memang tak pantas menerima apa-apa."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamu salah," suara itu menjawab. "Ia telah berdoa untuk satu hal dan Aku hanya mengabulkan doanya. Jika bukan karena dia, kamu tidak akan menerima semua berkat ini."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Katakan," serunya pada suara itu, "Apa yang ia doakan sehingga aku harus mempedulikannya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ia memohon kepada-Ku agar semua doamu dikabulkan."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4641105099218466536?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4641105099218466536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4641105099218466536' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4641105099218466536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4641105099218466536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/06/doa-siapakah-yang-lebih-berkuasa.html' title='Doa Siapakah Yang Lebih Berkuasa ?'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8679444385833512172</id><published>2010-06-16T08:13:00.000+07:00</published><updated>2010-06-16T08:13:12.571+07:00</updated><title type='text'>Biarlah Yang Miskin Berkata, "Aku Kaya !"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin. Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya, "Bagaimana perjalanan tadi?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sungguh luar biasa, Pa," tukas si anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang ayah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Iya, Pa," jawabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si anak menjawab, "Saya melihat kenyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka. Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, "Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain. Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8679444385833512172?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8679444385833512172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8679444385833512172' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8679444385833512172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8679444385833512172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/06/biarlah-yang-miskin-berkata-aku-kaya.html' title='Biarlah Yang Miskin Berkata, &quot;Aku Kaya !&quot;'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8551798469649551270</id><published>2010-06-15T16:45:00.001+07:00</published><updated>2010-06-15T16:46:20.049+07:00</updated><title type='text'>Allah Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatu , Doa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Itu tidak mungkin."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "aku terlalu capai."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kelegaan padamu." (Matius 11:28)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Tidak ada seorangpun yang mencintai aku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa meneruskan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Kasih karuniaKu cukup." (2 Korintus 12:9 - Mazmur 91:15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku tidak mengerti."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Aku akan menuntun langkah-langkahmu." (Amsal 3:5-6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa melakukannya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Kamu bisa melakukan semuanya." (Filipi 4:13)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Ini tidak berharga."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Itu akan berharga." (Roma 8:28)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Aku memaafkanmu." (1 Yohanes 1:9-Roma 8:1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku tidak bisa mengatasi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Aku akan menyediakan kebutuhanmu." (Filipi 4:19)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku takut."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan." (II Timotius 1:7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku selalu kuatir dan frustasi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku." (I Petrus 5:7)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku tidak mempunyai iman yang kuat."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya." (Roma 12:3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku tidak pandai."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Aku memberikan padamu hikmat." (I Korintus 1:30)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu berkata, "Aku merasa aku sendirian."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan berkata, "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu." (Ibrani 13:5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartakanlah ini pada siapa yang membutuhkan, Saya percaya ada saat-saat di mana kita merasa "gubuk" kita terbakar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8551798469649551270?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8551798469649551270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8551798469649551270' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8551798469649551270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8551798469649551270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/06/allah-turut-bekerja-dalam-segala.html' title='Allah Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatu , Doa'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2096010792063125470</id><published>2010-06-15T16:37:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T16:37:11.281+07:00</updated><title type='text'>Berkat atau Kutuk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum pernah dilihat begitu kemegahannya, keagungannya dan kekuatannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak, "Kuda ini bukan kuda bagi saya," ia akan mengatakan. "Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang itu miskin dan godaan besar. Tetapi ia tetap tidak menjual kuda itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. Seluruh desa datang menemuinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Orang tua bodoh," mereka mengejek dia, "sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami sudah peringatkan bahwa kamu akan dirampok. Anda begitu miskin. Mana mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu berharga? Sebaiknya anda sudah menjualnya. Anda boleh minta harga apa saja. Harga setinggi apapun akan di bayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda dikutuk oleh kemalangan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tua itu menjawab, "Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu; selebihnya adalah penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana Anda dapat ketahui itu? Bagaimana Anda dapat menghakimi?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang protes, "Jangan menggambarkan kita sebagai orang bodoh! Mungkin kita bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak diperlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah kutukan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tua itu berbicara lagi, "Yang saya tahu hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau berkat, saya tidak dapat katakan. Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol; kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di curi, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul di sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan, "Orang tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan sebenarnya berkat. Maafkan kami."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab orang itu, "Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik. Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat? Anda hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana anda dapat menilai? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh ungkapan? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata. Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu karena apa yang saya tidak tahu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu kepada yang lain. Jadi mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual untuk banyak uang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamu benar," kata mereka, "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar. Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk membantumu. Sekarang kamu lebih miskin lagi."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tua itu berbicara lagi, "Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu itu berkat atau kutukan? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka terjadilah 2 minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orang tua tidak diminta karena ia sedang terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka mungkin tidak akan melihat anak-anak mereka kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamu benar, orang tua," mereka menangis, "Tuhan tahu kamu benar. Ini membuktikannya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tua itu berbicara lagi, "Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini: anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Allah yang tahu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* * * *&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan. Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tidak tahu dari mana si tukang kayu belajar menjaga kesabarannya. Mungkin dari tukang kayu lain di Galelia. Sebab tukang kayu itulah yang paling baik mengungkapkannya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;"Janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia adalah yang paling tahu. Ia menulis cerita kita. Dan Ia sudah menulis bab yang terakhir. &lt;em&gt;(In The Eye of The Storm - Max Lucado)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: http://www.sumberkristen.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2096010792063125470?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2096010792063125470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2096010792063125470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2096010792063125470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2096010792063125470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/06/berkat-atau-kutuk.html' title='Berkat atau Kutuk'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-7105159920825336422</id><published>2010-05-14T10:41:00.002+07:00</published><updated>2010-05-14T10:50:46.826+07:00</updated><title type='text'>Bayanganku Di Cermin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore itu hujan rintik-rintik mengantar Patrik pulang ke asrama tempat tinggalnya, dia seorang mahasiswa yang hidup jauh dari kampung halaman dan keluarganya. Dengan lelah ia meletakan tas yang penuh dengan buku diatas meja belajarnya, dengan tergesa-gesa ia mengganti pakaian dan segera berbaring di tempat tidurnya dengan harapan lelah yang ia rasakan segera terobati. pikirnya: 'Mengapa aku begitu lelah?', ''seandainya tadi nilai ujianku A, B atau setidaknya C, pastinya aku tidak frustasi seperti ini, frustasi ini membuat aku begitu lelah dan hanya ingin tidur saja rasanya, hmm.. tapi ujian belum selesai, besok ada 2 mata ujian yang harus kuhadapi, yah.. Tuhan tolonglah aku''. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia bangun dari tidurnya, menyandarkan punggungnya ke bantal dan duduk menatap cermin yang menempel di lemari tepat di depannya, ia pun mengutarakan keluhannya kepada bayangannya di cermin, dalam hatinya ia berkata : 'Hai kamu yang disana, bayanganku, apakah nasibmu sama denganku? Bagaimana kehidupanmu di duniamu? Aku tahu kalau kamu mempunyai kehidupanmu sendiri dan sekarang kamu sedang bercakap-cakap denganku bayanganmu dan akupun sedang bercakap-cakap denganmu bayanganku, iapun mendekati cermin itu dan melihat ke dalam cermin, ia menyerongkan kepalanya agar dapat melihat situasi didalam cermin itu..' Ya aku tau, kamu sedang melihat ke dalam kamarku, rasanya aku ingin memecahkan engkau cerminku.. apa katamu? Kau ingin memecahkan cerminku? Ya kita ini sama dan apa yang aku lakukan kamu juga akan melakukannya, di duniamu yang aku sebut dunia cermin dan di duniaku yang kamu sebut dunia cermin juga,'' katanya sambil tersenyum sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia kembali ke tempat tidurnya dan berusaha untuk beristirahat agar lelah yang ia rasakan lenyap, pikirnya, ' Kalau aku tidak istirahat, aku tidak dapat berkonsentrasi untuk belajar'. Sejam berlalu namun ia masih melamun di tempat tidurnya, kembali ia menatap cermin dari tempat tidurnya dan pikirannya terbawa ke dalam khayalannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam khayalan cermin menyapanya, 'Apa yang terjadi padamu?' Ini aku cermin teman sekamarmu, ceritakanlah padaku masalahmu. Dia menjawab cermin itu, 'Apa yang salah denganku?' Aku selalu saja merasa iri hati dengan teman-temanku bahkan akupun sering frustasi karna apa yang aku capai sangat tidak memuaskan hatiku dan lagi mengapa teman-temanku mencapai hal yang aku inginkan sedangkan aku sendiri tidak dapat mencapainya, prestasi akademik, wanita idaman, bahkan akupun iri dengan tinggi badan yang mereka miliki namun tidak aku miliki, aku selalu berusaha untuk tidak memikirkannya namun pikiran itu selalu menggangguku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesaat kemudian bayangannya keluar dari cermin dan duduk di tempat tidurnya tepat di samping Patrik dan sambil tersenyum bayangan itu berkata: 'Aku ini cermin dan aku mempunyai banyak rupa, banyak orang yang melihat dirinya padaku dan aku melihat bahwa pada dasarnya segala jerih payah dan keberhasilan orang didorong oleh rasa iri hati yang dimilikinya, kebanyakan aku melihat hidup mereka digerakan oleh hal-hal yang tidak semestinya menggerakkan hidup mereka, rasa bersalah, benci, marah, rasa takut, materi, kedudukan, nama baik dan hal-hal lainnya, aku pun bingung dengan masing-masing mereka, apakah untuk itu tujuan hidup mereka ?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Patrik menjawabnya dengan nada bertanya, 'Bukankah memang seperti itu kehidupan ini?', bayangan itu menatapnya dan berkata, 'Kawanku.. benar katamu, kehidupan di dunia ini memang seperti itu, tapi semuanya itu bukanlah tujuan hidup ini, Patrik kembali bertanya dengan nada penasaran, 'Kalau begitu apakah tujuan hidup itu? Katakan padaku hai kamu bayanganku. Bayangannya tersenyum dan berkata pada Patrik, "Lihatlah kehidupan manusia yang tidak digerakan tujuan, hidupnya tiada makna dan ia berusaha menyenangkan hati semua orang, aku tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk berhasil tapi apa yang mereka lakukan adalah kegagalan, kenalilah tujuan hidupmu dan biarkan hidupmu digerakan olehnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahut Patrik kepadanya, 'Hai bayanganku beritahukan padaku apakah tujuan hidupku itu? Aku ini bayanganmu masakan engkau bertanya padaku yang adalah bayanganmu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lihatlah seorang ibu yang menjahit pakaian yang indah, tak seorang pun tau untuk apa ibu itu membuat pakaian yang indah itu selain dia yang membuatnya, anak perempuan ibu itu bertanya kepadanya,'untuk apa ibu membuat pakaian yang indah itu', sambil tersenyum ibu itu menjawab, "Anakku yang kukasihi, aku akan membuat pakaian yang indah yang aku rencanakan untuk hari pernikahanmu nanti. " &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Patrik terdiam sambil memandang bayangannya, kata bayangan itu padanya, "Mengapa engkau memandangiku? Aku tidak dapat memberitahu tujuan hidupmu hanya Dia yang menciptakanmu yang mengetahuinya, satu hal yang ingin kuberitahu kepadamu, bahwa hidupmu ini bukan mengenai kamu, tetapi bagi kemuliaanNya yang menciptakan engkau, sebab segalah sesuatu diciptakan oleh Dia dan bagi Dia. bayangan itu tersenyum dan lenyap meninggalkan Patrik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Patrik terbangun dari tidurnya, lelahnya sudah pergi meninggalkannya, ia bangun duduk di meja belajarnya dan memanjatkan doanya, "Ya Tuhan, segala kemuliaan hanya bagiMu, kutahu hidupku hanya untuk kemuliaan namaMu, pakailah hidupKu ya Tuhan biarlah yang kulakukan hanyalah untukmu, aku akan belajar untuk ujian besok dan semua itu kupersembahkan untuk Engkau, kebersyukur untuk semua yang terjadi dalam hidupku peganglah tanganKu ya Tuhan dalam menghadapi dunia ini, ampuniku atas kelemahanku, aku membutuhkan Engkau. Amin." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Patrik membuka buku pelajarannya dan belajar dengan sukacita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;rudolf s bonay - &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="mailto:surya_bonay@yahoo.com"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;surya_bonay@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-7105159920825336422?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/7105159920825336422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=7105159920825336422' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7105159920825336422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/7105159920825336422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/05/bayanganku-di-cermin.html' title='Bayanganku Di Cermin'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4784340106491668729</id><published>2010-05-07T14:11:00.000+07:00</published><updated>2010-05-07T14:11:35.809+07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Semut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari Raja Daud mengajak Salomo anaknya utk menemaninya berjalan-jalan di taman istana. Setelah letih berkeliling duduklah ia di bawah sebuah pohon yang rindang. Dilihatnya Salomo sedang asyik memandangi sesuatu. Rasa penasaran Daud mendorongnya untuk menghampiri Salomo. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Anakku apa yang sedang engkau lihat?" tanya sang ayah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Oh lihatlah ayah sekawanan semut itu, mereka begitu sibuk mengangkat daun menuju sarang. Untuk apa sebenarnya daun-daun itu?" tanya Salomo kepada ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Daun itu adalah makanannya, anakku. Ini adalah musim dimana mereka biasa mengumpulkan makanan, untuk bekal ketika salju mulai turun menutupi bumi," jawab Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Lihatlah mereka begitu kecil tapi sanggup mengangkat daun yang begitu besar, bahkan jauh lebih besar dari tubuh mereka sendiri. Ternyata semut tidak selemah yang aku kira selama ini," sambung Salomo. Dia tampak begitu heran dan kagum dengan pemandangan yang sedang dilihatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Yah, itulah kuasa Tuhan, bahkan binatang yang paling lemah diberikan Tuhan kekuatan melebihi yang lain. Tuhan itu adil. Tahukah kamu anakku, semut yang kecil ini sanggup mengangkat beban yang bahkan 10 kali lebih berat dari tubuhnya. Seekor gajah yang paling besarpun tidak akan sanggup menandingi kekuatan seekor semut. Anakku, jangan pernah sekalipun engkau meremehkan mereka yang tampak lemah. Belajarlah dari semut jika engkau nanti menjadi seorang raja, " jawab Raja Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Engkau tahu berapa lama mereka akan mengangkat makanan-makanan itu?" tanya Raja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Entah ayah, mungkin sampai nanti sore," jawab Salomo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak nak, tidak seperti itu. Mereka akan terus bekerja mengumpulkan makanan hingga musim dingin tiba. Lihatlah bagaimana mereka bekerja! Mereka seakan tidak pernah lelah. Tidak ada yang diam, tidak ada yang tampak sedang asik bersantai bukan?" sambung Raja Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya, ayah benar. Mereka semua bekerja! Tapi Ayah, mungkinkah karena mereka takut akan dihukum jika tidak bekerja? Mungkin ada yang sedang mengawasi mereka bekerja," Salomo mencoba mengajukan argumennya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak, tidak ada yang mengawasi, semut bukan budak dari siapapun. Semut hanya memiliki seorang ratu yang bertugas melahirkan para semut, sedangkan sebagian besar semut adalah jenis pekerja dan sisanya adalah semut prajurit yang bertugas menjaga koloni dan ratu mereka. Tapi tidak untuk mengontrol para pekerja," jawab Raja Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Anak ku, jika engkau mau merenungkannya, engkau bisa belajar banyak dari kehidupan para semut," sambung Raja Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apakah itu ayah, katakanlah supaya aku ini mengerti," pinta Salomo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Baiklah, supaya engkau tahu, semut adalah binatang yang bijaksana, yang menyadari bahwa untuk segala sesuatu ada masanya. Mereka menyadari ada waktu untuk mengumpulkan dan bekerja serta ada waktu untuk beristirahat. Ketika masa untuk bekerja datang, mereka akan menggunakannya untuk mengumpulkan bekal makanan. Tak satupun dari mereka yang berusaha mencuri waktu untuk bersantai dan bersenang-senang. Karena mereka sadar ketika musim dingin tiba, mereka akan dapat beristirahat di dalam sarangnya yang hangat, semua beristirahat, tidak ada yang bekerja. Mereka makan dan minum, berpesta sambil menanti datangnya musim semi."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Yang kedua, sebagai semut, mereka tahu bagaimana hidup dalam bersama dalam komunitasnya. Setiap semut paham akan tugas dan perannya masing masing. Mereka menjalankan tugasnya dengan setia. Mereka tidak perlu dipaksa dan tidak perlu didikte. Mereka tetap bekerja tanpa perlu diawasi. Tiap-tiap semut akan melakukan tugasnya dengan sukarela dan sungguh-sungguh. Yang satu tidak iri dengan yang lain. Selain rajin, semut adalah binatang yang memiliki integritas tinggi."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Anakku jika engkau nanti menjadi seorang raja yang akan memimpin bangsamu, ajaklah rakyatmu belajar dari para semut," sambung Sang Daud.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa hari semakin siang. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Digandengnya tangan Salomo, "Anakku sudah saatnya untuk pulang. Masih cukup waktu untuk kamu bisa merenungkannya nanti."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background-color: white; color: blue;"&gt;Ya masih banyak waktu bagi kita untuk merenungkan, betapa tidak sempurnanya kita sebagai manusia, hingga masih harus belajar dari para semut.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4784340106491668729?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4784340106491668729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4784340106491668729' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4784340106491668729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4784340106491668729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/05/belajar-dari-semut.html' title='Belajar Dari Semut'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5943816257244423093</id><published>2010-05-07T14:01:00.000+07:00</published><updated>2010-05-07T14:01:39.596+07:00</updated><title type='text'>Resep Menjalani Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya. "Tuhan", kataku. "Berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia memberi jawaban yang mengejutkanku. "Lihat ke sekelilingmu", kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada di hutan ini?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya", jawabku. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, dan pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah, namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tapi Aku tidak berhenti merawatnya." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun keempat." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Lalu pada tahun kelima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, yang kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tahukah engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. " &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan berkata, "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saatmu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Setinggi yang mereka mampu?" aku bertanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya." jawabNya "Muliakan Aku dengan pertumbuhanmu, setinggi yang engkau dapat capai." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.gkr-gedong.org/"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.gkr-gedong.org&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5943816257244423093?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5943816257244423093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5943816257244423093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5943816257244423093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5943816257244423093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/05/resep-menjalani-hidup.html' title='Resep Menjalani Hidup'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6271817507960688570</id><published>2010-04-22T09:02:00.000+07:00</published><updated>2010-04-22T09:02:28.868+07:00</updated><title type='text'>Doa Malam ... diinterupsi oleh Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Bapa di surga …&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Ya?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Jangan menyela. Aku sedang berdoa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Tapi kamu memanggil-Ku.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Bapa di surga….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Melakukan apa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini'kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Oh, baiklah. Teruskan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Apa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku…yah…aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Oh, baiklah. Teruskan…&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Teruskan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ya, teruskan doamu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Apakah kamu bersungguh-sungguh?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Ya, tentu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apakah Aku berkuasa atasmu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya……seperti kamu misalnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Maksudmu orang-orang seperti Dion?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Dion?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap Misa.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan-ku"? Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;em&gt;Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu'kan? Ayo...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku tidak mau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kenapa tidak mau?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ayo, coba dan lihatlah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagaimana dengan Billy?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Nah, betul'kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Aku tidak bersungguh-sungguh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya'kan?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu mau tahu suatu rahasia?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Rahasia apa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Sungguh, apa pun yang terjadi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sungguh, apa pun yang terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Apa maksud-Mu, Tuhan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan … dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film tentang….Astaga!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya'kan?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Baik, lanjutkan doamu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ya, setiap kata; setiap saat.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Selamat malam. Aku mengasihimu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6271817507960688570?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6271817507960688570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6271817507960688570' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6271817507960688570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6271817507960688570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/04/doa-malam-diinterupsi-oleh-tuhan.html' title='Doa Malam ... diinterupsi oleh Tuhan'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3651476097293522390</id><published>2010-04-13T12:52:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T12:52:17.780+07:00</updated><title type='text'>Lukisan Tuhan Atas Hidupmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu malam, saya bermimpi setelah saya berdoa tentang begitu banyak hal dalam hidup yang mengganggu saya dan bertanya kepada Tuhan, "Mengapa ini terjadi?" Di dalam mimpi tersebut, saya sedang duduk di samping kanvas besar yang tertutup dan Tuhan berdiri di hadapan saya. Perlahan-lahan Dia mengangkat lukisan kanvas hidup saya sambil berkata-kata:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Anak-Ku, Aku telah mendengar pertanyaan mengapa-mu. Aku ingin menunjukkan kepadamu apa yang telah Ku-lukis di kanvas kehidupanmu. Aku tahu kau berpikir bahwa Aku tidak mendengar doa-doamu, tapi Aku jamin Aku mendengar setiap kata, karena Aku berada di sana bersamamu. Kamu lihat, Aku sedang melukis kehidupanmu di sebuah kanvas. Aku melihat setiap air mata, dan setiap saat tersebut, Aku telah melukisnya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kamu lihat, Aku melukis hidupmu ketika kamu dalam kesakitan dan mencatnya dengan warna biru safir, warna yang sangat Ku-sukai. Aku melukis hidupmu ketika kamu merasa sendirian dan mencatnya dengan merah. Aku melukis hidupmu ketika kamu bahagia, dan mencatnya dengan warna emas. Aku melukis hidupmu ketika kamu berlari ke lengan-Ku, menghabiskan banyak waktu dengan Aku dan Aku mencatnya dengan warna ungu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengangkat potret dan saya pun menahan napas, ketika saya melihat kanvas hidup saya - Dia telah melukis pelangi tersebut yang sebelumnya belum pernah saya lihat. Disaat itulah saya sadar bahwa Dia telah berada di sana sepanjang waktu dalam hidup saya. Lewat semua kejadian yang telah saya lalui, Dia ingin membuat hidup saya seperti lukisan pelangi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia menggunakan semua warna ... semua waktu tersebut... Dia ada disana, tepat di samping saya, menyebabkan semuanya bekerja sama untuk kebaikan saya. Dan dari semua hal tersebut, Dia telah menciptakan keindahan seperti pelangi yang kedua mata saya sendiri tidak bisa melihat seluruhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian saya terbangun dari mimpi. Tidak pernah lagi akan saya ragukan cinta Tuhan. Dan entah bagaimana, saya tahu bahwa di setiap waktu yang akan datang saya akan mengingat pelangi, dan kasih Allah, selalu ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;em&gt;"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: large;"&gt;(Roma 8:28)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Oleh: Marsha Brickhouse Smith - Marsha merupakan kolumnis kontributor di cbn.com.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3651476097293522390?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3651476097293522390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3651476097293522390' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3651476097293522390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3651476097293522390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/04/lukisan-tuhan-atas-hidupmu.html' title='Lukisan Tuhan Atas Hidupmu'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-4367895159978281112</id><published>2010-04-13T12:39:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T12:39:46.295+07:00</updated><title type='text'>Jangan Menahan Kebaikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari masih pagi. Seorang pemuda tertunduk terisak-isak di pojok rumah saya. Badannya kurus, tinggi, berkulit hitam. Kacamata minus menempel di atas hidungnya. Saya mendekatinya dan bertanya, "Ada apa, Mas?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengangkat wajahnya. Pipinya basah oleh air mata. "Saya kehabisan uang," katanya lirih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ceritanya bagaimana, sih ?" tanya saya lebih lanjut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya bekerja di Wonosobo dan mau pulang ke Surabaya. Waktu turun dari mobil travel, tiba-tiba ada yang menepuk pundak saya. Setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi. Begi sadar, uang di dompet sudah lenyap," ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Nama Mas siapa?" tanya saya. "Yohanes" jawabnya pendek. Saya melirik, ada kalung salib besar terbuat dari kayu di lehernya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Mas kok bisa sampai di sini?" tanya saya. "Saya jalan kaki dari Jogja," jawabnya. Saya agak ragu dengan ceritanya. Mungkinkah dia berjalan lebih dari 20 km? Saya melirik bawaannya. Dia menjinjing tas koper besar. Di punggungnya ada tas ransel. Benarkah dia kehabisan uang? Jangan-jangan ini hanya taktik penipuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, saya lalu teringat kotbah pendeta Petrus Sukadi: "Jangan menahan kebaikan! Selagi kita masih bisa melalukan kebaikan, jangan pernah menahannya." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya juga ingat nasihat teman saya, Pak Xavier, "Tugas kita adalah memberi selama kita mampu. Soal, apakah cerita orang itu benar atau bohong, itu urusan dia dengan Tuhan. " &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, benar juga!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Saudara, Tuhan menganugerahkan berkat kepada kita. Berkat itu tidak untuk dinikmati sendiri, tapi juga untuk disalurkan kepada oran lain. Dengan begitu, orang lain juga dapat menikmati kebaikan Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Setiap kali ada kesempatan untuk berbagi berkat, mari kita lakukan dengan sukacita!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Diambil dari Renungan Blessing&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-4367895159978281112?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/4367895159978281112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=4367895159978281112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4367895159978281112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/4367895159978281112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/04/jangan-menahan-kebaikan.html' title='Jangan Menahan Kebaikan'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3575083729905369240</id><published>2010-04-13T09:28:00.002+07:00</published><updated>2010-04-13T09:30:51.075+07:00</updated><title type='text'>Aku Butuh TanganMu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang suster. Setelah terjadi hujan lebat yang mendatangkan banjir dan menghanyutkan puluhan rumah penduduk di daerah kumuh Philipina, datang mengunjungi tempat itu. Ketika tiba di Smoky Mountain yang terkenal itu, suster melihat seorang anak berdiri telanjang di depan sebuah rumah. Dinding rumah yang terbuat dari sisa-sisa sampah itu telah terbawa banjir. Dengan pandangan sejenak, segala yang ada dalam rumah tersebut bisa dilihat tanpa hambatan apapun, karena memang rumah tersebut tak berdinding. Dengan penuh rasa belas kasih suster itu bertanya; "Di manakah ibumu?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak ada jawaban yang keluar dari mulut anak itu. Matanya memandang jauh ke depan. Namun pancaran matanya mengatakan bahwa ia tak memiliki masa depan yang jelas. Ia telah kehilangan segalanya. Kedua orang tuanya telah hanyut bersama banjir. Dan satu-satunya yang kini ia miliki cumanlah sebuah rumah tak berdinding, sebuah rumah tak beratap. Matanya jauh menatap sebuah kehampaan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang suster seakan mendapat pukulan yang keras dalam bathinnya. Kata-kata Yesus terdengar jelas di telinga suster itu; "Aku datang agar kamu memperoleh kepenuhan hidup." Namun......apakah anak ini memperoleh kehidupan yang penuh?? Suatu kepenuhan dalam kehampaan?? Dalam kebisuannya, anak itu seakan berkata; "Aku butuh uluran tanganmu." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suster itu bertanya keras; "Yesus, apakah Engkaupun datang untuk anak yang malang ini?? Dan apakah yang harus aku perbuat???" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa ini ternyata menjadi awal pertobatan suster tersebut, yang selanjutnya mengabdikan diri untuk hidup bersama kaum miskin, membantu mereka untuk bangun dan membantu diri sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Banyak orang di sekitar kita membutuhkan ketulusan uluran tangan kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Temanku, Tuhan membutuhkan tanganmu.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tarsis Sigho&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="mailto:sighotarsi@yahoo.com"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sighotarsi@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3575083729905369240?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3575083729905369240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3575083729905369240' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3575083729905369240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3575083729905369240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/04/aku-butuh-tanganmu.html' title='Aku Butuh TanganMu'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8636952763879336701</id><published>2010-04-13T08:58:00.002+07:00</published><updated>2010-04-13T09:02:19.859+07:00</updated><title type='text'>Tuhan, di Manakah Engkau Tinggal?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Suatu malam saya bermimpi. Dalam mimpiku aku melihat Yesus membawa aku berjalan keliling. Karena tidak tahu arah tujuan perjalanan kami maka saya bertanya; 'Guru, di manakah Engkau tinggal?' Ia cuman berkata; 'Anda ingin melihat tempat di mana aku tinggal? Mari ikutilah aku.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;em&gt;Ia membawa aku ke kamp refugi di mana ada begitu banyak orang menanti penuh cemas butir-butir makanan buat mengisi perut mereka.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Sambil menunjuk ke arah orang-orang tersebut Yesus berkata; 'Mereka semua mengingatkan saya akan masa pelarian saya dari Betlehem ke Mesir. Maria, ibuku sering bernostalgia tentang nasib pedih yang harus kami lalui di Mesir, suatu kehidupan di tanah asing tanpa identitas yang legal dan jelas seperti mereka ini. Ketahuilah, Aku tinggal di sini bersama mereka.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;em&gt;Ia juga membawa saya ke rumah sakit.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Sekali lagi Ia berkata; 'Ketika memikul salibku ke Golgotha, aku mengalami nasib seperti mereka ini, menghadapi hidup yang seakan tanpa harapan. Masih ingatkah engkau ketika saya berteriak di Taman Zaitun meminta agar piala kepahitan itu beralih dari padaku? Aku yakin mereka pun sering mengulangi lagi teriakanKu itu. Ketahuilah, saya juga ada di sini bersama mereka. Mereka tidak sendirian.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;&lt;em&gt;Yesus lalu membawa saya ke sebuah pabrik di mana ada banyak karyawan bekerja&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; dan berkata; 'Mereka kadang-kadang diperlakukan secara tidak adil oleh majikan mereka. Mereka kerap kali harus bekerja lembur tanpa gaji yang serasi. Mereka mengingatkan kehidupanku sendiri yang harus bekerja sebagai tukang kayu, yang harus bekerja seperti seorang buruh kasar. Ketahuilah, aku pun ada di sini bersama mereka.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Kami tiba di sebuah gereja yang megah dengan tabernakel yang indah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, seindah surga itu sendiri. (Hahaha... Siapa sih yang pernah melihat surga?). Banyak orang keluar dan masuk gereja ini untuk memasang lilin dan berdoa di sana. Yesus lalu bergumam; 'Saya juga hidup di sini. Tapi sayangnya, banyak orang mau agar saya dikandangkan di tabernakel ini hanya untuk dikeluarkan seminggu atau beberapa minggu sekali.' KataNya dengan wajah sedih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun tiba-tiba air mukaNya berubah cerah dan berkata dengan penuh antusias; 'Tahukah engkau? Ada satu tempat di mana saya belum pernah pergi.' Ia mengangkat sesuatu seperti selembar foto dan ditunjukannya ke arahku. Oh...ternyata itu adalah sebuah cermin dan saya melihat bayangan diriku sendiri di dalamnya. Ia lalu bertanya; 'Apakah engkau memiliki kunci untuk masuk ke ruangan yang baru saja kamu lihat? Aku ingin masuk dan tinggal di sana walau hanya cuman sebentar saja.'" Temanku seakan diliputi rasa sedih ketika menyelesaikan kisah mimpinya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tuhan..!!! Bantulah aku untuk membuka pintu hatiku bagimu. Lebih dari itu, bantulah aku untuk mengetahui bahwa Engkau sesungguhnya telah ada di dasar batinku dan menantikan kehadiranku di sana.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tarsis Sigho&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:sighotarsi@yahoo.com"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sighotarsi@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8636952763879336701?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8636952763879336701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8636952763879336701' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8636952763879336701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8636952763879336701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/04/tuhan-di-manakah-engkau-tinggal.html' title='Tuhan, di Manakah Engkau Tinggal?'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-9117545605953147901</id><published>2010-04-09T10:08:00.000+07:00</published><updated>2010-04-09T10:08:11.660+07:00</updated><title type='text'>Kisah Tentang Kupu-Kupu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika seekor kupu-kupu membubung di atas kepala, seekor ulat bulu berkata pada ulat bulu yang lain, "Aku tidak akan pernah bisa menjadi salah satu dari kupu-kupu indah yang terbang di atas sana."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, sebenarnya semua ulat bulu suatu saat akan mengalami masa di mana dorongan untuk terus makan dan bertumbuh akan berkurang. Sang ulat, dengan dorongan instingnya, akan membentuk kepompong yang menutupi dirinya sendiri. Kepompong itu akan semakin mengeras dan semua orang akan mengira bahwa dunia si ulat bulu sudah berakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun di suatu pagi yang cerah, kehidupan di dalam kepompong mulai menggeliat, retakan di bagian atas kepompong mulai terbuka dan kupu-kupu yang terbentuk dengan indah pun muncul. Membutuhkan waktu berjam-jam bagi kupu-kupu untuk merenggangkan bagian tubuhnya dan mengeringkan sayapnya dan bergerak ke atas dan ke bawah dengan sangat perlahan. Kemudian, sebelum kita sadari, kupu-kupu itu membubung tinggi dan dengan mudah mengikuti arah angin, hinggap dari bunga yang satu ke bunga yang lain, seakan-akan ingin menunjukkan warna-warninya kepada bunga-bunga yang mekar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keajaiban kupu-kupu tidak akan pernah berhenti membuat kita kagum, karena peristiwa kupu-kupu adalah perumpamaan yang nyata tentang janji kebangkitan. Pagi-pagi benar saat Paskah tiba, murid-murid melihat kain pembungkus tubuh Yesus tergeletak di batu yang dingin. Hanya saja jasad Yesus sudah hilang, sama halnya dengan kepompong yang kosong ditinggalkan oleh kupu-kupu yang sudah terbang bebas. "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dia sudah bangkit seperti yang telah Dia katakan, " kata malaikat kepada para murid yang masih ragu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Apa yang kita lakukan, sebagai orang Kristen, dalam menghadapi kematian? Jangan gentar saat menghadapinya. Yakinlah kebangkitan Kristus dari kubur adalah suatu bukti bahwa kematian bukanlah akhir suatu kehidupan, melainkan awal dari kehidupan yang baru bersama Tuhan dalam kekekalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.joyfulheart.com/easter/butterfly.htm"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.joyfulheart.com/easter/butterfly.htm&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-9117545605953147901?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/9117545605953147901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=9117545605953147901' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/9117545605953147901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/9117545605953147901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/04/kisah-tentang-kupu-kupu.html' title='Kisah Tentang Kupu-Kupu'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5162251192501971450</id><published>2010-03-18T12:07:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T12:07:40.562+07:00</updated><title type='text'>Penginjil dan Tukang Cukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari seorang penginjil dan tukang cukur berjalan melalui daerah kumuh disebuah kota. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tukang cukur berkata kepada si penginjil, "Lihat, inilah sebabnya saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang penuh kasih. Jika Tuhan itu baik sebagaimana yang engkau katakana, Ia tidak akan membiarkan semua kemiskinan, penyakit, dan kekumuhan ini. Ia tidak akan membiarkan orang-orang ini terperangkap ketagihan obat dan semua kebiasaan yang merusak watak. Tidak, saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang mengijinkan semua ini terjadi."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penginjil itu diam saja sampai ketika mereka bertemu dengan seseorang yang benar-benar jorok dan bau. Rambutnya panjang dan janggutnya seperti tak tersentuh pisau cukur cukup lama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata penginjil itu, "Anda tidak bisa menjadi seorang tukang cukur yang baik kalau anda membiarkan orang seperti dia hidup tanpa rambut dan janggut yang tak terurus." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merasa tersinggung, tukang cukur itu menjawab, "Mengapa salahkan aku atas keadaan orang itu ? Aku tidak mengubahnya. Ia tidak pernah datang ke tokoku. Saya bisa saja merapikannya dan membuat ia tampak rupawan !" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil melihat dengan tenang kepada tukang cukur itu, penginjil itu berkata, "Karena itu, jangan menyalahkan Tuhan karena membiarkan orang hidup dalam kejahatan, karena Ia terus menerus mengundang mereka untuk datang dan '&lt;em&gt;dicukur&lt;/em&gt;'. Alasan mengapa orang-orang itu menjadi budak kebiasaan jahat adalah karena mereka menolak Dia yang telah mati untuk menyelamatkan mereka."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tukang cukur itu mengerti maksudnya. Apakah anda juga ? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5162251192501971450?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5162251192501971450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5162251192501971450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5162251192501971450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5162251192501971450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/03/penginjil-dan-tukang-cukur.html' title='Penginjil dan Tukang Cukur'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5154009896295618344</id><published>2010-03-18T11:58:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T11:58:43.468+07:00</updated><title type='text'>Burung Kolibri Biru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada jaman dahulu hiduplah seorang pemuda di sebuah tempat yang jauh yang bernama Tandow. Pemuda tersebut adalah seorang anak periang dan tidak peduli terhadap sekelilingnya. Ia mempunyai sahabat kecil yang istimewa, yaitu seekor burung kolibri biru. Ia tidak mempunyai banyak sahabat karib, namun keduanya merupakan sahabat karib yang tak terpisahkan. Pemuda itu demikian sayangnya terhadap si kolibri biru sehingga ia membuat rumah-rumahan untuk burung tersebut. Si kolibri biru pun menyayangi pemuda sahabatnya tersebut dan selalu terbang mengikuti ke mana saja si pemuda pergi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejalan dengan berlalunya waktu, kasih sayang di antara mereka berdua juga semakin bertambah-tambah. Sampai suatu hari pemuda tersebut bertemu dengan seorang gadis yang cantik di sekolah. Gadis tersebut berambut pirang, bermata biru, dengan senyumnya yang mungil menawan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu acara pesta dansa terbesar sepanjang tahun di Tandow sedang akan berlangsung. Si pemuda berpikir keras bagaimana caranya mengajak si gadis untuk menjadi pasangannya di pesta dansa nanti. Sepanjang hari ia mengumpulkan segenap keberaniannya. Akhirnya, saat sekolah usai, ia menghampiri gadis itu dan mengajaknya ke pesta dansa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gadis ini adalah seorang gadis yang sangat populer di sekolahnya. Ia merasa tidak enak bila harus terlihat bersama dengan seseorang yang sangat memperhatikannya. Namun, ia tidak mau menyakiti hati pemuda tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya si gadis menemukan cara agar ia tidak perlu menjawab dengan kata-kata 'ya' atau 'tidak' terhadap ajakan si pemuda. Ia berkata kepada si pemuda bahwa ia bersedia diajak ke pesta dansa olehnya jika si pemuda membawakannya setangkai mawar merah. Hal ini menyakitkan hati si pemuda sebab ia tahu bahwa di Tandow tidak pernah ada mawar berwarna merah. Yang ada hanya mawar putih saja. Si pemuda menggerutu sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia tak habis berpikir mengapa si gadis tidak meminta mawar putih saja. Ada ratusan bunga mawar putih yang terhampar di halaman depan rumahnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia tidak menyadari sahabatnya si burung kolibri terbang mengikutinya sebab ia sedang menyesali nasibnya. Si kolibri demikian menyayanginya sehingga ia tahu bahwa sahabatnya itu sedang dirundung masalah. Burung tersebut terbang mendekat sementara si pemuda meneruskan gerutunya sepanjang jalan. Jelaslah sudah bagi si kolibri bahwa sahabatnya itu sedang mengalami masalah yang amat serius. Burung itu tidak dapat beristirahat sepanjang malam. Ia memikirkan bagaimana cara menolong sahabatnya tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, saat fajar menyingsing, si burung mendapatkan cara bagaimana ia dapat menolong si pemuda. Burung kolibri kecil itu terbang ke arah semak-semak mawar seraya mencari mawar putih paling besar yang batang berdurinya terletak tepat di atas bunganya. Setelah menemukannya, ia terbang menabrakkan dirinya yang kecil itu ke arah duri tersebut dengan segenap kekuatan sayapnya. Duri tersebut menusuk tubuhnya sedemikian rupa sehingga kesakitanlah ia. Tetesan darahnya yang bagaikan air mata berwarna merah itu mulai mengucur membasahi kelopak bunga mawar berwarna putih tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika si pemuda bersiap-siap pergi ke sekolah dilihatnya setangkai mawar berwarna merah ada di tengah-tengah semak bunga mawar putih. Ia tidak dapat mempercayai matanya. Ia berlari ke arah mawar merah tersebut serta mencabut tangkainya. Dalam suka citanya ia tidak melihat seonggok tubuh kecil tak bernyawa yang tergeletak di tengah genangan darah di bawah semak-semak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan gembiranya ia membawa mawar merah itu ke sekolah. Sebelum ia sampai di sekolah, sekumpulan anak-anak muda yang sedang bermain sepak bola di lapangan memanggilnya untuk turut bermain bola dengan mereka. Jawaban pertama yang terlintas di benaknya adalah menolak ajakan tersebut karena ia memiliki pekerjaan yang lebih penting dari hanya sekedar bermain bola. Namun, anak-anak tersebut terus mendesaknya bermain sebab mereka sangat membutuhkan dirinya agar kedua kesebelasan menjadi genap jumlah pemainnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia melihat ke arah mawar merah, kemudian berpaling ke arah anak-anak itu, lalu kembali menoleh ke arah mawar merah. Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, "Ah!!! Bukankah si gadis toh tidak terlalu suka pergi dengan aku?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia lalu membuang mawar merah tersebut dan berlari ke arah kerumunan anak-anak untuk turut bermain sepak bola. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Anda mungkin sudah menemukan perumpamaan tersebut sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Pemuda&lt;/strong&gt; tersebut ialah gambaran diri kita &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Burung kolibri&lt;/strong&gt; menggambarkan Yesus Kristus &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Gadis&lt;/strong&gt; menggambarkan kehidupan kekal &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Mawar merah&lt;/strong&gt; melambangkan pertobatan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Sepakbola&lt;/strong&gt; melambangkan hal-hal duniawi yang seringkali kita anggap sangap penting dalam kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5154009896295618344?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5154009896295618344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5154009896295618344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5154009896295618344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5154009896295618344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/03/burung-kolibri-biru.html' title='Burung Kolibri Biru'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-8305769410147134747</id><published>2010-03-18T11:37:00.000+07:00</published><updated>2010-03-18T11:37:28.281+07:00</updated><title type='text'>Batu dan Mutiara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanannya. Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut, mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia. Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tuan begitu baik padaku, setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya. Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri. Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaannya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu, "Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian ? Mengapa engkau mengecewakan aku ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, kamu telah kupungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh ? Mengapa engkau berkeluh kesah ? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu ? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku ? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat ? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu ? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita ? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau ? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Yer 29:11-12 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan. Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-8305769410147134747?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/8305769410147134747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=8305769410147134747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8305769410147134747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/8305769410147134747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/03/batu-dan-mutiara.html' title='Batu dan Mutiara'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-6531766873571950619</id><published>2010-03-09T08:25:00.000+07:00</published><updated>2010-03-09T08:25:32.647+07:00</updated><title type='text'>Lepaskanlah Tali Penambat Perahu dan Berlayarlah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup kita diibaratkan sebuah perahu, yang terbuat dari kayu terbaik, dilengkapi dengan alat-alat komunikasi yang lengkap, layar yang gagah dan dengan kompas penunjuk arah. Nah, demikian juga diri kita diciptakan dengan sangat baik oleh Allah, dilengkapi dengan bakat, talenta serta kemampuan yang luar biasa oleh Allah dan diberi hati nurani dan akal budi serta kebebasan untuk menjalani perahu kehidupan kita secara baik dan benar. Kesejatian hidup kita adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai, menghalau gelombang dan menemukan pantai harapan kebahagiaan kita dan keselamatan hidup abadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sehebat apapun perahu, yang dbuat dari kayu yang bermutu tinggi, dilengkapi layar yang bagus dan peralatan yang canggih, tidak ada gunanya bila hanya ditambat di dermaga. Artinya, kita sudah diberi akal budi/otak, hati nurani, kemampuan, talenta yang khas oleh Tuhan bagi setiap orang, tapi itu tidak pernah dikembangkan, diberdayakan, malas untuk melakukan sesuatu, dan tidak menggunakannya dengan baik untuk kebahagiaan diri dan sesama, maka kita seperti perahu yang ditambat, tidak bisa berkembang, jalan di tempat. &lt;strong&gt;Dermaga&lt;/strong&gt; adalah tempat Anda memulai hidup Anda, dan bisa juga diartikan sebagai masa lalu Anda. &lt;strong&gt;Tali penambat&lt;/strong&gt; itu adalah kemalasan, ketakutan, dan penyesalan Anda, kecemasan-kecemasan, kekecewaan-kekecewaan, luka-luka batin yang belum disembuhkan, yang sering menghambat kita untuk memulai melakukan sesuatu dan berjuang untuk keluar dari masa lalu kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;Saudara-saudariku, jangan buang waktu dan energi untuk selalu memikirkan masa lalu Anda, kekuatiran hidup Anda. Jangan menyia-nyiakan segala kemampuan, kesempatan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan. Lepaskan tali kemalasan Anda, lepaskan ikatan kekuatiran dan ketakutan yang membelenggu Anda, lepaskan segala pikiran-pikiran yang menghambat Anda untuk maju. Jangan biarkan diri Anda tertambat dalam kecemasan, kekuatiran dan penyesalan masa lalu Anda. Berlayarlah, lakukan sesuatu yang berguna bagi hidup Anda dan keluarga Anda, serta apa yang Anda impikan dalam hidup ini. Aktifkanlah segala kemampuan dan talenta dalam diri Anda, gunakanlah segala potensi diri dan bantuan orang-orang di sekitar Anda dan ciptakanlah segala yang baik dalam hidup Anda demi kebahagiaan Anda dan sesama.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #134f5c;"&gt;Ingat bahwa, yang memisahkan perahu dan pantai impian Anda, adalah angin badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan Anda dengan kebahagiaan dan keselamatan adalah tantangan, cobaan/godaan yang Anda hadapi dalam hidup ini, masalah-masalah yang selalu menggerogoti pikiran Anda, tawaran-tawaran duniawi yang bisa memisahkan Anda dari Sang Tujuan hidup Anda. Sebenarnya, di sinilah kemampuan, martabat/harga diri dan kesejatian hidup Anda diuji oleh Tuhan. Hakekat perahu adalah terus berlayar menembus rintangan mencapai pulau yang dituju. Dan hakekat hidup kita adalah berkarya, dan melakukan kebaikan agar kita bisa menemukan kebahagiaan. Jangan lupa sertakan Tuhan selalu dalam pelayaran hidup Anda, karena bersama DIA, dan melalui DIA, kita akan mendapat pertolongan, diarahkan pada yang tujuan yag benar, serta dibawa kepada jalan kebahagiaan dan keselamatan. Tuhan mencintai Anda dan DIA mau agar Anda mengembangkan diri Anda secara baik demi kehabagiaan hidup Anda dan sesama. Cintailah dan hargailah hidup Anda.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source: http://renungan-harian-kita.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-6531766873571950619?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/6531766873571950619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=6531766873571950619' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6531766873571950619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/6531766873571950619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/03/lepaskanlah-tali-penambat-perahu-dan.html' title='Lepaskanlah Tali Penambat Perahu dan Berlayarlah'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2794380546608675868</id><published>2010-03-09T08:21:00.000+07:00</published><updated>2010-03-09T08:21:23.879+07:00</updated><title type='text'>Pelangi Sehabis Hujan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #38761d; font-size: x-small;"&gt;Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #38761d; font-size: x-small;"&gt;demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;- Yeremia 29:11 -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nathaniel Hawthorne sangat kecewa. Ia baru saja menerima kabar pergantian jabatan di kantor bea cukai Boston. Massachusetts, tempatnya bekerja. Ternyata, ia diberhentikan. Berita buruk itu seakan-akan menggelegar di telinganya. Dunia seolah-olah sudah kiamat. Ia berjalan pulang dengan perasaan bingung dan gundah. Di pelupuk matanya terbayang wajah duka istrinya. Hawthorne semakin gelisah. Hari itu sungguh menjadi hari yang panjang baginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setibanya dirumah, ia menceritakan perihal pemecatannya kepada istrinya. Sang istri dengan tatapan prihatin memeluknya, mengambil sebuah pena dan tinta, lalu meletakan keduanya di meja dekat perapian. "Tidak usah bersedih," katanya, "Kau punya banyak waktu sekarang. Kau bisa mulai menulis." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Empat tahun setelah kejadian memilukan itu Hawthorne menghasilkan sebuah novel yang membuat namanya terkenal di seluruh dunia :&lt;em&gt;The Scarlet Letter&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegagalan di satu bidang kerap menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan di bidang lain. Kuncinya adalah tidak putus asa, terus berusaha, dan terutama tetap berpaut pada Tuhan, sang sumber hidup. Jika Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi, tentu ada maksud baik di balik hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah janji Tuhan kepada umat-Nya dalam bacaan Alkitab hari ini. Di tengah penderitaan dan kegalauan akan gelapnya masa depan umat, Tuhan membawa berita pengharapan melalui nabi Yeremia. Itu jugalah janji Tuhan kepada kita saat duka menerjang. Hanya, maukah kita percaya dan tetap menaruh pengharapan kepada-Nya? - Ayub Yahya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu untuk membuka pintu yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2794380546608675868?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2794380546608675868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2794380546608675868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2794380546608675868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2794380546608675868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/03/pelangi-sehabis-hujan.html' title='Pelangi Sehabis Hujan'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-1240884205772136339</id><published>2010-03-04T08:19:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T08:19:14.207+07:00</updated><title type='text'>Hikmah Secangkir Coklat Panas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekelompok alumni yang sudah mapan dalam karir, sedang berbincang-bincang pada saat reuni dan memutuskan untuk pergi mengunjungi professor universitas mereka yang sekarang sudah pensiun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kunjungan tersebut, pembicaraan berubah menjadi keluhan mengenai stress pada kehidupan dan pekerjaan mereka. Profesor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya. Ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas dalam teko besar dan beberapa cangkir porselen, gelas, kristal dan beberapa cangkir yang biasa-biasa saja. Ada beberapa yang mahal, ada yang cantik dan mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika mereka masing-masing memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, Professor itu berkata, “Lihatlah semua cangkir yang bagus, dan mahal, semuanya telah diambil, yang tertinggal hanyalah yang biasa dan yang murah.”&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua, itu adalah sumber dari masalah dan stress kalian. Cangkir yang kalian minum tidak menambahkan kualitas dari coklat panas tersebut.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya; tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik, kemudian kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir masing-masing.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Profesor berhenti sejenak, lalu berkata, “Sekarang pikirkan ini: Kehidupan adalah coklat panas; pekerjaan, uang dan kedudukan di masyarakat adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan. Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki. Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya.”&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;“Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik. Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: black; color: white;"&gt;“Hiduplah dengan sederhana. Mengasihilah dengan murah hati. Perhatikan sesama dengan sungguh-sungguh. Bicaralah dengan ramah. Dan nikmatilah coklat panas kalian!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-1240884205772136339?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/1240884205772136339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=1240884205772136339' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1240884205772136339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/1240884205772136339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/03/hikmah-secangkir-coklat-panas.html' title='Hikmah Secangkir Coklat Panas'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3796455054801926950</id><published>2010-03-03T09:48:00.001+07:00</published><updated>2010-03-12T11:30:18.139+07:00</updated><title type='text'>Selalu Ada Sisi Baik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sebuah negeri ada seorang Raja yang punya Perdana Menteri yang sangat optimis. Setiap kali Raja merasa jengkel, selalu saja Perdana Menteri mampu menemukan sisi positif dari tiap situasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, mereka berdua berjalan melintasi hutan lebat. Di tengah jalan, Raja beristirahat sambil membelah buah kelapa sebagai pelepas dahaga. Sedang enak-enaknya makan buah kelapa, tanpa sengaja Sang Raja menggigit batok kelapa yang keras hingga giginya terlepas. Ia menjerit kesakitan. Mendengar keluhan Raja, Perdana Menteri malah tersenyum sambil berteriak, "Wow, itu bagus ... !"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kenapa kamu berkata seperti itu ?" tanya Raja keheranan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ya, karena itu ada pertanda keberuntungan untuk Baginda."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar jawaban ini, Raja menjadi marah. Bagaimana mungkin penderitaan Raja dianggap lucu oleh Perdana Menterinya ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Baginda, mohon dengarkan saya," desak Perdana Menteri, "dibalik setiap kejadian yang tidak mengenakkan selalu terdapat sisi baik yang tidak kita lihat."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Cukup! Ini sudah keterlaluan!" seru Sang Raja. Ia menangkap dan mengikat Perdana Menteri. Dimasukkan ke dalam sumur kering. Sang Raja&amp;nbsp;akan menjemputnya nanti sepulang dari perjalanannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Raja melanjutkan perjalanannya. Setelah berjalan cukup jauh, ia dihadang sekelompok suku liar yang sedang mencari orang untuk dikurbankan pada Dewa Gunung. Begitu tahu bahwa yang ditangkap adalah seorang Raja, mereka sangat senang. Dibawanya Raja untuk dikorbankan sebagai korban sajian. Sang Raja dirias dengan pakaian kurban&amp;nbsp;yang indah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika algojo siap memenggal lehernya, pemimpin upacara berteriak menghentikan upacara itu. Ia melihat ada satu gigi Sang Raja yang telah tanggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami tidak bisa menggunakan engkau sebagai kurban karena Dewa Gunung hanya berkenan menerima kurban yang tubuhnya lengkap. Kamu boleh pergi sekarang!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Raja sangat bersyukur. Ia lari cepat-cepat meninggalkan suku liar itu. Tiba-tiba ia teringat apa yang dikatakan oleh Perdana Menterinya: "Ada sisi keberuntungan dari sesuatu yang dianggapnya sebagai kesialan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bergegas ia menjenguk Perdana Menterinya yang masih tertinggal di dalam sumur kering. Ketika melongok ke dalam sumur, Sang Raja melihat Perdana Menterinya tersenyum gembira. Sang Raja menolongnya keluar dari sumur dan memintan maaf atas apa yang telah ia lakukan. Kemudian ia menceritakan apa yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, Baginda tak perlu meminta maaf," jawab Perdana Menteri sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah bagi hamba, adalah sebuah berkat jika hamba dilempar ke dalam sumur?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana mungkin?" tanya Sang Raja terheran-heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baginda, seandainya hamba pergi bersama Baginda, maka suku liar itu akan menggunakan hamba sebagai kurban pengganti bagi Dewa Gunung!"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-3796455054801926950?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/3796455054801926950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=3796455054801926950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3796455054801926950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/3796455054801926950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/03/selalu-ada-sisi-baik.html' title='Selalu Ada Sisi Baik'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-2942202560618742335</id><published>2010-02-25T08:52:00.000+07:00</published><updated>2010-02-25T08:52:29.643+07:00</updated><title type='text'>Jangan Berkata</title><content type='html'>Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;BAPA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau sehari-hari engkau tidak berlaku sebagai anak.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;KAMI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau engkau hidup tersendiri dalam egoismemu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;YANG DI SORGA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau engkau hanya memikirkan hal-hal duniawi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;DIKUDUSKANLAH NAMA-MU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau engkau tidak menghormati-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;JADILAH KEHENDAK-MU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau engkau tidak mau menerima kehendak Tuhan yang berat dan pahit.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau engkau tidak prihatin terhadap mereka yang lapar dan tanpa harapan hari esok.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AMPUNILAH KAMI AKAN KESALAHAN KAMI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau engkau masih menyimpan kebencian terhadap sesama.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau engkau masih bermaksud ingin berbuat dosa.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;LEPASKANLAH KAMI DARIPADA YANG JAHAT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau engkau tidak berani melawan kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkata "&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;AMIN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau engkau tidak menganggap serius setiap kata dalam doamu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-2942202560618742335?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/2942202560618742335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=2942202560618742335' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2942202560618742335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/2942202560618742335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/02/jangan-berkata.html' title='Jangan Berkata'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-5689512215894202922</id><published>2010-02-12T09:00:00.000+07:00</published><updated>2010-02-12T09:00:38.447+07:00</updated><title type='text'>Kayu Bakar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #333333; line-height: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ada seorang kakek yang hidup di dalam sebuah hutan. Setiap hari ia berjalan menyusuri hutan untuk mencari ranting-ranting kayu yang jatuh dari pohon, kemudian ia memungut setiap ranting kayu yang dapat ia lihat. Setiap ranting yang ia temukan, akan dimasukkannya ke dalam sebuah keranjang yang ia panggul. Kemudian ranting-ranting kayu itu ia bawa ke rumahnya dan dia gunakan sebagai kayu bakar. Ranting-ranting itu ia masukkan kedalam perapian, dan dari perapian itu ia bisa merasakan kehangatan dan terang yang mengisi seluruh rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #333333; line-height: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; line-height: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Dari cerita di atas, kita bisa lihat bahwa ranting-ranting kayu adalah diri kita para manusia yang telah dipungut oleh Yesus; sang kakek. Yesus mau memungut kita semua dari hutan dunia dan membawa kita semua kedalam rumah Kerajaan-Nya. Ia mau memanggul setiap kita yang letih dan lesu dalam keranjang salib-Nya. Kemudian Ia mau mengunakan setiap kita untuk menerangi hutan dunia yang gelap dan membawa hangat kedamaian dalam kerajaan-Nya. Ia membakar hidup kita dengan api pencobaan, Ia mengijinkan api itu berkobar dalam hidup kita agar orang daat melihat nyala terang hidup kita dalam hutan dunia yang gelap ini. Tuhan mengumpulkan kita di dalam gereja perapian agar nyala api kita dapat berkumpul dan menjadi semakin besar dan terang. Sehingga hutan dunia yang gelap dan dingin dapat merasakan cahaya dan kehangatan dari kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #333333; line-height: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #333333; line-height: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Meskipun suatu saat nanti api kehidupan kita pasti mati tapi api itu sudah pernah memberikan terang dan kehangatan serta membakar ranting-ranting lain untuk ikut masuk kedalam perapian dan terus mempertahankan nyala api Kristus di dalam dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #333333; line-height: 13px;"&gt;&lt;div id="comment"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, 'Sans Serif'; font-size: 11px; line-height: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1068691755223423512-5689512215894202922?l=giajemursarisurabaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/feeds/5689512215894202922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1068691755223423512&amp;postID=5689512215894202922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5689512215894202922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1068691755223423512/posts/default/5689512215894202922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/02/kayu-bakar.html' title='Kayu Bakar'/><author><name>Gereja Isa Almasih Jemaat Jemursari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05375091842282663619</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_48wdr9l-P0U/SO_sVbSa9vI/AAAAAAAAAkI/KAtAjZvBuxU/S220/P1030241.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1068691755223423512.post-3460204069249211639</id><published>2010-02-10T09:19:00.021+07:00</published><updated>2010-02-10T10:49:51.833+07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Dalam Cuci Piring</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya suka cuci piring" kata gadis cilik itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Mengapa?" tanyaku takjub.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Karena saya suka melihat keajaiban setelah mencuci. Piring yang tadinya kotor dan berminyak bisa menjadi bersih dan mengkilap. Mengherankan.....," jawabnya dengan kedua bola mata yang berpendar indah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Keajaiban dalam cuci piring. Wah, ini sungguh tak terpikirkan olehku. Keajaiban dalam hal-hal yang sangat sederhana. Gadis cilik itu satu diantara lebih dari seratus anak yang berkumpul dan menikmati camping rohani yang diadakan oleh sekolah minggu gerejaku. Dan tiba-tiba aku melihat dan merasakan keajaiban pada kumpulan anak kecil itu. Ternyata hidup adalah keajaiban. Dan keajaiban tidak semata suatu peristiwa yang luar biasa, yang menakjubkan, yang menjadi buah bibir bagi banyak orang. Keajaiban itu sangatlah sederhana dan dapat dinikmati bahkan dalam peristiwa-peristiwa kecil sehari-hari. Ternyata, hidup kita ini dikelilingi oleh banyak keajaiban. Tahukah anda?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Maka kita yang saat ini sedang mengejar keajaiban, mengharapkan dan merindukan keajaiban, tetapi merasa kecewa dan putus asa karena tak pernah menemukannya, mungkin perlu belajar dari gadis cilik itu. Dengan tangan mungilnya, dia dengan tekun mencuci piring makannya dan menemukan keajaiban yang dicari banyak orang saat menikmati hasil kerjanya. Dari piring yang kotor menjadi piring yang mengkilap. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;"Saya suka mencuci piring, karena saya suka melihat keajaiban setelah mencuci....." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Keajaiban setelah mencuci. Keajaiban setelah bekerja keras membersihkan sisa-sisa lemak dan menggosok piring makannya sendiri. Keajaiban setelah berusaha.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mengapa kita seringkali hanya duduk diam menunggu keajaiban itu datang dengan sendirinya? Tidakkah keajaiban itu pun butuh proses kerja yang tidak ringan? Mengapa seringkali kita merasa kecewa karena disepelekan atau dianggap tidak ada? Tidakkah kita sendirilah yang perlu membuktikan keberadaan kita? Mengapa kita harus tergantung pada orang lain? Mengapa kita harus menganggap diri kita harus diperhatikan, harus dicintai, harus dipuji sebagai bukti keberadaan kita? Bukankah kita sendirilah yang harus berupaya untuk memperhatikan, mencintai dan memuji keberadaan orang lain sehingga mereka bisa tahu bahwa kita ada? Keajaiban hanya akan muncul setelah kita bekerja keras. Setelah gadis cilik itu membersihkan piringnya, dan tidak perlu menanti orang lain yang datang membersihkan piringnya. Gadis cilik itu melihat keajaiban setelah mencuci piringnya sendiri....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blu
